Dingin Tapi Bucin

Dingin Tapi Bucin
Risih


__ADS_3

Setelah darga sampai di ruang pakaian tersebut, darga pun mau mengambil baju nya ara.


"Apakah dia tidak memiliki baju yang model bagus sedikit, punya nya hanya baju kaos dan sweater, itupun ada yang warna nya sudah kusam."


Darga pun memilih baju ganti ara.


Darga memilih sweater dengan celana pendek, karena menurut Darga itu pas untuk ara kalau di pakai untuk malam hari.


Darga pun memberikan pakaian tersebut ke ara.


"Hei, ini pakaian mu, ambil."


Hanya mengeluarkan tangan saja, dan mengambil pakaian tersebut.


Beberapa detik kemudian, sebelum darga mau balik ke kasur sambil nunggu ara keluar.


"Aga.." memanggil lagi.


Walaupun suara nya kecil dan lembut, darga bisa mendengarnya karena ruang kamar mereka sunyi.


"Ada apa lagi?" berbicara dengan keras, agar ara yang tadi di kamar mandi bisa mendengar suaranya.


"Aga..pakaian dalam nya mana?"


Ha? Apakah dia sebagai perempuan tidak merasa risih kalau saya mengambikan pakaian dalam nya, saya yang dengar nya aja risih, masa iya dia nggak, kalau pakaian ganti saja saya mah biasa aja ngambilin nya, nah ini pakaian dalam nya? Ahhh saya tidak mau mengambilnya.


"Tidak mau."


"Aga..ara minta tolong sama aga."


"Nggak nggak nggak mau."


"Aga kok gitu.."


"Hei apa kamu tidak risih kalau saya yang ngambil pakaian dalam mu."


"Tidak aga."


"Kenapa tidak?."


"Ya kan aga sekarang suami ara.., ara memang banyak belum ngerti tentang pernikahan, tapi kan aga suami sah ara, ara sebenarnya malu juga pakaian dalam di ambilin ama aga, tapi ya mau gimana lagi, masa iya ara pakai pakaian ganti tapi gak pakai pakaian dalam, kan risih aga.."


Dia beneran nyebut saya suami sah nya, hahaha drama aja teros. Saya tau kamu mau nikah sama saya karena harta saya, gak tulus.


"Terserah saya gak mau ngambil nya."


"Aga please.." berbicara dengan lembut.


Ahh kasian juga kalau tidak di ambilin, tapi kann..


Ya sudahlah ambilkan saja.


"Oke tunggu sebentar, tapi ingat lain kali jangan sampai lupa lagi, saya gak mau nolongin lagi."


"Iya aga, makasih ya."


"Hmm"


Berjalan lagi menuju ke ruang pakaian.


"Dimana dia meletakan itu.., ah ternyata disini."


Tidak apa-apa ini cuma sekedar nolongin, semangat darga jangan sampai terhasut oleh syaiton-syaiton.


Berjalan menuju ke kamar mandi lagi, untuk memberikan pakaian dalam itu ke ara.


"Hei, ini."


Ara pun mengeluarkan tangan nya lagi dari balik pintu kamar mandi, dan mengambil pakaian dalam tersebut.

__ADS_1


"Makasih aga."


"Hmm."


Handphone darga pun berbunyi.


Darga pun mengambil handphone nya tadi yang di letakan nya di atas laci di samping tempat tidur.


"Halo..


Ohh tentu saja saya pasti datang malam ini, kalian tunggu saja di sana Hahaha."


Setelah darga selesai menelpon, ara pun keluar dari kamar mandi, dengan pakaian yang di pilih oleh Darga.


Walaupun pakaian tersebut kusam tapi sangat cocok di pakai olehnya.


Astaga ngomong apa sih aku.


"Aga..aga mau mandi?"


"Iya dari tadi, nungguin kamu mandi aja udah hampir satu jam."


"Ya maaf."


"Ya sudah ya sudah, minggir-minggir, saya mau mandi." mendorong pelan ara,dan lewat di samping ara.


Setelah Darga masuk kamar mandi, ara pun mengambil ponsel di dalam tas nya tadi, dia pun berbaring di sofa di dalam kamarnya dengan posisi kaki di angkat.


