Dingin Tapi Bucin

Dingin Tapi Bucin
Anak pindahan


__ADS_3

Mereka ber 4 pun langsung menuju ke lapangan dan memilih tempat duduk yang teduh di lapangan,seluruh siswa di suruh duduk karena mungkin ada yang capek nanti jika di suruh berdiri lagi,karena baru saja selesai melaksanakan upacara.


"Panas pak,cepetan jangan lama-lama ngomongnya keburu jadi ikan asin nih di sini."teriak salah satu siswa disana.


"Baik,saya langsung ke inti nya saja."


"Iya pak iya cepetan, panas." teriak lagi salah satu siswa di sana.


"Saya tau kalian panas,saya juga panas,toh enak kalian masih ada yang bisa neduh,lah saya di bawah terik sinar matahari."


"Ya elah pak kenapa jadi malah curhat,panas pak."


"Tidak apa-apa anak anak, panas pagi baik juga untuk kesehatan."


"Bacot!" bentak salah satu siswa cowok di sana,tetapi guru tersebut tidak bisa mendengarnya karena suara tersebut hanya nyaring untuk orang di dekat nya saja.


Ara,dan kawan-kawan mendengar hal itu karena mereka cukup dekat duduk nya dengan cowok yang berbicara bacot tadi.


Mereka melirik ke arah belakang mereka dan melihat 3 laki-laki yang sedang duduk di belakang mereka dan tidak terlalu jauh,salah satu wajah dari 3 laki-laki tersebut ada yang tidak asing bagi ara.


Hanya ara yang terlalu memperhatikan wajah laki-laki tersebut, angel,brilian,dan putri hanya melihat sekilas,karena bagi mereka pengumuman lebih penting dari pada melihat wajah orang-orang yang gak di kenal.


"Eh,eh itu kan.."terpotong oleh lian


"Ara jangan ngomong gak ke dengeran pengumuman nanti,nanti aja kalau mau gosip nya."


"Tapi itu kan..."terpotong lagi oleh putri.


"Ara maaf ngomong,untuk sekarang ara diem dulu ya."


"Oke deh."nunduk


"Jadi pak mau kasih tau kalau ekskul hari ini gak jadi."


"Horee pulang dong."teriak salah satu siswa.


"Bentar dulu saya belum selesai bicara,ekskul hari ini memang tidak jadi,kita juga tidak belajar hari ini, jadi tugas kalian hari ini,selasa,dan rabu bersih kan kelas kalian masing-masing,setelah kelas kalian bersih suruh perwakilan menghadap dan akan ada wali kelas kalian yang akan memeriksa nya,jika sudah bersih kalian boleh pulang."


"Wah asik dong."


"Horee."


"Selasa,rabu juga kayak gitu?mending gak sekolah aja."


"Dan.."lanjut pak guru tersebut yang membuat sorak dari siswa siswi tersebut kembali sunyi.


"Dan ingat siapa yang tidak hadir pada hari selasa dan rabu tanpa keterangan,kalian akan di kena kan skor,jika kalian sakit atau pun izin jangan izin lewat surat,kalian suruh orang tua kalian telpon wali kelas masing-masing."


Mereka pun kembali berbisik-bisik satu sama lain tentu ara dan kawan-kawan pun begitu,dan pak guru tersebut sudah selesai menyampaikan pengumuman nya tetapi malah ada tambahan dari salah satu guru di sana tentang apa yang harus di bersihkan,dan di perhatikan saat pembersihan kelas.


Ara dan kawan-kawan merasa hal itu tidak terlalu penting, jadi mereka lebih baik berbicara satu sama lain.


"Eh apa cuma gue ya yang baru aja mikir hari selasa sama rabu gak mau sekolah,tapi malah kecewa sendiri."


"Gua juga lian,putri sebenarnya paling males kalau kayak gitu."


"Eh."

__ADS_1


"Apa sih ra?"


"Kalian tu coba liat ke belakang." angel brilian dan putri pun nurut.


"Nah kan ada 3 cowok, kalian liat yang tengah,nah yang sekarang lagi ngunyah permen, itu tu cowok yang pagi tadi nabrak si angel."


"Ha!" brilian kaget dan langsung menutup mulut nya dengan ke dua tangan dan berbalik melihat ke depan.


Ara,angel,dan brilian tersentak kaget dengan reaksi brilian kenapa dia seperti itu.


Angel yang di tabrak dan dia gak minta maaf aja biasa aja pas melihat nya.


"Lo kenapa?"tanya putri


"Buset dah lo yan,kenapa harus bereaksi kayak gitu,mereka jadi tau kalau kita merhatiin mereka."memukul bahu brilian.


"Lo kenapa sih lebay banget."


"Itu kann."


"Apa sih?"


"Ahh kalian gak update banget sih,itu kan rayen."


