dinikahi pangeran tampan dimasa SMA

dinikahi pangeran tampan dimasa SMA
PROLOG DAN BAB 1


__ADS_3

#Prolog


Di sebuah kamar terdapat gadis cantik yang masih berbaring di atas tempat tidur, dia sedikit terusik karena cahaya matahari menerobos masuk ke dalam kamarnya melalui jendela, sehingga cahaya tersebut mengenai mata indah gadis tersebut.


"Huuuaaaah jam berapa ini" sambil menguap perlahan dia membuka mata dan mengucek ngucek matanya lalu melirik jam dinding yang menandakan sudah pukul 06.30 WIB.


Seketika mata dia melotot syok "Mampus gw telat gimana ini, mana hari Senin lagi semoga gw gak telat."


Dia adalah Mika Putri Adipta,seorang gadis cantik dan imut memiliki rambut panjang, kulit putih mulus, bola mata yang berwarna coklat, bulu mata yang lentik, bibir pink Natural, badan dia tidak tinggi dan juga tidak pendek sekitar 158 cm, body nya yang ideal menambah kecantikan nya.


***


Setelah dia selesai bersiap siap untuk pergi ke sekolah dia langsung pencarian sosok ibunya "Mahh Mamah Mahh" Nama yang di sebut tidak kunjung datang membuat Mika kebingungan di mana sosok Mamah nya tersebut?.


sambil celangak celingukan mencari Mamahnya tersebut dia memanggil lagi sosok yang menjadi ibunya "Mahh... Mahh... Ma-" ucapannya tertahan di saat dia melihat sosok ibunya yang sedang memasak di dapur.


"Ternyata mamah di sini aku cari cari gak ketemu ketemu aku pikir mamah ke mana" Mika berjalan mendekati ibunya"Mah aku pamit pergi ke sekolah dulu yah" Sambil berpamitan dia mencium telapak tangan ibunya.


"Loh gak sarapan dulu kamu?, nanti perut kamu sakit lagi gara gara gak makan dulu" Ibunya suka mengomeli Mika ketika Mika tidak sarapan pagi karna ibunya khawatir jika terjadi apa apa kepada Mika.


"Gak papa Mah aku sarapan di sekolah aja di kantin, soalnya udah telat Mah takunya aku nanti di hukum, yudah aku pergi dulu yah mah dadah" Mika mengecup pipi ibunya lalu berlari ke luar rumah.


sedangkan Ibunya hanya melihat anak nya berlari ke luar rumah dan semakin menjauh.


"Mika putriku ternyata kamu sudah besar nak. Mamah harap kamu menjadi sosok yang kuat, dan mandiri. Maafkan Mama, karena Mama kamu harus menderita nak."


Claak


Setetes air mata jatuh dari pelupuk mata wanita tersebut dan membasahi pipinya, tak kuasa menahan air matanya yang sendari tadi mendobrak paksa ingin keluar.


Perempuan yang bernama Sinta itu dengan cepat dia mengusap air matanya yang dari tadi membasahi pipinya.


...****************...


#part1


Sesampainya di sekolah, Mika turun dari angkot dan melihat gerbang yang sudah tertutup rapat dan di kunci.


"Kan gw telat gimana nih mana pelajaran matematika yang pertama lagi, bisa bisa gw di amuk masal sama Bu Yeni gimana dong".


Dia melangkah kan kakinya mendekati gerbang sekolah yang tertutup rapat tersebut "Mang Ujang buka dong gerbang nya Mika mau masuk nih".

__ADS_1


Mang Ujang yang lagi ngopi mendengar nama nya di panggil dia pun menoleh dan mendekati gerbang "Aduh neng Mika dari mana aja atuh, ini udah jam berapa, Neng Mika telat".


"Iya tau Mika telat mang tapi izinin Mika masuk yah, Mang please" Dengan mata yang memohon dan mang Ujang gak tega jadi Mika di izinkan masuk.


"Iya deh Neng Mika boleh masuk tapi jangan telat lagi yah, awas kalo telat lagi" mendengar kalimat yang di ucapkan Mang Ujang mata gadis tersebut langsung berbinar.


"Terimakasih yah Mang Mika do'ain semoga Mang Ujang banyak duit, yudah Mika masuk dulu yah Mang sekal lagi terimakasih" sesudah mengucapkan terimakasih dia langsung lari ke kelasnya.


"Iya sama-sama Neng Mika, hati hati" gadis tersebut cuma mengacungkan jempol nya, mengisyaratkan bahwa dia baik baik saja.


"Hadeh anak jaman sekarang ada ada aja kelakuan nya" Mang Ujang hanya bisa menggelengkan kepalanya.


Sesampainya di depan kelas gadis tersebut tersentak kaget ketika melihat guru matematika nya sudah masuk "Tuh kan udah masuk gimana dong, masuk gak yah....hmm" sambil berpikir dia mengetuk ngetuk dahinya pelan "yudah deh masuk aja" setelah dia mendapatkan keputusan yang tepat, gadis itu langsung melangkahkan kakinya masuk ke kelas.


"Permisi" Seketika yang berada di ruangan tersebut menoleh ke arah suara itu, "Mika kenapa kamu bisa telat" mendengar suara gurunya dia langsung menoleh ke arah sumber suara itu.


"Heheh maaf Bu saya telah" sambil cengengesan dan takut di hukum Mika mencengkeram ujung bajunya, untuk menyalurkan rasa gugup dan takut.


"Ya sudah cepet masuk, kebetulan pelajaran nya belum di mulai" Setelah mendapatkan izin dari guru nya dia pun masuk "Baik Bu terimakasih" dia pun melangkah masuk ke kelas dan mendudukkan dirinya di bangku.


