Dingin Tapi Bucin

Dingin Tapi Bucin
Trauma


__ADS_3

"Ara belum cerita apapun sama kamu nak?"


"ha?" respon darga yang kebingungan.


Ara pasti belum cerita..


Jadi gimana ya?


Saya beritahu nak darga atau nggak ya?


"Bi?"panggil darga yang menunggu jawaban.


"Itu.."


Ya udah kasih tau aja..


Toh dia kan suami nya ara sekarang.


"Bibi mau nanya ke darga?"


"Hm?"


"Ara semenjak udah nikah sama darga pernah gak ikut darga naik mobil,atau pergi di anter atau di jemput pakai mobil?"


Darga pun diam berpikir.


"Tadi baru pertama kali saya ngejemput dia di sekolah,tapi pas masuk ke mobil,sikap nya aneh."


"Berkeringat dingin,nutup mata,terus nangis?"


"Lah?"darga tambah kebingungan,karena bibi ara kenapa bisa tau.


"Sebenarnya ara semenjak kecelakaan waktu itu..dia gak pernah naik mobil,karena trauma sepertinya."


"Trauma?"

__ADS_1


"Iya nak,pas umur 3 tahun ara sama orang tua nya mengalami kecelakaan,orang tua ara gak terselamatkan,tapi ara berhasil di selamatkan,dan aneh nya semenjak hal itu terjadi,kalau ara di ajak masuk mobil dia pasti nangis,dan sampai sekarang dia gak pernah mau naik mobil sama sekali,karena dia bakal ke ingat teriakan ibu nya meminta tolong,dan juga ayah nya yang kepanikan kata nya."


Darga diam tidak merespon apapun,dan bibi nya pun melanjutkan berbicara karena dia melihat reaksi darga yang sepertinya tidak sabar mendengar kelanjutan nya.


"Padahal ara waktu itu umur 3 tahun lo,mungkin dia belum mengerti tentang apapun,tapi aneh nya dia sampai sekarang akan ingat teriakan ibu nya yang meminta tolong dan ayahnya yang kepanikan saat itu,kalau dia masuk ke dalam mobil."


Darga tetap diam,dan langsung berdiri.


Bibi ara pun ikut berdiri ketika darga berdiri.


"Kenapa nak?"


"Saya pamit pulang dulu bik."


"Tapi kan.."


"Saya pamit dulu bi,ada urusan mendadak."darga pun mengambil sendal ara tadi,dan langsung pergi.


"nak darga kenapa?"bibi ara kebingungan melihat sikap darga yang seperti itu.


"Ma.."dinda memanggil mama nya


"Iya din."duduk di sofa


"Mama kenapa?"


"Ha?mama kenapa emang nya?"


"Raut wajah mama kayak orang kebingungan."


"ohh,itu mama bingung sama sikap nak darga tadi."


"Tuan darga?emang nya dia kenapa ma?"


"Ga tau nak,tadi pas mama ceritain tentang trauma ara,dia nya langsung pergi gitu aja."

__ADS_1


Dinda tersenyum menyengir.


Ya iyalah pasti langsung pergi,dia kan ga peduli sama sekali sama ara,ngapain juga dia dengerin tentang trauma ara.


Ara ara kasian banget kamu,punya suami yang dingin terus ga peduli juga sama kamu.


"Kamu kenapa senyum kayak gitu nak?"


"Gak kok ma,perasaan dinda gak senyum."


"Ohh."


"Iya,ya udah dinda ke kamar ya ma."


"Kamu udah makan?"


"Nanti aja ma,belum laper."


"Oh ya udah.."


Dinda pun langsung pergi meninggalkan mama nya dan benar-benar kembali ke kamar nya,sedangkan yang awal tadi dia diam diam menguping pembicaraan darga dan mama nya walaupun terdengar tidak jelas.


BERSAMBUNG.


**Buat yang udah bantu vote makasih banyak ya..


kalian baik banget serius,sayang kalian banyak banyak,yang udah baca cerita author,yang udah bantu vote,yang masih setia nunggu kelanjutan cerita author,dan yang ngedukung author.


maaf kalau lebay,tapi ya mau gimana lagi author benar benar makasih sama kalian,karena kalau ga ada kalian mungkin lapak author bakalan sepi.


author juga kadang mikir cerita author bagus ga sih?bikin kalian seneng gak,alur nya bagus gak,terus sering mikir gimana biar kalian tambah suka.


author besok gak up dulu,soalnya besok author PAS, maklumin ya soalnya author masih kelas 12smk,jadi belum bisa sepenuhnya fokus ke aplikasi mangatoon buat up.


sekian**.

__ADS_1


__ADS_2