
Di depan gudang.
"Aga, ini gudang nya ya?" nunjuk ruangan yang ada di depan mereka, ruangan yang tertutup.
"Hmm."
"Terus isi di dalem gudang ini apa aja aga?"
"Kalau mau tau ya masuk."
"Gak,gak,gak aga, ara gak mau masuk."
"Kenapa?"
"Kan udah di bilangin ara mau cepat cepat liat ke tempat lain."
"Oh."
"Iya aga."
"Ya udah kalau gitu ayo jalan ke tempat lain."
"Oke."
Darga dan ara pun kembali berjalan berdua mengelilingi rumah.
"Aga.."
"Hmm."
"Aga tadi belum jawab pertanyaan nya ara lo?"
"Pertanyaan yang mana?"
"Itu lo aga, yang tadi di depan gudang."
"Yang mana?" menatap bingung ara.
Astaga aga jangan natap ara kayak gitu...
Ara malu..
"Itu,ituu..aga.." gugup sambil mengigit bibir bawah nya,dan memutar bola mata nya ke atas ke bawah.
"Apaan sih."
"Itu.."
"Apa?" sambil berjalan
"Ara kan tadi nanya ke aga, apa aja yang ada di dalam gudang?"
"Ya barang-barang yang gak di pakai lagi lah."
"Lah?kenapa di simpan di gudang, gak aga bagiin aja ke pelayan atau penjaga di sini, mungkin mereka bakalan senang."
"Males ngejelasin sama kamu."
"Kok males?"
"Gini ya, kalau mau ngasih orang tu kalau ada yang bagus kenapa harus ngasih yang bekas?"
"Lah kan dari pada gak di pakek,di simpen di gudang."
Darga hanya diam tidak menjawab.
"Kok aga diam."
__ADS_1
"Malas debat sama orang nyinyir."
"Apaan sih aga." memukul lengan Darga
"Berani ya nyentuh saya."
"Bukan ara kok."
"Kamu!"
"Bukan ara aga, tangan ara yang mukul aga."
Diam tidak menjawab
"Kalau mau marah jangan marah ke ara, marah nya ke tangan ara aja."
"Hmm."
Darga dan ara pun berjalan menuju kolam renang yang ada di rumah Darga.
"Wahh agaaa."
"Apa?"
"Bagus banget aga kolam renang nya, kenapa ara baru tau sekarang kalau di sini ada kolam renang."
"Hmm."
"Aga sering renang di sini."bertanya kepada darga.
"Hmm."
"Enak ya jadi orang kaya, kolam renang pun bisa buat sendiri."
Kan dugaan saya gak pernah salah, mungkin dia menikahi saya karena suka dengan harta saya!
"Nggak."
"Lah terus siapa lagi? Mama?"
Darga menggelengkan kepala
"Papa?"
Darga menggelengkan kepala lagi
"Lah?"bingung.
"Adik ku."
"Ha!!"kaget.
"Apa?" melihat ke arah ara.
"Aga punya adik."bertanya dengan mengerutkan dahi nya.
"Hmm."
"Cewek atau cowok?"
"Cewek."
"Kenapa ara gak pernah liat, terus pas aga pertama kali nya ke rumah bibi sama papa dan mama aja."
"Ya karena dia sekolah di luar negeri."
"Wah pantesan ara gak pernah liat,kelas berapa sekolah nya?"
__ADS_1
"Sama kayak kamu."
"Ohh."
"Hmm."
"Dia sering pulang ke rumah nggak aga?"
"Ya kapan aja dia mau."
"Lah?"
"Kalau dia mau pulang tinggal nelpon ke sini, entar di jemput pakek pesawat pribadi."
"Anjirrrr, pesawat pribadi."
"Kenapa?"
"Gak apa apa kok."
"Lusa mungkin dia pulang."
"Kok aga tau?"
"Ya dia kemaren nelpon."
"Nama nya siapa aga?"
"Diyaa."
"Ohh."
"Hmm."
Ara pun melihat melihat pemandangan yang ada di dekat kolam, awan yang putih dan langit yang biru, di tambah dengan angin yang sejuk.
"Wah aga, enak kalau tidur di sini, sejuk."
"Hmm."
"Lain kali kita tidur di sini aja aga, sekali-kali."
"Ya kali tidur di sini, kamu sendiri aja, gak usah ngajakin saya."
"Ya udah kalau gak mau ara gak maksa."
Ada-ada aja
"Ya udah ayo keliling lagi."
"Sudah ini kita kemana aga?"
"Halaman rumah aja."
"Oh yang ada di depan rumah kan, yang luas banget penuh dengan pohon sama bunga."
"Hmm."
"Ya udah ayo aga sekarang aja."
"Hmm."
Mereka pun berjalan meninggalkan kolam renang tersebut.
Dan menuju ke halaman rumah.
BERSAMBUNG...
__ADS_1