Dingin Tapi Bucin

Dingin Tapi Bucin
Capek


__ADS_3

Setelah selesai makan,mama ara pun pergi ke kamar nya terlebih dahulu karena dia ingin menelpon suami nya.


Sedangkan darga juga sudah ke atas duluan,cerina juga sudah menuju ke kamar nya,kamar tamu.


Ara masih memikirkan kejadian tadi,dia berpikir apa dia terlalu berharap kalau Darga akan luluh.


Dia menjadi ragu untuk mendapatkan hati Darga.


"Ara harus tetap tahan di sini,jangan sampai ara di cerain,ara ga boleh ngecewain paman,tu orang napa juga sih deket-deket sama aga,iya ara tau dia temen aga,tapi ga gitu juga."


"Nona muda?kenapa nona muda masih di sini?"


"Ga papa kok bi cuma lagi nurunin nasi aja hehe."


"Oh,kalau gitu saya boleh membersihkan ini sekarang kan non?"menunjuk meja makan yang penuh dengan sarapan tadi.


"Eh iya,ga papa bi,bersihin aja,mau di bantu gak bi?"


"Gak usah non,biarin saya aja."


"Beneran bi ga mau di bantu?"


"Iya non."


"Ya udah kalau gitu ara ke atas dulu ya bi."


"Iya non."


Ara pun naik ke atas dan menuju kamar nya,ara yang mau menuju ke kamar melewati ruangan kerja Darga dan melihat Darga yang sedang sibuk memainkan laptop.


Ara ingin masuk dan menjenguk Darga,tapi tidak jadi.Ara rasa Darga sekarang sedang sibuk jadi dia tidak mau menganggu nya.


"Ara buatin teh aja deh,kasian aga."


Ara pun turun ke bawah lagi,karena dia harus membuatkan Darga teh.


"Eh bibi belum selesai bersihin ya."tanya ara.


"Belom non,tangan bibi cuma ada 2,jadi ga bisa secepat kilat bersihin nya."


"Haha maaf ya bi."

__ADS_1


"Iya non gak papa kok,non kenapa ke bawah lagi?"


"Mau bikinin aga teh bi."


"Ohh bikinin tuan teh."


"Iya bi."


"Di sana non ada air yang udah di panasin tadi,udah di masukin termos,non pakek air itu aja kalau mau buat teh."


"Oh oke,makasih ya bi."


"Iya non."


Ara pun mengisi cangkir dengan air panas tadi,dia menyiapkan Darga teh.


Setelah membuat itu dia langsung menuju ke atas,tapi tidak lupa untuk berpamitan dulu dengan pelayan tadi.


Ara pun berjalan menuju ke ruangan kerja Darga,di saat ara mau melangkah kan kaki nya untuk masuk ke ruangan,terhenti karena dia sedang melihat ada cerina yang sekarang sedang memijat kepala Darga.


"Ya ampun...."ucap ara.


Ara pun tetap memutuskan untuk masuk,kenapa dia harus diam saja ketika melihat itu.


"Hmm."


Deg.


Respon darga yang seperti itu membuat ara merasa tidak di hargai,dan tidak di anggap ada di sana,ya walaupun memang begitu cara Darga jika menjawab,dingin,cuek,tetapi untuk malam ini dia agak merasa cukup sakit mendengar Darga yang hanya menjawab nya dengan kata hm.


Ara pun berjalan mau keluar dari ruangan tersebut.


"Hei."panggil darga.


"Iya aga."ara pun berbalik melihat ke arah darga,mata mereka menatap satu sama lain.


"Sini."


"Ngapain nyuruh ara kesitu."


"Sini."

__ADS_1


"Gak mau ah,ara mau ke kamar aja,udah ngantuk."


"Sini."


"Iya."ara pun mendekat ke arah Darga.


"Kenapa?"tanya ara.


"Pijitin."


"Tapi kan udah di pijitin sama dia."nunjuk cerina.


"Cer,biarin dia aja yang lanjutin mijit,kamu balik aja ke kamar."


"Eh ga papa kok ga,aku aja yang pijitin,mungkin dia..,eh siapa maaf,lupa nama istri kamu ini,tiara kan?nah mungkin tiara capek,dia mau istrihat."


"Kamu capek?"tanya Darga.


"Nggak kok."


"Udah istirahat aja dulu kalau capek,biarin aku aja yang mijitin darga,kamu kan besok mau sekolah pasti."


"Nggak kok ara nggak capek."


"Udah istira..."terhenti.


"Apaan sih,udah di bilangin ara ga capek."jawab ara.


"Ya udah cer biarin dia aja,dia ga capek."


"Iya ara ga capek kok."


"Oh ya udah."menghentikan memijit dan bergeser.


Ara pun mendekat lagi ke arah Darga,dan ara yang memijit kepala Darga.


"Ya udah aku permisi."kata cerina.


"Hmm."


"Dadahh."jawab ara sambil memijat kepala Darga.

__ADS_1


Cerina pun keluar dari ruangan tersebut dengan perasaan yang kesal.


BERSAMBUNG...


__ADS_2