Dingin Tapi Bucin

Dingin Tapi Bucin
Gak Percaya


__ADS_3

Di sekolah.


Bunyi bel 3x, menunjukan bahwa itu waktu nya jam istirahat.


"Guys, kantin yuk, laper."


"Ayo,ayo,ayoo."


Ara masih melamun di bangku.


Angel, Brilian , Putri saling tatap melihat ara kenapa dari pagi ara kayak gitu.


Lalu mereka tersenyum jahat bersamaan seperti merencanakan sesuatu.


1....,2....,3. Dorrrr!


Ara kaget sampai" pena yang tadi dia mainkan untuk memukul jidatnya secara perlahan, terlempar entah ke mana.


"Kalian kenapa?" Tanya ara polos.


"Ya elahh maimunahh, seharusnya kami yang nanya itu sama kamu."


"Haa?"


"Iya nih bener kata si angel, ara kenapa sih, lagi ada masalah ya?"


"Tau ah si ara orangnya susah di tebak mana lagi lemot."


Tersenyum.


"Astaga araa, kamu kenapa ra, kok tiba-tiba senyum?"


"Aku nggak apa-apa kok, aku ngelamun karena lapar." mengedipkan mata dan tersenyum ke temannya.


Ara seperti itu, dia hanya ingin mengalihkan pembicaraan, dia nggak mau ngebuat temannya khawatir akan dirinya, begitulah ara, mendem sendiri tapi ujung-ujungnya juga di ceritain kalo udah gak tahan mendem sendiri, sesuai dengan mood ara mau kayak gimana.


"Haa? Ngelamunn? Laperr? Kok bisa ra?"


"Iya ra, setaauu angel sih kalau orang laper tu belajar nya risih, bawaan pengen ke kantin aja, risih meggang- meggang perut, lah kamu? Malah ngelamun, malahan kayak orang banyak beban hidup lo, bukan ke laperan."


"Ya bisa lah lian,angel, suka-suka ara."


"Iya deh ra, suka-suka ara." sambil memperlihatkan ekspresi bingung.


"Ya udah ayo ke kantin."


Di kantin.


"Kalian mau pesan apa biar aku bantu pesan in."


"Aku bakso pak karno ama es teh mbak emi aja deh put."


"Lian samaan kayak angel aja put."


"Oke,oke" mengedipkan mata sebelah.


Ehhh kayak kayak ada yang kurang gituu..tapi apaa yaa..


Busettt si araa kan belum pesen pantesan aja ada yang kurang.


"Ehhh kayaknya ada yang kurang deh."


"Apanya put?" bingung.


"Eh Ara!! Bentak si putri

__ADS_1


Angel dan brilian tertawa melihat tingkah laku temannya, ada yang sering melamun kayak banyak beban hidup, dan ada juga yang sering ngeggas + sering ngagetinn.


"Kenapa put?" jawab ara lembut.


"Kamu mau pesan apa nona ara yang cantik."


"Ohh, aku pesan samaan aja deh kayak kalian."


"Okeee deh." mengedipkan mata lagi.


Beberapa menit kemudian.


"Yuhuu Pesanaan datang."


"Makasih putput." jawab mereka kompak


Melahap makanan.


"Raa, ara kenapa sih ngelamun?"


"Gak papa kok, kan udah di bilang laper."


"Oh oke deh."


"Guys, ara mau nanya dong?"


"Tumben-tumben ara mau nanya, biasanya paling diem, terus suka ngasih saran, singkat, padat jelas."


"Ada teman ara dia nya di jodohin padahal temen ara tu belum pernah ketemu sama laki" yang mau di jodohin sama dia, temen ara tu mau di jodohin karena harus ngebalas kebaikan keluarganya selama ini, terus ada yang bilang kalau cowoknya tu dingin susah di tebak juga, nah ara harus ngasih saran apa sama dia."


"Bilang aja sama dia, tolak aja perjodohannya udah tau orangnya dingin tapi tetap aja mau nerimaa perjodohan tersebut."


"Kan dia nya nerima karena harus ngebalas kebaikan keluarga nya sama dia lian?"


"Yaah berarti keluarganya nolongin nya gak ikhlas."


"Temen ara udah tau kalau keluarganya nolongin nya karena terpaksa waktu itu,cuma bibi nya aja yang nolongin nya ikhlas dan sayang ke dia, jadi dia tu di ancem kalau sampai di cerai in sama calon suaminya suatu saat nanti jangan harap temen ara bisa kembali kerumah nya, bibinya marah pas suaminya ngomong kayak gitu dan ngancem kalau dia bakalan pergi sama temen ara kalau nanti suaminya gak mau nerima temen ara lagi, dan suaminya bilang terserah, dan temen ara ngerasa gak enak kalau kayak gitu, mangkan nya dia berusaha nerima perjodohan ini dan janji ke pamannya gak bakal ngecewain pamannya, asalkan pamannya jangan kayak gitu lagi sama bibinya."


