Dingin Tapi Bucin

Dingin Tapi Bucin
Belum Percaya Sepenuhnya


__ADS_3

Sekitar pukul 08 malam darga dan cerina baru pulang ke rumah.


Cerina membawa beberapa belanjaan nya.


"Mama mana?"tanya darga ke pelayan rumah.


"Nyonya sedang di kamar nya tuan."


"Oh."


"Iya tuan.."


"Dia kemana?"tanya darga lagi.


"Dia?"bingung dengan pertanyaan darga.


"Sudah lupakan saja."


"Baik tuan."


Darga pun pergi meninggalkan pelayan tersebut,sedangkan cerina masih saja mengikuti langkah nya.


"Kamu ngapain?"tanya darga.


"Emang nya aku ngapain dar?"tanya balik cerina.


"Kamu kenapa ngikutin terus dari tadi?saya mau ke kamar."


"Oh maaf."


"Hmm."


Cerina pun diam di tempat saat darga melangkah kah kaki nya lagi.


Darga menuju ke kamar nya dan tidak melihat sosok yang biasanya berbaring di tempat tidur ataupun berbaring di sofa.


Ga ada?


Darga pun langsung mengecek kamar mandi,dan tidak menemukan ara.


Darga pun pergi keluar kamar lagi dan ke kamar mama nya.


Tanpa mengetuk pintu darga langsung masuk menerobos ke kamar mama nya.

__ADS_1


"Ma."


"Eh,ya ampunnnn,kamu ini darga..."mama darga yang kaget saat darga memanggil nya ketika dia sedang memainkan ponsel nya.


"Dia mana?"


"Ha?"


"Dia mana kok ga ada di kamar?"


"Oh ara..."


"Hmm."


"Ya mama ga tau,tadi sih masih nungguin kamu di meja makan pas makan malam,kamu nya ga balik-balik,terus mama duluan ke kamar."


"Oh."


"Iya ga.."


Darga pun langsung keluar dari kamar mama nya tersebut.


"Darga darga,untuk kali ini mama beneran ga ngerti sama sikap kamu...pas ngilang pasti kamu cari kemana-mana,panik,pas dia ada di dekat kamu..malah kek ga kamu hargai nak...mama harap kamu untuk kedepan nanti ga bakalan salah ambil keputusan."


Darga kembali lagi ke kamar nya, dan duduk di sofa.


Darga berpikir sebentar,dan dia ingat kata-kata yang waktu itu dia katakan kepada ara.


Dan dia langsung keluar lagi dari kamar nya.


Ha......ternyata di sini...


Darga menghembuskan nafas lega,saat melihat ada kaki yang berjuntai di sofa sedang menonton tv.


Darga pun mendekati ara yang sekarang sedang berada di dalam ruang untuk menonton tv yang darga katakan waktu itu padanya.


"Tidur?"darga kaget melihat ara yang sekarang ternyata terbaring di sofa yang lebih luas dan besar dari tubuh ara.


Masa saya harus ngegendong dia ke kamar?


Tapi kan ga mungkin juga saya ngebiarin dia tidur di sini


Kalau saya bangunin kasian..

__ADS_1


Darga pun bingung harus bagaimana dan akhirnya dia memutuskan untuk menggendong ara.


Ya udah deh gendong aja,lagian kan cuma ngegendong gak lebih.


Darga mematikan tv tersebut dan menggendong tubuh ara ke kamar mereka yang cukup lumayan jauh jarak nya dari kamar mereka..


Pelayan yang masih bekerja dan masih melaksanakan tugas mereka tersenyum manis melihat darga yang menggendong tubuh mungil ara..


Di dalam pelukan darga dan gendongan darga saat menuju ke kamar ara sempat berbicara saat tidur..


"Aga...aga kemana...aga kemana sama si cerina itu..kalian pergi berduaan..terus belum pulang..ara bosan di rumah...sedangkan aga pergi berduaan sama perempuan..ara tu cemburu.." berbicara pelan dan tidak sadar.


Walaupun suara ara tidak terlalu besar tapi darga bisa mendengar apa yang ara katakan.


Darga hanya diam dan tidak bereaksi apapun.


Setelah sampai di kamar darga meletakan ara di kasur dan melepaskan sendal yang tidak nyaman saat ara pakai.


Darga menyelimuti ara dan membungkuk memandang wajah ara sebentar.


Aku ga tau aku harus kayak gimana


Di satu sisi aku belum percaya sepenuhnya sama kamu


Di sisi lain aku ga tau,dan aku bingung juga dengan perasaan ku


Aku harap aku bisa secepatnya sepenuhnya percaya sama kamu sebelum aku menyesal nanti


Setelah menatap ara sebentar darga merasa kaget sendiri dengan kata-kata yang keluar sendiri dari mulut nya tadi.


Apa yang aku katakan tadi!


Darga pun langsung membersihkan diri nya,dan menghidupkan ponsel nya yang dari siang sudah dia matikan daya.


BERSAMBUNG...


Darga



Ara


__ADS_1


__ADS_2