
Ara,angel,brilian,dan juga putri menuju ke kantin setelah di usir dan tidak di anggap di kelas.
Mereka menuju ke kantin dengan gaya seperti biasanya.
Angel dan brilian yang berjalan dengan kepala yang tegak, putri yang berjalan seperti berjalan biasa,tidak sengak tidak tegak tapi pandangan tetap lurus ke depan, sedangkan ara nunduk kayak orang patah leher.
Sampai di kantin.
Mereka memilih tempat duduk yang kosong dan duduk.
"Okee siapa yang mau pesan." tanya angel
"Ga tau." jawab lian.
"Sini biar putri aja."
"Okee."jawab angel
"Lian pesan es teh sama batagor aja deh, ga tau yang lain."
"Oke."
"Aku pesan samaan aja."
"Okee."
Angel, brilian dan putri menatap ara yang dari tadi kenapa hanya diam dan nunduk.
"Ra?"panggil putri.
"Ara?"brilian juga memanggil ara.
"Woi ara!"
"Woi! Kenapa." jawab ara yang kaget,karena suara angel yang sangat nyaring di telinga nya.
"Hahaha." suara tawa dari brilian dan putri.
"Makan tu gas an angel."
"Ya ara ga tau kalau kalian dari tadi manggil ara."
"Lo kenapa sih,dari tadi melamun aja."tanya angel.
"Ini..,itu.."
"Apaan sih yang jelas kalau ngomong tu."
"Ituu..."
"Ra..lo kenapa?kenapa melamun?lagi ada masalah ya?" tanya putri dengan nada lembut.
"Nggakk.."
"Lah kalau gak ada masalah,terus kenapa melamun ra?"tanya putri lagi.
"Laper kali, ingat gak dia waktu itu pernah bilang ke kita di kelas,kalau dia ngelamun tu karena lapar."jawab brilian
"Ara lapar?kalau lapar, ara mau pesan apa?biar bisa makan,putri bantu pesenin."
"Tapi...,itu..." berbicara sambil nunduk.
"Lo apaan sih dari tadi kagak jelas perasaan,kalau laper bilang,kalau ada masalah ngomong, jangan a e a e a e aja, kami ga paham."
__ADS_1
"Gak usah ngeggas terus, bisa bisa kami kenyang gara-gara makan gas an lo aja di kantin." jawab lian.
"Ya salah siapa coba, gue gak bakalan ngegas kalau gak di pancing duluan."memutar mata malas.
"Udah deh..dari pada bikin ribut, ara balik aja ya ke kelas.."jawab nya pelan.
Angel yang tadi memutar mata malas,langsung melihat ke arah ke 2 temannya yang sedang juga menatap ke arah nya.
"Siapa yang ribut coba?"jawab angel.
"Iya ra,gak ribut kok,ara kenapa sih?kok lemes amat,ara kenapa?ngomong dong?jangan kayak gini."
"Ara tu kenapa sih ra?"tanya lian.
"Itu..."
"Tuh kan,dari tadi itu itu aja,jangan mancing emosi angel dong ra,bilang kalau ada masalah."
"Ara gak bawa uang jajan..." bicara dengan nada pelan,tapi bisa di dengar oleh ke 3 temannya.
"Yaaaaaaa ammpunnnnnnnn."jawab lian.
"Ara kenapa ga bilang dari tadi.."jawab putri juga.
"Lo harus tau ya ra,harus tau banget,jantung gue ni udah dag deg dag deg dari tadi,gue tu panik,panik,tauu nggak, gue kira lo kesinggung sama gue,karena nge bentak lo."
"Maaf."
"Lo kenapa ga bilang kalau ga bawa uang jajan,kan kita bisa beliin ra."
"Ya ara malu bilang nya,ga enak juga sama kalian."
"Kenapa harus malu coba?kita kan temen,ga usah gengsi ra, biasa aja."
"Lian mau nanya kenapa ara ga bawa uang jajan, biasanya ara gak pernah tu gak bawa uang jajan."tanya lian
"Udah lah ra,ga usah di ladenin,ara ga usah juga jelasin."
