Dingin Tapi Bucin

Dingin Tapi Bucin
Jangan nangis


__ADS_3

Saat darga masuk ke dalam mobil,dia merasa aneh dengan sikap ara.


"Hei kamu kenapa?"tanya Darga ke ara.


Ara diam tidak menjawab.


"Kamu kenapa?"tanya Darga lagi.


Ara diam tidak menjawab Darga,keringat bercucuran di leher nya dan di dahi ara,ara memejamkan mata nya dan menutup telinga nya dengan erat dengan tangannya.


"Hei!kamu kenapa!" bentak darga yang panik dengan sikap ara.


Ara menangis,mengeluarkan air mata tanpa suara.


Darga tambah panik ketika ara mulai menangis.


"Kamu kenapa?kamu ga mau naik mobil?ga mau pulang sama aku?ya udah ga papa,tapi jangan nangis."Darga menatap ara.


Darga tidak mendapat respon apapun dari ara.


Darga melepaskan sabuk pengaman,dan mengguncang tubuh ara.


"Heii sadarr,kamu tu kenapa!"


Ara tidak merespon sama sekali,semua tangan ara basah gara-gara keringat yang bercucuran.


Darga semangkin panik,dan akhirnya Darga keluar lagi dari mobil dia berlari membuka pintu mobil,dan menarik ara keluar dari mobil.


Ara merasa lemas dan terduduk di saat di tarik Darga keluar dari mobil.


Darga pun jongkok dan meyadarkan ara yang setengah sadar.


"Kamu kenapa?ha?"tanya Darga ke ara.


Darga pun mengusap semua keringat yang ada di kening ara.


"Kamu kenapa?"tanya Darga lagi.


Ara masih memejamkan mata nya,dan mengatur napas.


Darga memeluk ara yang terduduk setengah sadar.


Darga mengelus lembut kepala ara,Darga tidak peduli dengan sorot mata yang sekarang sedang banyak memandang ke arah mereka berdua.


Di saat ara mulai sadar, darga menyuruh ara untuk berdiri,dan memapahnya ke tempat teduh terlebih dahulu.


"Sebentar."darga pun berlari ke warung yang tidak jauh dari sekolahan ara.


"Eh eh eh tunggu dulu put."


"Apa yan?"


"Itu kann,kekk araa,bener ga sih,atau lian salah liat aja."menunjuk ke arah ara yang sekarang sedang duduk.


"Eh iya,itu ara,dia kenapa duduk di sana,kayak lemess gitu."


"Iya yaaa,kok pucat muka nya,samperin anjirrrr."


"Tapi lian kan lagi sakit kaki."


"Udah nanti urusan kaki gue,pokoknya ga mau tau gue mau nyamperin ara."


"Iya ya,ntar putri gandeng deh."


"Oke sipp."

__ADS_1


"Bentar putri minggirin mobil dulu."


"Yaps."


Setelah meminggirkan mobil, putri dan brilian pun keluar dari mobil,mereka mendekat ke arah ara yang ada di seberang jalan.


Walaupun kaki nya sedikit sakit juga tapi brilian berusaha untuk menahan nya.


Di saat sudah dekat jarak nya dengan ara,brilian pun menyuruh putri untuk mempercepat langkah nya.


"Cepetan put.."


"Pelan-pelan aja lian,ntar kamu jatoh."


Mereka pun sampai di dekat ara.


Putri memapah brilian untuk duduk di samping ara.


Dan setelah itu putri duduk jongkok di dekat ara.


"Ra,lo kenapa?"


"Hah...kenapa..?"


"Lo kenapa,kenapa kek lemes gitu ra,lo baik-baik aja kan?"


"Apaansihh putt,baik-baik aja kek mana,liat tu pucat kayak gitu."


"Ara kenapa?ara kecapean?mau pulang bareng kita aja gimana?"


"Be,be,bentar...put.."mengatur napas nya.


Darga pun kembali dari warung,dia membawa air minum,dan banyak jajanan.


Darga langsung duduk juga di dekat ara dan memberikan air minum untuk ara.


Karena darga duduk di pinggir jalan yang teduh karena ada pohon cukup besar,dia duduk di dekat ara dengan menggunakan jas yang bermerek mahal.


"Eh itu kan kakak kelas XII dia kenapa ya?tu cowok siapa nya dia ya?kayak orang kaya deh itu."


"Mungkin sepupunya."


"Tapi dia tadi maksa tu kakak kelas masuk ke mobil jangan-jangan..."


"Tapi gue kayak ngerasa kenal sama tu muka cowok,kayak pernah liat."


"Masa sih."


"Haaaaaa!astagaaaa!gue baru ingat gue baru ingat,itu kann ituuu kann,Darga wijaya!"


"Ha?serius lo?gue juga pernah denger sih nama itu."


"Iya seriuss."


"Gila cakepp banget woii asli nya."


"Iyaa cakep banget,otw nyamperin mau minta fotoooo."


"Dihhh jangan anjim,malu-malu in aja."


"Tapi dia siapa nya tu kakak kelas ya."


"Ga tau."


****

__ADS_1


"Minum."memberikan minum ke ara.


Ara pun mengambil minum yang di berikan Darga.


Brilian dan putri melongok menatap sosok pria yang sedang berada di dekat mereka sekarang.


"Kamu tadi kenapa?kecapean?"


"Ng,nggak."


"Terus?"


Ara menunduk tidak menjawab.


"Lo siapa?"tanya brilian.


Darga pun melihat ke arah brilian dan putri sekarang.


"Ha?"jawab darga


"Lo siapa?"tanya brilian lagi.


"Ommmmmaayyyygattttt!jangan bilang kalau lo itu Darga!"sambung brilian.


"Dia darga yan."ucap ara yang sudah mulai membaik.


"Omaygat,omaygat,omaygat,omaygattt,gue mau meninggoy."


Darga hanya mengerutkan kening nya kebingungan dengan sikap brilian.


"Kamu kenapa sih yan?"tanya putri


"Gila,gila,gila,gila,gue ga nyangka,gue bisa ngeliat langsung Darga wijaya,yang selama ini cuma bisa gue liat dari hp kalau ada gosip tentang dia."


Darga tidak menanggapi perkataan lian dia hanya menunjukan ekspresi datar ke brilian.


"Gilaa raa,lo beruntung banget,cakep banget serius,mantull."mengacungkan jempol ke arah ara.


"Apa nya yang beruntung."


"Itu tu ntuuuu,syuttt,ituu."menunjuk nunjuk darga menggunakan bibirnya.


"Kenapa?"


Duh ara lemot banget sih anjim.


"Ganteng."


" iya iya ara akui kalau dia ganteng,tapii dingin."


Ara menepuk paha Darga ketika dia jongkok.


"Bilang makasih."ucap ara.


"Ha?makasih kenapa?"


"Bilang aja makasih."


"Gak."


"Bilang makasih aga.."


"Makasih."


"Nah gituu."

__ADS_1


Ngapain aku nurut ya?


BERSAMBUNG.


__ADS_2