"Hahahahah" tertawa dengan keras.


Darga yang tadi di dalam kamar mandi mendengar suara ketawa ara yang sangat keras itu.


astaga, tu cewek ngagetin aja, kirain tadi ada hantu yang ketawa.


Ketawa nya ngakak juga.


"Hahahha." tertawa dengan keras lagi.


Entah apa yang di tertawa kan ara, tetapi posisinya yang sedang tertawa tersebut hampir membuat Darga tersenyum melihat tingkah nya yang memainkan handphone tertawa dengan posisi miring dan kaki nya terangkat ke sandaran sofa.


"Hei, apa yang sedang kau tertawakan."


Ara pun terkejut mendengar suara Darga yang tiba tiba menanya kepadanya.


Dari posisi rebahan bar-bar tadi ara langsung terduduk memakai sendal nya dan mematikan handphone nya.


"Saya nanya apa yang kamu tertawa kan, kenapa diam?"


"Ara ketawa karena dengar cerita teman ara, eh maaf ara gak nyiapin baju ganti aga tadi."


"Mangkannya kalau orang manggil tu jawab."


"Aga manggil ara ya tadi?"


"Iya lah, mau nyuruh kamu siapin baju ganti, jangan mentang-mentang kamu ngira nikah sama saya yang kaya kamu bisa santai-santai di sini."


Gilaa pedes amat ngomongnya


Sadiss *****


Sakit nya tu disini di dalam hati ku.


Eh buset kenapa ara tiba-tiba nyanyi.


"Tapi kan tadi ara gak denger."


"Lain kali jangan seperti ini lagi."


"Iya aga..., aga mau pergi ya?" nanya karena Darga memakai pakaian kayak mau pergi ke luar.

__ADS_1


"Iya."


"Aga pergi sendirian gak sama dion?"


"Iya."


"Aga mau pergi ke mana?"


"Sudah saya bilang tidak usah ikut campur urusan pribadi saya."


"Ara bukannya ngurusin urusan pribadi aga, ara nanya karena ara mau ikut."


"Kamu mau ikut?"


"Iya, ara mau ikut."


Ara gak boleh ngebiarin aga pergi sendirian, ara harus ikut, gimana kalo aga pergi jalan dengan cewek lain? Terus aga nyaman sama cewek itu, terus aga mau cerai sama ara, terus paman kecewa sama ara, ahh itu gak boleh terjadi.


"Gak,gak,gak saya gak mau ngajak kamu."


"Ya kan tapi ara mau ikut."


"Kamu beneran mau ikut?"


"Iya."


"Nanti nyesel lo."


"Gak kok, serius, ara juga gak bakalan buat masalah." menunjukan jari peace ke Darga.


"Ya sudah."


"Ya udah ayo pergi kalau gitu."


"Tunggu dulu." merhatiin ara.


"Ada apa?"


"Kamu yakin mau pergi dengan pakaian seperti ini."


"Iya." menatap darga dengan wajah bingung.


"Ganti celana kamu dengan celana yang panjang."


"Kenapa?"


"Kalau saya bilang ganti ya ganti, gak usah ngebantah."


"Oke deh."


Ara pun ke ruang pakaian mengambil celana ganti dan membawa nya ke kamar mandi, karena kalau ara ganti nya di ruang pakaian bisa-bisa keliatan sama darga.


Ara pun mengganti celana nya tadi dengan celana tidur polosnya, dan keluar dari kamar mandi.


"Aga.." manggil darga yang tadi duduk di sofa sambil mainin handphone nya.


"Hmm."


"Aga gak keberatan kan kalau ara pakai pakaian yang biasa kayak gini."


Darga pun melihat ke ara, ara yang memakai sweater berwarna ungu kusam dan memakai celana tidur polos berwarna hitam.


"Gak."


"Beneran?"


"Hmm."


"Ya udah kalau gitu ayo pergi."

__ADS_1


"Hmm." mematikan ponselnya, berdiri, dan keluar kamar.


BERSAMBUNG...


__ADS_2