
Setelah menghabiskan waktu setengah jam untuk memasak seblak,mereka pun akhirnya selesai memasak,dan siap untuk menyantap nya.
"Gila,yakin ini bisa di makan?"tanya angel
"Hahaha ga tau juga,kira-kira bisa nggak ya,kok aku sedih ngeliat nya."
"Kan kata lian tadi MMNDL."jawab ara
"Hahah iya ya,untung ara ngingetin."
"Coba yan ulangi satu kali lagi,apa arti MMNDL."tanya putri.
"Hahah males ah."
"Dih ga boleh gitu dong yan,kok males."
"MASAK,MAKAN,NIKMATI,DAN LUPAKAN!"teriak nya keras.
"Hahahaha."kompak tertawa.
"Ra..,boleh nanya nggak?"tanya brilian.
"Boleh,emang nya mau nanya apa."
"Ara kenapa sekarang berubah?"
"Berubah kayak gimana sih?bingung ara,perasaan biasa-biasa aja,gak kamu,gak siti,kok bilang ara berubah?"menaikan satu alis nya.
Angel,brilian,dan putri kompak menatap satu sama lain.
"Kok jadi saling tatap mata sih."
"Emm gimana ya ra."
"Apa yan?"
"Ara tu beda banget sama ara yang dulu."
"Beda nya apa sih?ara bingung?"
"Ara kenapa sekarang cerewet banget sih,beda kayak dulu,yang diem aja kayak patung,kecuali pas ghibah pasti ara ikutan juga,tapi gak se cerewet sekarang."
"Masa sih?"tanya ara.
"Iya ra,lian serius,beda banget,semenjak ara kenal dengan orang yang nama nya darga,dan nikah sama tu orang,beda banget,ra,kamu gak ngerasain,tapi kami ngerasain perbedaan kamu sekarang."
"Ya ara juga ga tau kenapa bisa gitu,ara juga perasaan ngerasa ara gak berubah kok."
"Dahlah kenapa bahas yang kayak gituan,biarin ara berubah,enakan juga ara yang sekarang dari pada yang dulu."ketus angel.
"Iya sih bener juga kata angel,enakan dia yang sekarang."jawab putri.
"Ya udah, mulai sekarang ga usah bahas yang kayak gituan lagi,oke!"
"Oke njel."jawab putri dan brilian.
__ADS_1
"Eh sekarang udah jam berapa?"
"Tuh kan,kebiasaan si ara."
"Apa njel?"
"Kan udah di bilangin waktu itu,kalau sering mau tau jam berapa,pakek jam,biar ga ngerepotin."
"Emang nya kalau nanya jam sama kalian,ngerepotin kalian ya?"
"Iya ara,ngerepotin."
"Oke deh,lain kali pakek jam."
"Bagus!"
"Hahahah."putri dan brilian tertawa.
"Kenapa ketawa?"
"Ketawa aja,emang nya salah kalau kami mau ketawa,haha."
"Nggak kok."
"Hahahhahahah."
Mereka kenapa sih??
"Ya udah ayo makan seblak,keburu dingin."
Di kantor.
Tidak terasa sudah pukul 04 sore,darga pun bergegas dengan asisten nya untuk menuju bandara,menjemput seorang perempuan yaitu teman masa kecil mereka yang kini datang dari US,untuk bertemu dengan mereka.
Di bandara.
Darga pun turun dari mobil dengan tubuh yang tegap,tidak lupa kaca mata,dan juga masih memakai jas yang rapi,asisten nya pun seperti itu,tidak berbeda banyak dari darga.
Hanya saja asisten nya tidak memakai kaca mata.
"Yon,udah kamu telpon belom sih cerina?"
"Udah kata nya udah nunggu di bandara."
"Mana?"
"Ya kita cari dulu."
Beberapa menit kemudian,dion dan darga melihat sosok perempuan bertubuh ideal,tinggi,dan memakai baju yang anggun,dan membawa koper.
"Itu cerina."tunjuk dion.
"Eh iya ya."
"Ya udah ga,ayo kita samperin."
__ADS_1
"Oke."
Dion pun menyusul cerina yang sudah berjalan ling lung juga mencari mereka.
Dion pun berdiri di belakang cerina.
"Ehemmm."
Cerina melihat ke belakang dan dia kaget bahwa teman kecil nya sudah ada di belakang mereka,spontan dia memeluk dion dan juga memeluk darga.
"Ahh cerina tu kangen banget sama kalian."
"Udah lama kamu nunggu?"tanya darga.
"Gak kok,gak lama."
"Ya udah kita ke rumah ku sekarang,mama udah nungguin kayak nya."
"Kabar tante gimana?"
"Baik."
"Eh ngomong-ngomong kata nya kamu udah nikah ya ga?"
"Hmm."
"Iya nikah,sama anak masih sekolahan,hahaha."
"Ha?beneran ga kata dion tadi."
"Ya."
"Kok kamu mau sama anak sekolahan?terus sekolah nya gimana?"
"Ya tetep sekolah."
"Lah?"
"Ya kan gak di umumin ke publik kalau aku nikah sama dia,cuma nikah antar keluarga aja yang tau."
"Oh."
"Hmm."
"Ya udah deh,nanti aja cerita nya,kita balik ke rumah darga dulu lah cer,kamu capek kan pasti."
"Hmm iya capek banget."memajukan bibirnya kedepan,menunjukan muka lesu.
Mereka pun pergi dari bandara,
Darga yang membawakan koper temannya itu
Dan dion membawa tas yang tadi di pegang cerina.
BERSAMBUNG...
__ADS_1