
Ara yang tadi menangis langsung masuk ke kamar.
"Aga kok ngomong nya tadi kayak gitu...ara kan jadi sedih..ara orang baik-baik kok, ara gak suka harta,ara tulus mau nikah tapi aga nya malah kayak gini,kan hati ara jadi sakit...kalau kayak gini terus ara gak tahan, mending ara pergi aja...,terserah paman mau nerima lagi di rumah atau nggak, kalau paman gak nerima ara bisa kok nyari tempat lain untuk tinggal sementara..serius sakit banget kata-kata aga..gak semua cewek suka harta aga.."
Ara pun menghapus air mata nya dan mengambil ponsel nya.
Dia pun membuka grup squad ciwi-ciwi nya yang akhir akhir ini sepi.
Squad ciwi-ciwi
Ara : P
P
P
Putri : P
Ara : :)
Putri : kenapa ra? Tumben nimbrung.
Ara : Put..putri di mana sekarang?
Putri : Di rumah ra kenapa emang nya.
Brilian : Halo semuaa
Angel : Halo semuaa 2
Putri : Ra?
Ara : Hmm? :)
Putri : Ara kenapa nanya putri lagi ada di mana
Ara : ketemuan bareng yuk :)
Brilian : waduh tumben
Angel : 2
Ara : Kangen:)
Putri : Ya udah ayo ketemuan nya di mana?
Brilian : 2
Angel : 3
Ara : kumpul di rumah angel aja mau nggak?
Angel : kenapa harus rumah gue?ha!
Brilian : Ya elah suka suka kami lah
Ara : 2
Putri : 3
Angel : Ya udah serah kalian deh
Putri : Ara,lian mau di jemput nggak? Aku bawak mobil
Brilian : Of course.
__ADS_1
Ara : gak usah berangkat sendiri aja.
Putri : oke deh.
Ara : otw
Putri : 2
Dan ara pun langsung menutup telepon nya, dia pergi ke kamar mandi mencuci muka, dan ganti pakaian.
Ara mengganti pakaian memakai jeans putih dan memakai kaos polos berwarna pink, dan tidak lupa membawa jedai nya.
Dia pun keluar dari kamar, dan mau pergi ke rumah angel
"Eh ara.."
Tersenyum.
"Ara mau kemana nak?"
"Ma..ara boleh minta izin nggak."
"Izin kemana, kenapa malah izin ke mama?"
"Ara mau keluar kumpul sama temen ara, nanti mama bantuin izinin sama aga."
"Kenapa gak izin sendiri aja?"
"Ara gak mau." nunduk
"Kenapa nak, kalian berantem?"
Berjalan mendekat ke mertua nya tersebut, dan mertua nya pun menyuruh ara duduk dulu.
"Ma...mama.." langsung meluk sambil nangis
"Mama...ara anak baik-baik kok, mama percaya kan." nangis
"Iya nak percaya, ara kenapa sih?"
"Ma.maa,ma.. Aga jahat banget dia ngira ara gak suka sama dia, kata nya ara suka sama harta dia."
"Ya ampunn."
"Ma padahal ara udah mulai suka ke aga, tapi dia nya malah kayak gitu...ma..hati ara sakit.." tambah nangis.
"Maafin darga ya nak, dia emang orang nya kayak gitu suka marah-marah, kamu harus bertahan sama sikap dia, kamu harus bisa ngeluluhin dia."
"Ma..kalau ara udah gak tahan lagi, terus ara ninggalin aga,mama jangan nyalahin ara,terus mama jangan benci ya sama ara."
"Kamu harus tahan nak...jangan mudah menyerah."
"Ya udah deh ma, ara mau pergi dulu ya, nanti bilangin sama aga kalau ara udah nitip izin sama mama ya.." menghapus air mata nya dan melepaskan pelukan.
"Iya nak..kamu hati-hati ya."
"Iya ma..ya udah ara permisi ya ma." berdiri lalu salam dengan mertuanya.
Ara pun sudah berada di depan pintu rumah.
"Eh nona muda mau kemana?"
"Mau pergi sebentar pak."
"Nona muda mata nya kenapa? Kok sembab non."
__ADS_1
"Kelihatan ya pak."menunjuk mata nya.
"Iya non."
"Ya udah deh pak, saya permisi dulu ya."
"Nona mau kemana, gak di antar sama supir."
"Oh gak usah pak, saya pergi nya naik ojek aja."
"Ha?naik ojek?yakin nona muda?"
"Iya pak."
Wahh nona muda lebih milih naik ojek.. Dari pada di antar sama supir.
"Ya udah saya permisi ya pak."
"Eh iya nona muda,silahkan."
Ara pun berjalan menuju gerbang, memang melelahkan berjalan di halaman rumah apa lagi menuju gerbang.
Di dekat gerbang
"Nona muda?" menatap bingung ara.
"Iya kenapa pak?"
"Nona muda mau kemana?"
"Saya mau pergi keluar sebentar pak."
"Jalan kaki? Gak di antar sama sopir nona?"
"Gak pak, saya pergi nya naik ojek aja,udah di pesen kok."
"Nona muda yakin mau naik ojek."
"Iya pak kenapa emang."
"Gak ada nona, cuma merasa heran aja kenapa nona lebih milih naik ojek dari pada di antar sopir."
"Hahaha saya gak suka aja pak naik mobil."
"Oh ya udah nona, silahkan." membuka gerbang.
"Makasih ya pak."
"Iya nona muda."
Aneh kemaren keluar ngebujuk tuan muda pergi naik motor, sekarang lebih milih naik ojek dari pada di antar sopir.
Ara pun menunggu di depan gerbang.
Dan ojek nya pun sampai.
"Neng ara ya?"
"Iya pak."
"Oh bener berarti, ya udah neng ayo naik."
"Iya pak."
Ara pun naik ke motor ojek tersebut dan pergi menuju ke rumah angel.
__ADS_1
BERSAMBUNG...