Dingin Tapi Bucin

Dingin Tapi Bucin
Sarapan Pagi


__ADS_3

Ara pun memutuskan untuk kembali ke kamar nya.


Darga yang tadinya mau menemui ara ternyata tidak jadi,dia malahan memutuskan untuk tidur karena besok ada meeting di perusahaan.


Ara yang masuk ke kamar nya melihat lampu kamar sudah di matikan,dan ara tau pasti Darga sudah tidur kalau lampu nya sudah di matikan, ara pun menghidupkan lampu nya dan melihat Darga yang tertidur di kasur,ara langsung masuk ke kamar mandi mencuci muka dan kaki nya, terus dia langsung naik ke tempat tidur dan mematikan lampu.


Ara yang tadi sudah berbaring membelakangi Darga, dia kembali duduk dan menatap muka darga walau gelap.


Dia memegang wajah Darga dan mengelus kepala Darga.


"Aga...maafin ara ya kalau udah ngebuat aga risih karena sikap ara,terus maafin ara ya kalau udah ngediamin aga sehari-hari,ara ngelakuin itu karena ara mau buat aga tau kalau ara tu tulus sama aga,ara gak bakalan lagi kayak gitu,ara janji besok ara gak akan ngediamin aga lagi." tersenyum.


Ara pun kembali berbaring dan memejamkan matanya.


Darga yang tadi di kira sudah tidur,lagi dan lagi ternyata dia belum tidur dia hanya memejamkan mata,Darga mendengar semua perkataan ara tapi dia hanya diam tidak merespon.


Drama aja terus, tulus atau gak tulus kamu kenapa harus ngomong sama saya?saya bakalan luluh karena kamu tulus?saya bakalan baik sama kamu karena kamu tulus?saya bakalan suka sama kamu gitu, kalau kamu tulus? Mimpi.


Hari pun mulai pagi, matahari hampir terbit,ara sudah terbangun dari tidur nya,ara sudah terbiasa bangun jam 5 pagi karena dia harus membersihkan rumah bibi nya terlebih dahulu sebelum sekolah, ara pun bangun mau membersihkan rumah, tapi langkah ara terhenti.


Eh iya ya, ini kan di rumah aga, ara gak bakalan di biarin kalau ara mau beres-beres, jadi ara harus ngapain mana lagi ni mata udah kebiasaan bangun jam 5 sekolah masih 1jam lagi.


Eh iya ara kan belum gosok baju, ara nanti masak aja buat bekal aga.


Ara pun menjempit rambut nya menggunakan jedai, dia menghidupkan lampu dan mencuci muka,dia mengambil pakaian sekolah nya putih abu-abu dan dia mengambil juga pakaian yang akan Darga pakai untuk kerja hari ini.


Ara menggosok pakaian tersebut dan setelah menggosok nya dia pun meletakan nya di atas meja.


Dia mengambil tas sekolah nya, mengelap sepatu nya dan menyiapkan ikat pinggang,dasi dan juga perlengkapan yang akan di pakai Darga.


Dia menghabiskan waktu selama 30 menit mempersiapkan itu, hari sudah menunjukan pukul setengah 6 pagi dan dia langsung turun ke bawah karena mau mempersiapkan bekal dan sarapan pagi untuk mertua dan suaminya.


Di dapur.


"Permisi...boleh kah saya saja yang memasak sarapan pagi?"


"Astaga nona muda...nona muda sudah bangun." tersentak kaget wanita yang sudah cukup tua,mungkin lebih tua sedikit dari bibi nya ara.


"Iya."


"Nona muda gak siap-siap mau sekolah?"


"Gak, 1jam setengah menit lagi."


"Terus nona yakin mau siapin sarapan."


"Iya." tersenyum.

__ADS_1


" ya sudah kalau begitu."


"Eh tapi ara gak tau apa yang sering di siapin untuk sarapan pagi."


"Oh kalau sarapan pagi,non gak perlu repot-repot cukup siapin aja roti sama selai, terus susu non, tuan muda,pak wijaya,sama nyonya setiap pagi sarapan itu."


"Ohh, oke deh."


"Ya sudah kalau gitu saya permisi ya non, saya mau bersihin kolam."


"Oh oke."


Ara pun memakai celemek dan dia mencuci tangan nya, dia menyiapkan semua nya dan menata rapi di meja, ara juga mengambil buah-buahan segar di dalam kulkas khusus buah, dia meletakan nya di atas meja,siapa tau aja ada yang mau makan buah.


Hari sudah menunjukan jam 06 pagi, lagi dan lagi ara harus menghabiskan waktu 30 menit menyiapkan itu.


Ara langsung memanggil salah satu pelayan agar ada yang membangunkan mama dan papa mertua nya sedangkan Darga biarkan dia saja yang membangunkannya.


"Permisi,ada yang bisa membantu saya."


"Pagi nona muda,ada yang bisa saya bantu?"


"Tolong bangunkan papa dan mama ya,sarapan sudah siap, mereka sering bangun pagi jam 06 kan kalau bukan hari libur?"


"Wah nona sudah tau ya."


Ya iyalah kan dulu udah di kasih tau sama dion.


"Ya sudah kalau gitu saya permisi ya nona."


Tersenyum dan menganggukan kepala.


Ara berlari menaiki tangga, dan berlari juga saat ke kamarnya.


Di kamar.


"A,ag,aga.." napas nya belum teratur.


"Aga..." menggoyangkan tubuh Darga.


"Aga." menepuk lengan Darga.


"Hmm."


"Bangun aga udah pagi,sarapan,aga kan mau kerja."


"Hmm."

__ADS_1


"Ayolah aga bangun."


"Hmm."


Ara duduk di tempat tidur dan memaksa Darga agar dia terduduk.


Mata darga masih terpejam saat duduk.


Astaga aga apa kamu memang susah ya kalau di bangunin.


"Aga." membuka kelopak mata Darga.


"Dih,Apaan sih." berbicara sambil terpejam.


"Aga ayo bangun."


"Iya,iya,iya."


"Ya udah ayo buka mata aga."


Darga pun membuka mata nya,dia baru sadar kalau ara ada di depan nya sekarang,duduk berhadapan dengannya, darga menatap ara.


Deg,deg.


Astaga jantung ku, tolong jantung jangan kayak gini.


Wajah ara memerah saat darga menatap nya.


"Hei!kamu mikir apaan,wajah mu memerah."


"Eh,eng,enggak kok gak mikir apa apaan."


"Ya udah minggir sana,mendorong tubuh ara."


Dih aga gak usah main dorong.


Sakit tau.


"Aga mau kemana?"


"Mau mandi."


"Ohh."


"Hmm."


Darga pun mengambil handuk, dan masuk ke kamar mandi.

__ADS_1


BERSAMBUNG...


__ADS_2