"Tapi kamu harus tetep di hukum, Mika!." Baru aja Mika bernafas lega karena dia tidak di hukum ehk ternyata dia tetep di hukum, "Kerja kan soal matematika dari bab 3 sampe bab 5!." Mendengar kalimat yang di ucapkan gurunya seketika mata gadis itu membulat.


"Yasudah karna kamu anaknya baik dan pintar ibu kasih keringanan gak jadi 3 bab, 4 bab aja" Di saat itu juga mulut Mika ternganga.


"Bu, itu di tambah bukan di kurangin" ucap Mika dengan nada melas.


"Ya udah sih gak papa biar banyak, kan kamu suka yang banyak banyak" Bisa bisanya tu guru bilang 'gak papa' hadeh.


"Saya lebih baik banyak duit Bu, daripada banyak tugas."


"Udah udah kamu jangan banyak komplen kerjain aja yang tenang, ibu mau tugas nya besok kasih ke ibu yah."


"Iya Bu" Pelajaran pun berlangsung dengan baik dan lancar ada sebagian murid yang tegang dan ada juga yang memerhatikan dengan baik dan ada pula yang mengantuk.


"Lo kenapa bisa telat sih, Mik" tanya Laura sahabat nya Mika ples teman sebangkunya Mika.


"Iya tadi gue bangun kesiangan Ra" Jawab Mika sambil memperhatikan Bu Yeni menerangkan "Oh gitu, lo tau gk Mik" Tanya Laura sambil memandang muka cantiknya Mika.


"Tau, lo pasti menang lotre kan?" jawab Mika ngasal "Bukan lah anjir ya kali" Laura suka heran dengan sahabat nya sendiri kalo ngejawab tuh suka ngasal.


"Laura, Mika kalian lagi ngobrolin apa hah?" Mika dan Laura tersentak kaget mendengar suara tersebut yang berasal dari gurunya.

__ADS_1


"Ehk, ibu gak ada ko Bu, saya cuma nanya gimana keadaan beiawak nya si Mika yang katanya lagi hamil" Seketika Mika membulatkan matanya dan menoleh ke arah Laura yang berada di samping nya


"Beiawak?"tanya Mika dengan suara pelan dan di sambung oleh kedipan mata Laura yang mengisyaratkan bahwa dia harus nurut


"Kalian ini yah ngobrol yang gak penting banget, liat ini perhatikan ibu."


"Iya Bu maaf"kata mereka serempak.


***


Bel istirahat berbunyi menandakan jam pelajaran susah berakhir dan para siswa siswi SMA Merah putih berhamburan keluar kelas ada yang ke kantin, ke toilet dan bahkan ada juga yang langsung pulang (jangan di contoh yah sodara sodara:v)


"Mik ke kantin yuk" Ajak Laura kepada Mika "Lo aja gih, gue mah mau ngerjain matematika dulu nih, banyak banget tau" jawab Mika tanpa menoleh ke arah Laura, dia tetep sibuk dengan materi matematika nya.


"Ihk kan bisa nanti di rumah di kerjain nya, ntar gue bantuin deh gimana?" Tanya Laura sambil menawarkan diri untuk membantu.


"Gak usah Ra, gue bisa sendiri ko, lo jangan khawatir" jawab Mika menolak bantuan Laura dengan sopan, karena Mika tidak enak hati dengan sahabat nya.


"Gini aja deh Mik, hari ini gw traktir Lo makan di kantin gimana?" Tanpa menjawab pertanyaan Laura, Seketika Mika menutup buku matematika nya dan berjalan keluar meninggalkan Laura yang masih bengong di bangku nya.


"Laura ayok katanya mau neraktir gue tapi lo malah bengong di sana, gimana sih" omel Mika yang berada di ambang pintu kelasnya.


"Lo kalo soal geratis paling cepet emang" jawab Laura sambil berjalan mendekati Mika.


Lalu mereka pun jalan berdua ke kantin dengan Laura yang bernyanyi dan bersenandung "Ihk Abang jahat, aku tuh cinta berat sini dong dekat deket ku pegang erat erat" Nyanyian Laura yang di dengar oleh Mika.


"Ra suara lo bagus banget deh, lebih bagus lagi kalo lo diem!" Ucap Mika yang tidak tahan menahan malu,dari tadi dia menjadi pusat perhatian siswa siswi yang mereka lewati.


"Ihk Mik, lo jahat banget sih, suara gw ini bagus tau kayak Rosa" Jawab Laura yang tidak terima "Iya suara lu bagus kayak limbad" jawab Mika ngasal.


Sesampainya di kantin mereka langsung mencari kursi yang kosong untuk duduk, sesudah menemukan kursi kosong mereka pun duduk takut nya ke duluan sama siswa siswi yang lain, ruangan kantin itu cukup luas tapi berhubung siswa dan siswi nya banyak jadi suka gak kebagian tempat duduk.


"Teh Nyai, bakso nya 2 yah sama seblak nya jga 2" Ucap Mika yang memesan makanan ke ibu kantin "Siap Neng Mika, pedes gk Neng" jawab Teh Nyai "Sedang aja Teh jangan pedes terus jangan gak pedes juga" jawab Laura yang di anggukin oleh teh nyai.


"Ra tadi lu mau ngomong apa sama gw?" Tanya Mika yang penasaran dengan omongan Laura yang tadi terpotong.


"Tadi?, emang gw tadi ngomong apa?" jawab Laura yang lupa dengan omongan nya tadi.


"Tadi yang pas kita di kelas itu loh masa Lo lupa sih Ra"Jawab Mika yang mempertegas ucapan Nya.


"Oh itu, jadi gini gw mau ngomong soal-" perkataan Laura terpotong tiba tiba ada tiga cowok datang memasuki kantin yang di soraki cewek cewek.

__ADS_1


__ADS_2