
Mereka pun berjalan-jalan mengelilingi rumah, karena rumah Darga dan kedua orang tua nya tersebut merupakan rumah yang sangat luas, maupun halaman rumah ataupun di dalam rumah.
Darga pertama mengajak ara ke ruang kerja nya, lalu ke gudang, lalu ke kolam renang, lalu ke halaman rumah, dan terakhir ke taman di belakang rumah, karena jika mengajak ara ke seluruh tempat yang ada di rumah nya mungkin ara akan merasa kelelahan, dan juga akan memakan waktu berjam-jam.
Di ruang kerja Darga.
"Wah aga ruang kerja aga lebih luas dari pada di kamar."
"Hmm."
"Aga,aga."
"Hmm?" melihat ke arah ara
"Aga ara boleh duduk gak di sana." nunjuk ke arah kursi kerja Darga
"Hmm."
"Boleh ya?"
"Hmm."
"Ih agak bisa nggak jangan jawab hmm terus,ara kan bingung hmm maksud aga tu iya atau nggak."
"Iya."
"Nah kan gitu enak denger nya."
"Hmm."
Dih hmm lagi,gak bisa apa sehari aja pisah dari hmm
"Ya udah ara duduk ya sekarang."
"Hmm."
Ara pun berjalan menuju tempat duduk Darga tersebut, dan memainkan kursi tersebut sedangkan darga sibuk melihat dokumen-dokumen yang tersusun di lemari.
"Hei!"
"Apa aga?" menatap ke arah Darga.
"Kamu bisa gak sehari aja diam."
"Kan..ara gak ngeganggu aga..?" menunjukan muka lemas
"Ngeganggu!"
"Ngeganggu kayak gimana sih aga, ara kan dari tadi duduk diem di kursi?"
"Duduk diam apanya! Kamu dari tadi muter-muter duduk di kursi kalau kamu gak sengaja jatuh, terus luka, yang bakal di salahin siapa? Pasti saya."
"Ha?"
"Dah lah terserah kamu aja, di bilangin malah ha ha ha, apaan!"
Ada apa dengan aga?
Aga kenapa?
Dia kenapa?
"Aga ngomong apaan tadi, ara gak ngerti."
"Maksud saya,kamu bisa nggak jangan mainin kursi! Nanti kursi nya rusak! Kamu ganti!."
"Terus maksud aga yang tadi bilang nanti ara jatuh, ara luka?"
__ADS_1
Darga diam tidak menjawab.
"Aga...!"
Diam tidak menjawab lagi.
"Aga!"
Diam tidak menjawab lagi.
"Aga! Ara tu nanya, kenapa aga diam aja."
Gimana saya mau ngejawab coba? Saya aja nggak tau kenapa tiba tiba bilang kayak gitu
Setelah melihat lihat dokumen, dan ara yang sibuk memainkan kursi dari tadi.
Darga pun berjalan menuju pintu, darga mau keluar, dan ara memanggilnya.
"Aga.."
"Hmm." melihat ke arah ara
"Aga mau kemana...?"ucapnya lembut.
"Coba deh jadi orang tu jangan terlalu bodoh!"
"Ha?"
"Ini apa?" nunjuk pintu
"Pintu."
"Terus kalau orang berjalan menuju ke arah ini, kira-kira mau ngapain?"
"Keluar."
"Keluar."
"Hmm." kembali berjalan.
"Woi aga!"
Darga pun menghentikan langkahnya, baru pertama kali ini dia mendengar ada orang yang memanggil nya dengan kata woi.
"Kamu sekarang udah gak sopan ya!"
"Gak sopan gimana?"
"Kenapa kamu panggil saya pakek kata kata woi!"
"Ya suka suka ara."
"Saya gak suka kalau kamu manggil saya dengan kata woi, itu gak sopan apalagi sama suami sendiri, kamu tu punya sopan santun nggak, kamu harus jaga sikap!"
Nyenyenyenyenye
Bodoh amat bodoh amat, gak peduli.
"Oh."
"kamu tu ngerti nggak?"
"Ngerti.."
Woi!
"Hmm bagus kalau ngerti!"
__ADS_1
Darga pun berjalan keluar dari ruangan tersebut meninggalkan ara, ara pun tidak mengikuti nya dia tetap duduk di kursi kerja Darga, sambil meledek kata kata Darga tadi.
Kamu tu gak punya sopan santun ya! Kalau iya kenapa ,gak suka?
Kamu tu harus jaga sikap! Kalau aku gak mau gimana? Kenapa mau marah?
Aku gak suka ya kamu panggil aku dengan kata kata kayak gitu? Ya bodoh amat gak peduli
Kamu harus ingat kalau saya itu suami kamu, jangan gak sopan sama saya! Iya woi udah ingat kagak usah diingetin
nyenyenyenyenye aga aga aga aga aga aga siapa aga? Gak kenal!
Hahaha
"Hei kamu!"
Ara yang tadi lagi bergumam sendiri kaget, karena Darga memanggilnya dari luar, untungnya darga tidak mendengar kata kata nya tadi, kalau darga dengar bisa kejang kejang ara.
"Ha?"
"Kamu ngapain dari tadi duduk di sana!"
"Gak ngapa-ngapain kok."
"Kamu mau tetep di sini gak mau keliling lagi?"
"Ya mau lah."
"Ya udah ayo kenapa diam aja."
"Ya aga kenapa tadi ninggalin, kirain marah terus gak mau keliling rumah lagi."
"Ya nggak lah, siapa yang marah sih, saya tu cuma beri kamu saran aja jangan gak sopan sama orang."
Busett aga, itu mah bukan ngasi saran aga
Orang ngasih saran mah bicara nya lembut, lah aga? Ngeggas *****.
"Ohh makasih aga atas saran nya." tersenyum terpaksa.
"Hmm."
"Habis ini kita ke mana aga?"
"Ke gudang mau?"
"Mau tapi lewat aja ya aga, gak perlu masuk ke dalam."
"Kenapa?"
"Ara mau cepet cepet aja liat yang lain."
"Oh oke."
"Iya aga."
"Ya udah ayo cepetan,kenapa masih duduk."
Ara pun berjalan keluar ruangan dan berjalan di samping darga.
Flashback on
Darga sebenarnya tadi memang marah, tapi dia merasa udah keterlaluan karena membentak ara, dia pun tidak tau kenapa dia bisa merasa kalau itu keterlaluan padahal dia sudah biasa marah marah ke orang malahan ada yang lebih dari marah yang tadi, tapi dia tidak tau kenapa dia tadi merasa terlalu berlebihan, dan dia memutuskan untuk kembali ke ruang kerja dan memanggil ara.
Flashback off.
BERSAMBUNG...
__ADS_1