Dingin Tapi Bucin

Dingin Tapi Bucin
Nginep


__ADS_3

Setelah menutup pintu kamar,lian pun duduk di lantai bersama dengan 3 sahabat nya yang tadi juga sudah duduk di lantai.


"Eh ra, ara beneran gak mau nginep di sini aja."


"Iya ara beneran, ara gak enak sama mertua ara,pas mau kesini aja ara ada rasa gak enak sih pas mau izin."


"Ya udah deh ra, maaf ya kami gak bisa kasih kamu saran tentang masalah yang ngebuat kamu sedih, soalnya kami takut nanti salah kasih saran,malah jadi ngebuat kamu sama Darga tambah jauh."


"Iya ra maaf ya."


"Gak papa kok sans aja sama ara."


"Iya deh ra."


"Ya udah ayo minum."


Mereka pun meminum minuman yang tadi telah di buat oleh pembantu di rumah angel, dan setelah beberapa menit kemudian pembantu tadi kembali mengantar cemilan juga, mereka pun menyantap nya sambil ngegosip.


Hari sudah mulai sore ara pun bergegas pulang.


"Eh udah jam 5 aja, gak kerasa ya."


"Ha!"


"Apa sih ra."


"Serius lo put udah jam lima."


"Lah iya lah."


"Kok baru bilang sekarang."


"Eh ra emang lo ada nanya sama putri jam berapa, mangkannya kalau mau keluar pakek jam biar tau, atau sering sering liat ponsel biar keliatan jam berapa."


"Ye elah lo mah ngeggas mulu njel."


"Lah lo aja dari tadi nyolot mulu, gua ngomong nya sama ara, kenapa lian yang nyolot."


"Udah dah kok jadi ribut sih."


"Apaan sih put, yang ribut siapa coba."


"Kalian berdua lah."


"Dih siapa yang ribut, kita ribut ya njel?"menatap angel sambil menaik-naiki alisnya


"Nggak kok."


"Ya udah deh kalau gitu ara pamit pulang ya."


"Lah kok pulang sekarang, kenapa gak malem aja."


"Ya gak enak lah sama mertua sama Darga masa iya ara pulang malem lian."


"Eh iya ya,lupa ra kalau kamu udah nikah."


"Ya udah deh ara permisi ya."


"Bentar *****, biar kami antar sampek gerbang."


"Eh gak usah biar ara sendiri aja."

__ADS_1


"Dih apaan."


"Ya udah kalau kalian mau nganter sampek gerbang."


"Eh btw kamu pulang nya naik apa ra, ojek?"


"Iya."


"Dih ni anak betah amat naik ojek."


"Ara yang naik kenapa kalian yang sewot."


"Iya deh ra, suka-suka ara."


"Ara gak mau di anterin sama kita gitu,kalau mau kita anter pakek mobil putri aja."


"Gak usah, makasih udah nawarin."


"Oke deh."


Mereka pun turun ke bawah dan langsung mengantar ara di depan gerbang dan berusaha tidak memaksa untuk mengantarnya pulang.


"Ya udah kalau gitu ara pamit ya tu ojek nya udah dateng."


"Iya ra hati-hati ya."


"Iya, makasih ya untuk hari ini."


"Iya ra."


"Ya udah pak ayo jalan."


"Oke."


Sebelum ara sampai di rumah darga lah yang duluan sampai di rumah.


Dan darga langsung masuk ke dalam, dan langsung masuk ke kamar.


Dia kemana?kenapa gak ada.


Darga pun mencari ara di dapur,kolam renang,sama ruang santai dan ternyata tidak menemukan ara.


Kenapa saya harus panik seperti ini.


Dan mama ara pun datang menjenguk darga yang terduduk di ruang santai, dia bingung ada apa dengan anak nya itu.


"Dar..darga kenapa nak?"


Darga langsung berdiri ketika mendengar suara mama nya.


"Ma, dia kemana?kenapa gak ada di kamar?"


"Siapa?"


"Ya dia lah mah."


"Ara?"


"Hmm."


"Dia tadi keluar, kata nya mau kumpul sama temannya."

__ADS_1


"Kenapa gak izin?"


"Dia nya gak mau izin sendiri sama kamu, dia nya malah nitip izin sama mama."


"Nitip izin!?"


"Iya nitip izin."


"Ya sudah biarin aja mau kemana dia gak ada urusan nya juga sama darga,terserah,lagian dia cuma suka harta darga aja kenapa darga harus bahas bahas tentang dia."


"Gak boleh gitu nak, ara anak baik-baik kok."


"Mama yakin kalau dia anak baik-baik."


"Iya mama yakin."


"Tapi darga gak yakin."


"Gak boleh kayak gitu darga, gimana kalau dia gak suka harta darga, di saat darga mulai menyadari itu ara udah ninggalin darga?darga gak nyesel."


"Kenapa harus nyesel, darga yakin kalau dia emang suka harta."


"Dar.." terhenti karena terpotong oleh darga.


"Sudahlah ma darga mau istirahat ya,mama jangan lupa juga ya istirahat sebentar."


"Hmm,iya nak."


Setelah beberapa menit berbincang dengan ibu nya, darga pun kembali ke kamar nya dan merebahkan tubuhnya.


Ara yang tadi naik ojek sudah sampai di rumah, dan dia berlari dari gerbang ketika mau masuk rumah karena dia takut nanti darga sudah pulang duluan.


"Nona, nona muda kenapa lari-lari."


"Eh,pak ara boleh..boleh nanya gak."nafas nya masih belum teratur karena baru saja dia berlari.


"Tentu saja nona."


"Darga udah pulang belom?."


"Oh tuan muda, iya dia sudah pulang nona beberapa menit yang lalu."


"Haduh haduh.." berlari.


Nona muda kenapa?


Ara pun langsung berlari masuk ke kamar,di ruang santai tidak ada orang mangkannya dia langsung terobos aja masuk,gak nyapa dulu.


Ara pun mengetok pintu.


Tok.tok.tok, "aga .."


Gak di jawab.


Kenapa saya manggil manggil dia. Gak guna juga dia kan lagi marah percuma ngomong gak bakalan di jawab.


Eh eh tapi tunggu dulu?yang seharusnya marah kan ara?ara yang di tuduh yang nggak nggak.kenapa dia nya yang marah?.


terus kenapa ara harus main ketok pintu dulu,troboss aja lah ahhh.


Ara pun membuka pintu kamar dan melihat bahwa di tempat tidur mereka darga sudah berbaring.

__ADS_1


BERSAMBUNG...


__ADS_2