"Ya gak papa kalau ara mau jelasin,lagian aneh tau nggak, biasa nya gak pernah lupa bawa uang jajan,lah sekarang?kenapa bisa lupa."
Tolong,tolong beri saya teman yang mempunyai rasa kemanusiaan sedikit.
Yang peka, dan yang perhatian.
Jangan yang seperti ini,bar-bar dan ngeggas.
Gumam putri.
"Dah lah ra ga usah di dengerin,ara mau pesan apa?"
"Kalian mau dengar penjelasan nya ya?"
"Behhh iya ra, mau bangett." jawab lian.
Putri hanya memandang malas ke arah lian, lian membalas nya dengan senyuman, dan angel hanya diam menunggu ara melanjutkan untuk menjelaskan.
"Jadi gini,biasa nya kan ara di kasih uang jajan sama bibi ara tanpa di minta, nah ara kan sekarang udah nikah, nah ara tu baru sadar pas duduk di sini tadi kalau ara merasa ada yang gak lengkap gitu,dan ternyata benar, ara ga bawa uang jajan, ara juga ga kepikiran pagi tadi mau minta uang jajan sama darga, lagian kalau ada kepikiran ara juga ga mau,malu soalnya.."
"Ya kenapa harus malu,kan suami sendiri."jawab lian
"Ya kan mereka baru nikah brilian.."jawab putri.
"Ga usah malu ra, biasa aja, bilang aja, ayangg..minta uang..buat uang jajan hahahahahahah."
__ADS_1
"Gila lo ga ada akhlak,lebay njink."
"Hahahaha ngakakk ***."
"Dih kalian malah bercanda,ara beneran malu, ara juga gak mau minta, kalau di kasih ya baru ambil."
"Iya deh ra,sebaik nya jangan, kan sekarang dia aja nganggep kamu suka harta nya."
" tapi apa salah nya put?minta uang jajan ke suami sendiri?kalau sekarang bukan dia yang kasih,terus ara jajan di sekolah pakek apa?daun?" ketus lian.
"Ya gak juga gitu lian brilian, kan jadi laki tu harus peka, udah tau ara mau sekolah ya pasti di sekolah bakalan ada kantin, kalau ada kantin ya pasti ada aja kan yang mau di makan or di beli".jawab putri yang tidak mau kalah debat.
"Tau ah gelap."
"Mulai besok bawa bekal."
Ara,brilian,dan putri saling tatap melihat ke sumber suara barusan.
"Maksud lo apaan he?"tanya lian.
"Bawa bekal besok dan seterusnya sampek si dingin udah peka,dan ara dapet uang jajan."
"Gila lo, jangan kan mau siapin bekal,gue nyusun daftar pelajaran aja kadang gak sempet."
"Yang ga bawa bekal ga usah makan, kalau dia ke kantin fiks cukup sekian dan terima kasih."ketus angel.
"Kan bisa minta di siapin sama bik ani(pembantu di rumah brilian) di rumah."jawab putri
"He iya ya lupa."
"Dih."
"Tapi kalau lupa gimana njel?bagi-bagi aja ya bekal hehe."
"Nggak boleh, no bagi-bagi."
Brilian menghembuskan nafas pelan.
"Gini amat nasib gua.."
"Ga usah biarin ara aja yang bawa bekal,kalian gak perlu."
"Nah kan gitu enak."jawab lian.
Sinar leser,mata yang tajam,yang mengisyaratkan seperti mau membunuh ter arah ke arah brilian.
"Eh maksud brilian gak gitu ra,gak papa kok bawa bekal kita gak keberatan suer hehe."
"Gimana ra?"tanya angel
"Apa nya?"
"bawa bekal."
"Kalian gak keberatan?"
"Gak lah,malah lebih keberatan jika tiap sekolah harus bayarin lo."
"Dih."
"Hahaha."tertawa kompak.
Sebenarnya mereka bertiga tidak keberatan jika mau membayar jajan ara setiap di sekolah, ya kali kaya tapi pas teman susah malah pelit.
__ADS_1
Mereka hanya tidak ingin ara merasa tidak enak terus kepada mereka hanya karena mereka membayar jajan nya setiap di kantin.
BERSAMBUNG...