
"Aga tadi ngikutin ara naik ojek ya?"
"Gak."
"Bohong,terus kenapa tadi ga duluan aja,kenapa harus di belakang ojek yang lagi ara naik."
"Se arah."
"Bohong."
"Gak."
"Ara yakin aga bohong kan..aga pasti ngikutin ara karena aga khawatir kan..udah ngaku aja aga.."
"Ya."
Ara pun yang tadi berjalan santai di samping Darga langsung berhenti melangkah dan melotot melihat ke arah Darga.
Ha?ha?ara ga salah denger tadi..kan?
Aga khawatir sama ara?
"Ngapain melotot kayak gitu,cepetan jalan."
"Eh,iy,iya aga."ara pun berjalan lagi mengiringi langkah darga,tetapi ara masih kaget dengan respon Darga tadi.
Ara diam tidak berbicara lagi,begitu juga Darga.
"Aga."panggil ara yang memecahkan keheningan.
"Hmm."
"Aga ngapain jalan kaki,kan aga biasanya pakek mobil terus ke depan pintu rumah."
Darga diam tidak menjawab pertanyaan ara.
"Aga ga capek,kalau jalan kaki agak jauh sih,lagian halaman rumah luas banget."
"Gak."
"Aga belum jawab pertanyaan ara."
"Apa?"
"Kenapa aga mau jalan kaki padahal kan lumayan jauh jalannya dari sini ke pintu masuk."
"Udah kamu bisa diem ga sih."
"Yeeeee orang nanya malah di suruh diem."
__ADS_1
Darga tidak merespon ara lagi,sedangkan ara ikutan diam ketika Darga tidak berbicara lagi.
5 menit.
**
"Selamat sore tuan muda,nona muda."
"Soree juga pak."tersenyum.
Penjaga pun membuka kan pintu rumah untuk ara dan Darga.
Darga pun langsung masuk ke dalam.
"Makasih ya pak."
"Tidak perlu bilang makasih non,ini memang udah jadi tugas kami."
"Ya tapi ara tetep mau bilang makasih pak."
"Cepetan masuk."panggil Darga ke ara.
"Lah aga kenapa nungguin ara."
Darga pun langsung kembali berjalan masuk ke dalam rumah.
"Aga ga jelas banget ihhh."
Dari pelayan bagian ruang tamu,pelayan bagian dapur,dan lain-lain.
Tidak lupa ara mencari sosok perempuan yang selalu dia cari ketika pulang sekolah.
"Ehhh pulang bareng?"
"Mamaaaa."ara pun memeluk mertua nya tersebut.
"Udah makan siang belom kalian?"
"Kalau ara sih belum,tadi pagi cuma jajan di kantin aja ma,ga tau aga,aga udah makan belum?"tanya ara.
"Belum."
"Lohhh kenapa belum Darga."tanya mama darga.
"Ga sempet,tadi jemput dia,tapi malah ngebebanin aja."
Ara langsung cemberut menatap Darga.
"Kenapa gitu nak?"
__ADS_1
"pas masuk mobil,tiba-tiba kek orang kesurupan aja."
"Haa!kesurupan?!ara kamu sekarang ga papa kan nak?baik-baik aja kan?!"langsung memegang tangan ara dan bahu ara.
"Kayak orang kesurupan ma,bukan kesurupan beneran."
"Ya ampun...mama udah kaget lo,kirain ara tadi kesurupan..emang nya tadi ara kenapa nak,kok Darga bisa bilang kalau kamu kayak orang kesurupan pas naik mobil."
"Itu ma.."
"Masuk mobil keringetan,nangis,pas di ajak keluar langsung lemes setengah sadar."darga memotong omongan ara.
"Astagaaa,kok gituu nak?kamu kenapa?kenapa nangis pas di ajak pulang bareng sama Darga."
"Aneh."ketus darga.
Isss aga apaan sih...
"Itu ma..."
"Itu apa nak?"
"Ara juga ga tau kenapa bisa gitu..."
"Ya udah ga papa nak,mungkin kamu kecapean aja..istirahat aja kalau kecapean."
Maaf ma..ara belum bisa bilang ke mama
Dan belum bisa ngejelasin nya ke aga.
"Iya ma."
"Darga ke atas ma."
"Ara juga mau ke atas?"
"Iya ma,mau ganti baju dulu."
"Ya udah,ehhh tapi tunggu dulu,itu yang kamu bawa apa nak?"
"Oh inii..jajan,aga tadi beli di warung deket sekolahan ara."menunjukan isi kantung plastik itu ke mertua nya.
"Ohh kirain apaan."
"Ya udah ara ke atas ya ma."
"Iya nak."
Ara pun langsung menyusul Darga yang tadi udah duluan.
__ADS_1
BERSAMBUNG.