
Ara pun berjalan menuruni tangga dan menuju ke dapur,sudah ada beberapa pelayan yang sibuk di dapur menyiapkan sarapan ada juga yang merapikan meja makan.
"Eh nona muda,pagi non."
"Iya pagi."tersenyum.
"Nona muda ngapain non,mau masak bekal buat tuan Darga lagi ya?"
"Ga kok bi,ga di bolehin sama dia,kata nya ga usah."
"Ohh,terus kalau saya boleh tau nona mau ngapain di sini."
"Mau masak."
"Masak buat sarapan pagi hari ini ya non."
"Iyalah bi,masa masak hari ini,makan nya besok."
"Nona ga usah repot-repot non,kan ada kami di sini yang nyiapin sarapan."sambung salah satu pelayan yang lain.
"Tapi saya mau bantuin."
"Ga usah non, biarin kami aja ya non,non kan hari ini sekolah,nona muda siapin untuk sekolah aja."
"Tapi kan....ya udah deh ara balik aja lagi ke kamar."
"Iya non,maafin kami ya non,kami cuma ga mau non repot aja nyiapin sarapan."
Tapii kan ara ga ngerasa kok di repotin..
"Ya udah deh,ara balik ke kamar aja deh."
"Iya non."
Ara pun kembali lagi naik ke atas karena di dapur tidak ada yang membiarkan nya masak,dan tidak ada yang memperbolehkan dia membantu.
Ara pun masuk ke kamar lagi.
"Kenapa balik?kata nya mau bantu di bawah."
"Ga di bolehin sama pelayan."
"Udah di bilangin ga usah,ga usah,malah ngeyel."
"Tapi kan ara bosan."
"Bosan bosan,belajarrr sanaa,jangan main handphone terus,perasaan semenjak di sini saya nggak pernah ngeliat kamu belajar atau buat pr."
"ihh aga mah marah-marah kayak ayah tirii ajaa."
"Tuh kan di bilangin malah ngeyel."
__ADS_1
"Ngeyel apaan,tugas aja ga ada yang di kasih guru."
"Ya ada atau nggak ada harus tetep belajar."
"Ga mau,G-a m-a-u,Ga mau."
"Terserah."
Ara pun tidak menjawab Darga dia malah sibuk mondar mandir menyiapkan pakaian sekolah nya.
"Aga..."
"Hmm."menjawab sambil memainkan ponsel nya di tempat tidur.
"Aga ngeliat sweater ara nggak yang warna biru tua,kemaren ara taro di sini tapi kok ga ada ya."nunjuk ke arah tempat di atas untuk menyetrika.
"Ga liat."
"Terus kemana?kok bisa ilang."
Darga hanya diam sibuk memainkan ponsel.
"Agaa!"
"Hmm."masih sibuk memainkan ponsel nya.
"Sweaterr ara kok ga adaa,kemanaaaa."
"Ga tau."
Darga hanya diam.
"Ahhh di manaaa....ahh,ihh nangis nihhhh."mengusap air mata nya.
Heeeee.....hiks hiks.. Ara menangis sambil sibuk mondar mandir.
"nangis?"
"Ga!ketawaaa!"
Darga mengerutkan dahi nya menatap ara.
"Ahhh kemanaa sih,ara tu inget benerr kalau sweater ara tu ara taro di situ."
"Coba inget-inget lagi."
"Ga agaa...ara inget ara taro nya di sana."
darga pun mematikan ponsel nya dan ikut membantu ara mencari nya.
Setelah 25 menit mondar mandir di kamar,akhirnya salah satu dari mereka menemukan sweater tersebut,yang terselip di dekat meja rias ara.
__ADS_1
"Ini?"tanya darga ke ara,sambil menunjukan sweater tersebut ke arah ara.
"Nah iya!"ara langsung berlari mendekat ke arah Darga,karna ara tadi berada di belakang pintu mencari sweater nya.
Darga pun melemparkan sweater itu ke wajah ara yang sudah basah gara gara nangis.
"Mangkannya cari dulu yang bener,baru nangis."
"Agaa...."tiba-tiba memeluk Darga.
Darga tersentak kaget karena ara memeluk nya secara tiba-tiba.
Darga ingin melepaskan pelukan tersebut tetapi dia merasa tidak tega karena ara sedang menangis.
"A,a,aga..."bicara dengan tersendak-sendak karena menangis.
"Hmm."
"Makasih ya..."
"Ha?"bingung
"Makasih karena udah nemuin sweater ara."
"Apaan sih lebay amat."
Ara pun melepaskan pelukan nya ketika Darga mengatakan bahwa ara lebay.
"A,a,agaa..ini tu sweater yang di kasih sama bibi ara,ya walaupun masih banyak barang yang di kasih sama bibi,tapi ara ga rela kalau itu ilang,ara harus ngejaga baik-baik."
"Ohh."
"Ya udah maafin ara,karena ara tiba-tiba meluk aga."
"Hmm."
"Ya udah ara mau mandi dulu."
"Hmm,apus dulu tu ingus."
Ara langsung memegang hidung nya dan merasakan apa bener ada ingus.
"Agaa...ih..apaan sih,ga ada ingus nya."
Darga hanya diam dan kembali duduk lagi ke tempat tidur.
BERSAMBUNG...
Darga
__ADS_1
Ara