Dingin Tapi Bucin

Dingin Tapi Bucin
Bohong


__ADS_3

Setelah 25 menit naik ojek akhirnya ara pun sampai di rumah angel.


Di depan gerbang rumah angel sudah ada 3 perempuan yang menunggu,tentu saja itu adalah brilian,putri,dan angel yang lagi menunggu ara.


anggep aja nunggu di depan rumah


putri,angel,brilian.



"Loh kok ara naik ojek,putri ngira ara gak mau barengan pergi gara-gara di antar sama asisten nya Darga atau supir di sana."


"Dih kalian kan tau sendiri, ni anak gak suka amat sama mobil gak tau juga kenapa."


"Ara yang naik ojek, ara yang gak suka naik mobil, kenapa kalian yang sewot coba?"


"Dih kan ni anak belum juga beberapa menit ketemuan udah ngeggas aja."


"Ya mau gimana lagi coba,kalau emang udah bawaan suka ngeggas pengen nya ngeggas mulu."


Ara pun turun dari ojek tersebut.


"Hai,udah lama nungguin ara?"



"Iya ra lama bener, 2 abad nungguin kamu aja."


"Dah lah ra gak usah di ladenin tu orang."


"Dih apaan sih."


"Biasa orang yang mau ngelucu, tapi gak lucu,garing."


"Bodoh amat gak peduli."


"Apaan sih!" membentak.


"Ett dah busett perasaan dari tadi ngeggas mulu."


"Salah kalian juga sih, kenapa malah jadi ribut-ribut di sini, mendingan masuk ke dalam,panas tau."


"Iya iya ratu angel, mari kita masuk ke rumah mu."


"Apaan sih alay banget lian."


"Ya udah ayo masuk njel kenapa malah saling tatap."


"ayo."


Mereka pun masuk ke rumah angel.


"Njel mama sama papa kamu mana?"


"Lagi ga ada di rumah."


"Mereka ke mana?"


"Ke luar negeri kemaren, ada urusan kata nya."


"Kenapa kamu nggak ikut?"


"Dih apaan sih lian banyak banget pertanyaan,males angel tu ngejawab nya."


"Gak boleh gitu njel."


"Iya iya maaf put, ya udah ayo lian mau nanya apa lagi sama angel."


"Kenapa kamu gak ikut?"


"Ya kali angel ikut, berarti angel gak sekolah besok, angel mah lebih milih sekolah, bosan juga kali ikutan terus ke luar negeri."


"Berarti kamu sendirian di rumah?"


"Hmm."


"Wah boleh nginep dong."


"Tentu lah, malahan angel baru aja mau nawarin."


"Put,ra,ayo nginep aja please.."


"Iya iya putri ngikut lian aja."


"Ra?"


"Hmm?"


"Mau ikutan nginep nggak."


"Ara gak bisa ikut, maaf ya." tersenyum


"Lah kok ara gitu."


"Ara kan udah nikah lian, ara gak bebas kayak dulu lagi."


"Iya juga sih.."


"Iya maafin ara ya."


"Gak papa kok ra kami ngerti kok kenapa ara gak bisa ikut."

__ADS_1


"Iya ra."


Angel menganggukan kepala nya.


"Makasih ya, lian,put,angel."


"Iya ara."


"Ya udah deh ayo langsung ke kamar aku aja."


"Iya ayo, lian dari tadi udah capek, mau rebahan."


"Bentar, biiii."


Langsung ada wanita yang berlari mendekati mereka.


"Iya non."


"Bi,bibi bikinin minuman ya sama cemilan buat angel sama teman angel."


"Oh siap non, nanti bibi antar ke kamar non ya?"


"Iya bi ke kamar angel."


"Cemilan nya mau manis atau asin non."


"Terserah bibi aja deh."


"Oke non."


"Kalau bisa sih ada yang manis ada juga yang asin."


"Astaga lian, gak boleh kayak gitu." memukul bahu brilian.


"Ya lian kan hanya ngasih saran aja."


"Tidak masalah, bibi akan buatkan."


"Makasih ya bi." ara tersenyum


"Iya kalau gitu saya permisi ya."pergi meninggalkan angel dan teman-temannya.


"Lian lain kali jangan kayak gitu ya gak boleh, gak sopan."


"Iya nih si lian,pas di rumah bibi nya ara juga kayak gitu."


"Ya maaf, jiwa bar-bar ku tidak bisa di tahan wahai sahabatku."


"Ya udah deh ayo ke kamar."


Mereka ber 4 pun menuju ke kamar nya angel.


Setelah sampai di kamar angel, mereka pun masuk dan menganggap seperti rumah sendiri, ada yang berbaring di lantai, ada yang duduk di tempat tidur, dan ada duduk di lantai."


"Hahah lian."