"Hmmm, sungguh rumitt."


"Iya put bener."


"Gini aja ra, bilang sama temen kamu, kalau dia ikhlas nerima perjodohannya harus baik-baik pas di sana, jangan ngebuat masalah biar gak di cerain nantinya, nurut aja apa kata suami, pokoknya lakuin aja hal yang terbaik, kan salah dia juga kenapa terlalu tergantung sama keluarga dan mau nerima perjodohan tersebut, kalau aku jadi dia sih terserah di usir dari rumah kek, mau di apain, yang penting gak ada yang maksa maksa nikah sama orang yang gak di suka, dan kalau udah ngelakuin semua itu tapi ujung-ujungnya masih di cerain ya udah biarin aja, nah biar gak terlalu tergantung juga sama suami, pas nikah minta buatin usaha seterah usaha apa, yang penting ada penghasilan sendiri, biar pas di cerain ada persiapan.


Menurut aku gitu aja sih.


"Waduhhhhh, liannn gilaaa tumben kamu bijak?"


"Hahahha liann gitu lo." tersenyum dan memaainkan alis.


Emmm masuk akal juga apa yang di omongin lian.


"Udah deh, apaan sih dari kemaren perasaan bahas jodoh jodohan terus, bahas yang lain aja."


"Bener tu kata angel."


"Emang ara punya teman lain ya selain kita??"


"Eh.ehhh.." gugup menjawab.


Ara orang nya kadang suka jujur, kadang juga suka bohong, pokoknya sesuai mood ara aja lah, suka- suka ara.


"Ara kenapa?."


Semuanya sedang melahap bakso.

__ADS_1


"Cerita yang tadi ara omongin itu bukan teman ara, tapi ara sendiri yang mau di jodohin." ngejawab dengan santai.


Hukk,khukk,huk huk..


Hahahaha.


Tertawa dengan serempak.


Ara bingung teman-temannya kenapa.


"Raaa, kalau mau bercanda jangan soal kek ginian."


"Iyaa ra, hahaha."


"Ara serius lo.." ngejawab dengan santai sambil mainin sedotan yang ada di dalam cangkir es teh nya.


Hahahaha.


Tertawa lagi dengan kompak


"Kami gak percaya!!" ngejawab dengan serempak juga.


"Ara seriuss, ara gak bercanda sekarang."


"Gilaa loo raa, di jodohin ama siapa lo?"


"Bukannya keluarga lo baik semua sama lo ra, masa iya tega nge jodohin lo."


"Astaga raa, terus lo mau kayak gimana kedepannya, yakin lo mau hidup sama sama dengan orang yang dingin katamu tadi?"


"Ya ampunn satu- satu nanya nya, ara bingung mau ngejawab yang mana dulu."


"PERTANYAANKU!!" Menjawab serempak


"Kenapa kalian yang heboh sih?"


Sambil tersenyum, padahal ara sendiri bingung dia harus kayak gimana.


"Kamu di jodohin sama siapa ra, namanya siapa, kaya nggak, ganteng nggak?"


"Kalau gak salah namanya Darga wijaya."


"Haa!!" kompak lagi dan lagi.


"Serius ra?"


"Iya, serius, emangnya kenapa, kok reaksi kalian kayak gitu?"


"Ahhhh araaaa.., ara beruntung banget darga itu tampan ra, pengusaha mudaa, raa ayo tukeran posisi, aku mah gak papa di jodohin sama orang yang dingin asalkan itu darga, mana lagi dia kaya, haduhh pasti bahagia hidup ku."


Ara Bingung melihat respon angel, kenapa harus kayak gitu, kayak senang banget kalau bisa nikah sama darga.


"Emang ara udah siap gitu, ngehadapin sikap darga yang dingin gitu."


"Siap gak siap harus siap put." tersenyum.


"Ya udah ra, jadi istri yang baik-baik ya nanti, kalau kamu banyak tingkah entar di cerain ama darga, apa lagi tu orang susah di tebak kayak kamu."


"Hmm iya,iya." tersenyum.


Apa bener dia orangnya susah di tebak,berarti aku harus benar benar paham sama dia, jangan sampai ngebuat masalah dan malu maluin keluarga bibi.


"Yaudah ayo ke kelas lagian gak ke rasa bakso udah habis."


"Yaudah ayo."

__ADS_1


Kembali ke kelas.


BERSAMBUNG...


__ADS_2