
Darga dan ara pun sampai di depan pintu rumah.
Di sana ada penjaga yang menjaga dan memberi sapaan kepada Darga dan ara.
"Halo tuan muda, nona muda."
"Hmm."
"Halo juga pak." melambaikan tangan ke penjaga tersebut.
"Ada yang bisa saya bantu tuan?"
Darga hanya diam tidak menjawab.
"Gak usah pak, kami mau melihat-lihat halaman rumah aja."
"Ohh, kalau begitu silahkan nona,tuan."
Darga pun berjalan tanpa melihat ke arah penjaga tersebut, menunjukan muka cuek nya, muka yang tidak peduli.
Astaga aga muka nya jangan kayak gitu kenapa coba, kan gak enak sama penjaga , entar dia ngira aga marah sama dia karena nunjukin reaksi kayak gitu
"Maaf ya pak, kalau gitu kami permisi."
Eh nona minta maaf ke saya?emangnya nona ada salah ke saya ya
Ara pun berjalan menyusul Darga yang tadi sudah berjalan terlebih dahulu.
"Aga."
"Hmm?"
"Aga kenapa muka nya kayak gitu tiba-tiba, kayak orang marah aja."
"Kenapa emang nya?"
"Senyum dikit napa, jangan kayak gitu."
"Saya?senyum?" nunjuk ke diri nya sendiri.
"Iya,Kenapa emang nya?"
Siapa kamu nyuruh nyuruh saya senyum!
Darga diam tidak menjawab ara.
Ih aga sering banget sih tiba-tiba diam
"Aga.."
"Hmm?"
"Ara mau nanya."
__ADS_1
"Hmm."
"Misal nya ya, misalnya aja, kalau ara nanti ngebuat masalah maupun di sengaja ataupun gak di sengaja, aga bakal ngapain ara."
"Tergantung sama kamu nya."
"Kok gitu."
"Kalau kesalahan yang kamu buat itu berlebihan dan kesalahan yang besar mau di sengaja ataupun gak di sengaja, mending kamu pergi aja dari rumah, dari pada ngebuat saya jadi susah."
"Lah kok aga gitu..."
"Kenapa emang!"
"Ara takut nanti ara ada ngebuat masalah, terus aga marah ke ara, terus aga minta ara cerai sama aga."
"Kenapa kalau saya minta cerai sama kamu?apa yang kamu takutkan."
Ara gak boleh kasih tau, kalau aga ninggalin ara atau ngebuang ara, paman ara bakalan kecewa sama ara, terus gak mau nerima ara di rumah nya lagi.
"Ya ara takut aja pisah sama aga, ara gak mau pisah sama aga pokoknya."
"Bilang aja kalau gak mau pisah sama harta saya bukan sama saya!"
"Kok aga ngomong kayak gitu sih.." ara merasa kata kata Darga udah keterlaluan, ternyata darga selama ini menganggap ara suka sama harta darga, padahal ara sudah mulai ada rasa ke darga.
"Kenapa?gak suka! Kan emang itu kenyataan nya!"
Ara pun menunduk karena Darga membentak nya, dan air mata ara menetes dengan sendiri nya.
Kan dugaan saya benar dia suka sama saya hanya karena harta saya! Saya bersikap baik selama ini ke dia percuma! Dia hanya suka harta saya!
Ara yang tadi berlari sambil menangis masuk rumah, penjaga yang menjaga di depan pintu tersentak kaget dengan ara yang berlari sambil menangis, kenapa nona muda nya menangis padahal barusan nona muda nya sangat ceria saat mau ke halaman.
"Ada apa dengan nona muda."
"Tidak tau."
"Apakah dia bertengkar dengan tuan muda?"
"Hus!jangan gosip,kamu mau di pecat."
"Iya ya, maaf."
Darga pun berjalan masuk ke dalam rumah juga, dengan raut wajah seperti biasanya dingin, masam,dan seperti orang yang bodoh amat dengan hal yang gak penting.
Mama ara yang tadi duduk santai di ruang santai kaget dan langsung berdiri melihat ara yang berlari menaiki tangga sambil menangis tersedak-sedak, padahal barusan dia dengan Darga turun dari tangga bersikap manis layak nya pasangan nya romantis.
"Araa!"
Ara tetap berlari menaiki tangga tidak memperdulikan mertua nya yang sedang memanggil.
"Ara,kamu kenapa nak, ada masalah?"
__ADS_1
Ara tetap saja berlari tidak mendengarkan mertua nya sedang memanggilnya dengan nya.
Mama ara terduduk, dia bingung kenapa ara bersikap kayak gitu.
Ada apa dengan ara?dia kenapa?kenapa dia nangis,gadis itu kenapa dia menangis
Dan setelah beberapa menit terduduk bingung, mama darga pun berdiri lagi karena melihat Darga yang berjalan menuju dapur.
"Darga!"
Darga pun menghetikan langkah nya dan melihat ke arah orang yang sedang memanggil nya tersebut.
"Kenapa ma?"
"Sini!"
Darga pun berjalan mendekat ke mama nya tersebut.
"Kenapa ma?"
"Ara tadi lari sambil nangis, dia kenapa?kamu apain?"
"Darga gak ngapa-ngapain dia kok."
"Lah terus kenapa nangis."
"Ya darga emang gak ngapa-ngapain dia."
"Kok dia nangis."
"Biarin aja."
"Kok kamu gitu sih sama istri sendiri."
"Istri apaan, dia tuh nikah sama darga karena suka sama harta nya Darga, darga udah tau."
"Ya ampun Darga, kamu kok gitu nak, gak boleh suudzon, ara tu anak baik-baik."
"Dia sendiri yang ngaku."
"Masa sih?"
"Tanya aja sendiri kalau gak percaya."
"Gak gak, mama gak percaya."
"Ya udah deh terserah mama, darga mau pergi aja."
"Bukannya kamu tadi mau ke dapur."
"Gak jadi."
Darga pun meninggalkan mama nya dan pergi keluar rumah entah ke mana.
__ADS_1
*Nggak saya gak percaya ara bukan anak yang kayak gitu.
BERSAMBUNG*...