
Ara pun sampai di depan gerbang rumah, ara memutuskan untuk berjalan kaki saja ke pintu rumah,ga tau kenapa dia lagi mood aja pengen jalan kaki ke dalam terus ngerasain angin sambil melihat pohon dan bunga yang ada di halaman rumah tersebut,ya walaupun cuma 10 menit.
Di depan pintu.
"Selamat sore nona."
"Hehe iya pak,selamat sore juga."
"Silahkan masuk nona."membuka kan pintu.
"Makasih ya pak,sebenernya sih ara tadi mau ngebuka pintu sendiri,eh malah di bukain sama bapak."
"Tidak apa-apa nona ini memang sudah menjadi tugas saya."
"Oke deh pak,kalau gitu ara masuk dulu ya pak,kalau capek istirahat aja pak."
"Terima kasih nona."
Ara pun masuk ke dalam rumah,dia mencari sosok seseorang di rumah tersebut.
"Mama...maa...?"memanggil.
Ada 1 pelayan yang berlari mendekat ke arah ara.
"Maaf nona muda,apakah ada yang bisa saya bantu?"
"Itu..."
Pelayan tersebut hanya diam menatap ara,menunggu jawaban dari ara.
"Itu,ara mau nanya mama mana?"
"Nyonya?"
Ara mengangguk.
"Oh nyonya sekarang di dapur nona."
"Di dapur?ngapain?"
"Lagi masak."
"Mama masak?"
"Iya non."
"Lah?"bingung.
"Kenapa non?"
"Kenapa mama masak?kan biasanya pak mun yang masak atau nggak pelayan bagian dapur yang masak."
"Kalau masalah itu saya tidak tau non,tapi pelayan dapur bagian nyiapin makanan malam untuk hari ini ga di suruh masak."
"Ohh,ya udah deh,makasih ya."
"Iya non,permisi non."
Tersenyum dan mengangguki.
__ADS_1
Ara pun berjalan menuju dapur,dia belum mengganti pakaian sekolah nya tersebut,masih menyandang tas,dan memakai sepatu.
"ha?"ara kaget.
Mama sama cewek?tu cewek siapa?
"Mama..."
Mertua nya tersebut pun melihat ke arah ara,begitupun cerina.
"Kenapa?"
Ih kok mama jawab nya gitu sih...
Ga kayak biasanya
"Ga ada kok ma,cuma manggil aja."tersenyum.
"Ohh."
Ara pun menatap bingung gadis yang ada di samping mertua nya tersebut,gadis yang mungkin hampir seumuran dengan darga.
"Tee,ini tiara ya?"nunjuk ke arah ara.
"Iya."
"Ohh,halooo."tersenyum ke arah ara.
Dia siapa?
"Ehmm,Halo juga."senyum tapi merasa bingung.
"Tadi mampir dulu ke rumah temen."
"Oh."
Cerina pun berbisik-bisik ke mama nya darga,di depan ara,ara yang hanya melihat itu merasa risih,kenapa harus berbisik-bisik di depan nya.
"Te..kenapa dia mampir dulu ke rumah temen sih,kan udah nikah,ga boleh bebas lah."bisik cerina.
Mama nya darga hanya diam saja tidak menanggapi bisikan cerina.
"Oh iya, ini teman darga waktu masih kecil,sampe kelas 3 sma."
"Ohh."ara hanya nunduk,lesu.
"Iya."
Kenapa mama cuek banget hari ini...kan ga seru..
"Ya udah ma,ara ganti baju dulu ya,nanti ara ke dapur lagi bantuin."
"Ga usah."
"Kenapa ma?kok ga usah?kan ara mau bantuin."
"Biarin cerina aja yang bantu."
"Tapi kan ara mau bantu juga ma..lagian ara ga ada kerjaan juga kalau udah di kamar."
__ADS_1
"Ga usah."
"Ya udah deh ma,Aga nya mana ma?"
"Di ruang kerja nya lagi sama dion."
"Ohh."
"Iya.."
"Ara permisi ya ma,mau ke kamar."
Ara menunggu jawaban dari mertua nya tersebut,tetapi tidak ada jawaban,hanya diam.
Mama kok gitu..jawab iya aja atau apa kek..jangan diam...
Ara pun pergi meninggalkan dapur,dan berjalan lesu menaiki tangga.
Tidak tau kenapa dia merasa badmood,saat mertua nya tersebut cuek terhadap nya,di tambah lagi ada sosok wanita teman masa kecil darga,ara merasa perempuan tersebut tidak terlalu menyukai nya dari sorot mata nya tadi memandang ara.
Ara pun berjalan nunduk,lesu,ke kamar,dia juga melewati ruang kerja darga yang terbuka,dan darga melihat saat ara lewat.
Sampai di kamar.
"Haaa..."merebahkan tubuh nya di kasur.
Teman masa kecil aga?ahh kenapa ara baru tau
Kemaren kemaren ara baru tau kalau aga punya adik perempuan
Sekarang tiba-tiba nongol teman masa kecil aga..
Apa lagi yang belum ara ketahui..astagaa araa..
Ara pun bangun dari posisi rebahan nya tadi.
Dia meletakan tas nya dan melepaskan kaos kaki beserta sepatu nya,dan meletakan nya pada tempat nya.
Ara pun mencari baju ganti,karena dia mau mandi.
Ara memilih hoodie dan memilih celana tidur polos.
Dia pun memutuskan untuk mandi,dan membersihkan tubuh dulu.
Darga Wijaya
Ara
Cerina
Angel
__ADS_1
BERSAMBUNG...