Dingin Tapi Bucin

Dingin Tapi Bucin
Makan malam


__ADS_3

Ara turun sendirian, dan dia langsung ke meja makan,dan saat ke meja makan hati nya tambah sakit,saat melihat cerina yang duduk di samping Darga,padahal itu tempat ara di saat makan bersama.


Tidak ada yang menyuruh si cerina pindah posisi,Darga hanya diam,begitu juga mama Darga.Ara merasa dia tidak terlalu berani jika harus menyuruh cerina pindah ke tempat lain.


Ara pun memutuskan duduk di samping mama Darga dan di depan cerina.


"Selamat malam ma."


Mama darga hanya diam.


Ara merasa kayak ada yang kurang,merasa tidak lengkap.


"Ma.."


"Iya?"


"Papa kok ga ada,papa ke mana?"


"Ke luar kota,ada urusan."


"Ohhh."


"Ya udah ayo,ga,cer,makann."


"Hehe iya tante."


Mereka pun memakan sarapan seperti biasa,kecuali ara yang merasa agak sedikit berbeda suasana makan malam hari ini.


"Gaa,ini si cerina masak khusus kamu,kesukaan kamu,ayam goreng chrispy,kamu kan suka banget sama kulit ayam."


"Hehe iya ga,aku masakin ini spesial buat kamu."


Ara menatap darga saat itu,dan dia melihat sedikit senyum dari wajah Darga,dan dia merasa mustahil ngebuat Darga suka sama dia,dan mustahil juga membuat Darga luluh sama dia.


Darga senyum ke perempuan itu,sedangkan semenjak dengan ara walaupun belum lama,dia tidak pernah tersenyum,malahan bersikap dingin ke ara.

__ADS_1


Yahh,jadi down deh,jadi tambah sad,jadi tambah takut,jadi ga berani,jadi ga pd, jadi ga terlalu berharap untuk ngebuat aga luluh,ara siapa?ara ga secantik teman aga,dan ara ga tau juga mantan aga kayak gimana,temen nya aja cantik kayak gini,apalagi mantan nya,jadi takut nanti perjuangan ara sia sia aja.


Dahlah biarin,fokus aja biar ga di cerain aga,kalau di cerain nanti paman kecewa.


Ara merengut sesudah bergumam di dalam hati,dia melahap nasi nya sedikit sedikit,menjadi tidak nafsu makan.


Uhuk,khuk,uhuk. Darga tersedak makanan.


Ara langsung mengambil kan minum untuk Darga,tetapi terlambat,lebih cepat cerina yang memberi Darga minum.


"Ga,pelan pelan aja makan nya,Darga mikirin apa sih,atau emang Darga kelaperan?"sambil mengelus pundak darga.


Ara yang melihat itu tambah menjadi benar benar tidak nafsu untuk makan.


Ara pun tambah sedikit demi sedikit makan,mungkin dalam sekali sendok nasi nya bisa ke hitung.


"Ga..besok temenin aku ke mall dong,bentar aja ga lama-lama kok."


"Hmm."


"Hmm."


"Ma..ara permisi duluan aja ya ke atas,ara udah ngantuk."berdiri.


"Mau kemana?"tanya Darga.


"Ke kamar."


"Duduk."


"Ya orang mau ke kamar,malah di suruh duduk lagi."


"Duduk!."bentak darga.


"ihh agaa apaan sih."mata ara udah berkaca-kaca menahan tangis nya.

__ADS_1


"Duduk!"


Ara pun duduk kembali.


"Habisin tu sarapan."


"Ga nafsu."


"Habisin!"


"Udah di bilangin ga nafsu,ya ga nafsu."


"Ihh kok gitu sama suami sendiri."ucap cerina.


"Apaan sih!ga ngomong sama kamu!."jawab ara.


"Ga boleh gitu ra."sambung mama Darga.


"Maaf ma.."


"Habisin,jangan ga di habisin,kamu tu ya makanan jangan di sia-siain,kamu sadar ga kalau di luar sana masih banyak ya ga bisa makan,dan sering ada yang makan makanan yang ga layak!"


Ara hanya diam.


"Ngapain merengut kayak gitu,di bilangin malah ngeyel,cepet makan!habisin!"


Mama darga tidak terlalu tega melihat ara di marahi oleh Darga.


"Makan ra."


"Iya ma.."ara pun memakan sarapan nya dan berusaha menghabiskan makanan tersebut.


Begitu juga dengan yang lain,kembali makan seperti biasa,tetapi ada senyum kecil,merasa puas dengan makan malam hari ini,cerina tersenyum saat Darga memarahi ara.


BERSAMBUNG...

__ADS_1


Maaf ya beberapa hari ini ke depan author belom bisa up dulu,karena banyak banget tugas,numpuk,mo nangis:'(


__ADS_2