"Rayen?siapa?yang mana?"


"Yang tengahh yang lagi ngunyah permen."


"Emang nya dia kenapa?kamu kok reaksi nya kayak gitu."


"Gimana gak kaget coba, dia kan cowok yang baru pindah ke sekolah kita seminggu yang lalu,dia tu anak wakil kepala sekolah di sini,gila dia tu sekarang banyak banget cewek yang ngejar-ngejar dia,tapi gak di respon."


"Gua gak nyangka aja yang nabrak sih tukang ngegas ternyata dia."


"Gua yang di tabrak aja B aja kali."jawab angel.


"Lo gak terpesona gitu njel sama pesona dia?"


"Gak,udah di bilang nggak ya nggak."


"Kok kamu baru kasih tau sih kalau di sini ada anak pindahan yan."


"Ya kelupaan,soalnya yang kita ghibahin seminggu yang lalu lebih hot kan dari ini."


"Iya sih bener juga."jawab putri.


"Nanggung amat dia pindah pas kelas12."


"Ya suka-suka dia lah ra,orkay mah gitu."


"Iya ya sultan mah bebas."


"Kata nya sih lumayan kaya,liat aja dari penampilan wakil kepala sekolah kita,tapi denger-denger sih dia gak terlalu akrap sama ibu nya(wakil kepala sekolah)."


"Kok bisa gitu?"tanya ara.


Putri dan angel hanya diam menyimak menunggu jawaban dari brilian.

__ADS_1


"Ya kalau itu brilian belum tau,ntar brilian cari tau deh,nanti lian kasih tau kalian."


Jadi di antara mereka ber4 brilian lah yang paling banyak bahan(banyak gosip) untuk ghibah,brilian kalau di kelas dengar tentang hal yang membuat dia penasaran sedikit saja dia langsung mencari agar tau detail ceritanya dengan cara ikut gabung dengan teman sekelasnya yang sedang ghibah.


Setelah dia mendengarnya dan mengetahuinya dan jika sudah di nyatakan itu fiks kenyataan gak di tambah-tambahi atau sekedar rumor,brilian langsung menceritakannya kepada sahabat sahabat legend nya yaitu angel,putri dan ara.


Yang mereka gosip kan tidak sekedar rumor saja,mereka menggosipkan hal yang kalau sudah fiks di nyatakan itu memang kenyataan tidak sekedar fitnah dari orang atau hoax.


Mereka tidak berani jika itu hanya sekedar rumor atau hoax, karena tidak baik menurut mereka jika menjelek-jelek an seseorang yang tidak sesuai fakta.


"Oke deh nanti jangan lupa kasih tau ya."


"Iya neng iya."


"Hahaha."


"Aduh!" teriak angel.


"Lo kenapa njel?" tanya mereka kompak.


"Kayak ada yang ngelempar batu dari belakang kena kepala gue."


Mereka ber4 pun melihat ke belakang.


"Apa lo liat-liat?" tanya rayen sambil mengunyah permen.


"Maklum lah ray kita kan tampan."jawab salah satu temannya tersebut.


"Lo!lo jangan cari masalah ya sama gue!lo kan yang ngelempar batu dan kena kepala gue."bentak angel sambil nunjuk-nunjuk ke arah rayen.


"Iya kenapa emang?"mengunyah permen.


"Sakit kepala gue,kalau gue kenapa-kenapa tanggung jawab lo!"


"Udah njel biarin aja,gak usah di ladenin."


"Sakit ra,gua gak bakalan marah kalau nggak sakit."


"Udah maafin aja njel mungkin gak sengaja."jawab lian.


"Iya njel."bujuk putri


"Gua sengaja ngelempar nya!lagian siapa suruh ngeghibahin orang."


"Gila lo!gua kira lo anak baik-baik,percuma ganteng kalau sikap sama sifat nya gak bagus!"teriak brilian kepada rayen.


Brilian memang sering adu mulut dengan angel,tapi dia tidak terima jika teman adu mulut nya di perlakukan kayak gitu.


"Oke sekian dari saya,kalian sekarang boleh bubar." pengumuman sudah di akhiri.


"Hahaha cabut yok,ngapain juga di sini,ngeliat sesuatu yang gak enak di pandang."ajakan rayen kepada kedua temannya yaitu tyo dan fikri.


"Awas aja ya lu!gua bales nanti!"teriak angel.


"Bales aja,kaga takut, dan itu pun lo harus siap nerima resiko nya karena udah mau berurusan sama gue!" berdiri lalu menunjukan jempol terbalik ke bawah ke arah angel dan teman-temannya.


Setelah itu rayen,tyo,dan fikri pun menghilang dari pandangan mereka yang dari tadi masih duduk di lapangan.

__ADS_1


BERSAMBUNG...


__ADS_2