"Eh ra, kenapa kamu ngajak kumpul."


"Nah iya ra hampir lupa nanya ke kamu."


"Ara cuma mau kumpul aja sama kalian, bosen di rumah."


"Bohong."


"Gak kok."


"Bohong."


"Nggak."


"Dah lah ra kami ni tau kalau kamu tu suka mendem sendiri."


"Iya ra."


"Ceritain aja napa, ujung-ujung nya juga pasti masih di ceritain, kan percuma aja mendem."


"Iya ra."


"Apa sih kambing iya iya aja dari tadi." melempar dengan bantal.


"Sakit njel."


"Dih bohong juga ya lo, ngikut-ngikut si ara."


"Sakit beneran."


"Nyenyenye, masa iya kena bantal lembut kayak gini bisa sakit."


"Hehehe."


"Dih serem tau kalau kamu ketawa."


"Teman laknat ya kamu."


"Ya maaf put."


"Ayolah ra ceritain."


"Oke deh ara cerita sekarang."


"Nah gitu."

__ADS_1


"Ara sakit hati dengan kata-kata Darga."


"Ha! Dia ngomong apaan sama lo!" Angel


"Emang nya dia ngatain kamu apa ra?" Putri


"Ahh gak bener ni, teman kita sakit hati, masa iya kita diemin aja." Brilian.


"Ya ampun deh kebiasaan kalau ara mau curhat kalian udah nyinyir duluan, ara kan bingung mau ngomong apa."


"Ceritain."


"Darga bilang kalau ara suka harta."


"Terus terus?"


"Ara sakit hati,lalu ara jawab iya biar dia nya puas."


"Wah ra kenapa kamu jawab kayak gitu, kan dia malah tambah ngeanggap kamu suka harta nya."


"Iya ra,coba ara jelasin baik-baik kalau ara gak suka harta, dia salah paham."


"Ya mana sempat, ke buru emosi."


"Jadi sekarang gimana?"


"Ya gak tau, pas dia bilang kayak gitu ara iyain terus ara tinggalin dia, terus ara nitip izin sama mama biar mama kasih tau kalau ara keluar minta izin."


"Terus nanti kamu mau ngadapin Darga gimana?"


"Nah itu yang dari tadi ara pikirin, ada yang bisa kasih saran?"


"Coba putri mau nanya, sikap ara ke dia selama ini kayak gimana?"


"Ya ara baik sama dia, gak tau kenapa saat dekat sama dia ara pengen nya ngomong terus gak mau diem."


"Ara cuekin aja dia."


"Gila lo spontan amat."


"Menurut lian sih cuek in aja lah ra, ubah sikap kamu kayak marah sama dia karena dia udah ngatain kamu suka harta padahal nggak, lihat aja nanti reaksinya kayak apa, pasti bingung kenapa sikap kamu berubah."


"Ara tu gak bisa nyuekin Darga."


"Lah kok gak bisa."


"Gak tau njel, gak bisa, ara mau kesini juga karena gak tau mau ngadapin darga kayak gimana."


"Jangann jangan lo udah mulai ada rasa ra sama dia."


"Hmm."


"Tuh kan bener."


"Sejak kapan lo udah mulai suka sama dia."


"Gak tau."


"Lah kok gak tau."


"Kenapa jadi bahas itu, nanti aja, ara bingung mau ngapain."


"Ya gini aja deh, ara adepin aja dia semau ara,dan terserah ara mau kayak gimana,ara mau cuek ke dia, ara mau ngejelasin, atau ara mau kayak gimana, kayak gitu aja,karena ara harus ngadepin nya sesuai maunya hati ara, jangan karena nurutin saran kami malah ngebuat ara jadi bingung,terus juga bahaya kalau ara nurutin saran kami terus tiba-tiba karena ngikutin saran kami ara malah tambah ngebuat Darga berpikir yang nggak-nggak."


Putri dan brilian bertepuk tangan pelan.


"Apaan sih." malu


"Iya deh nanti ara pikir-pikir lagi."


Tok.tok.tok suara ketukan pintu.


"Permisi non,ini minumannya."


Lian pun membuka pintu dan bibi di rumah angel pun masuk.


"Ini non minumannya dulu, cemilan nya nyusul."


"Eh iya makasih ya bi."


"Mau taro di mana?"


"Sini aja bi." menepuk lantai.


"Ha?"


"Iya bi di sini aja."


"Beneran tidak apa-apa non."


"Iya...bi."


"Oke."meletakannya di lantai.


"Kalau gitu saya permisi ya non."


"Oke bi."


"Iya non."pergi dan keluar dari kamar


Lian pun menutup pintu kamar, lian yang mau buka berarti lian juga yang harus tutup begitu lah salah satu aturan persahabatan mereka.

__ADS_1


BERSAMBUNG...


__ADS_2