
#Part57
Makanan yang mereka pesan pun kini sudah datang, Mika langsung menyambar Chicken katsu dan memakannya dengan rakus, beginilah Mika kalau sudah bete stres atau sedih selalu ia lampiaskan ke makanan.
Calvin yang sudah tahu suasana hati Mika sedeng buruk itupun hanya menghela nafasnya.
"Kalo makan tuh pelan-pelan, belepotan kan." Calvin mengambil selembar tisu dan mengelap sisa saus yang berada di sudut bibir Mika.
Saat tengah membersihkan sisa saus yang berada pada bibir Mika tiba-tiba ada tangan kakar yang mencengkram pergelangan tangan Calvin.
Saat itu juga Calvin menoleh kearah pemilik tangan itu, begitu juga Mika yang sama kagetnya dan refleks menoleh.
"Kak Angga." lirih Mika.
Angga menatap Calvin dengan tatapan tajamnya begitu juga Calvin yang menatapnya dengan tatapan elangnya.
Calvin dengan kasar melepaskan cengkraman Angga yang cukup kuat pada tangannya.
"Ngapain kamu di sini? Bukannya kamu tadi sudah pulang?" Tanya Angga sedikit meninggikan suaranya.
"Wess slow dong bro, jangan main bentak-bentak gitu." Sahut Calvin, kini Angga berbalik menatap Calvin dan menolehkan pandangannya lagi kerah Mika.
Angga langsung menarik Mika keluar dari lestoran itu dan di susul oleh Calvin.
__ADS_1
Sesampainya di luar lestoran Calvin langsung memegang tangan kiri Mika, dan terjadilah tarik-menarik di antara Angga dan Calvin.
"Lepasin tangan Mika!" Perintah Angga.
"Gak! Lo siapa nyuruh-nyuruh gue hah?!" Jawab Calvin sinis.
"Mika pacar gue, sudah sewajarnya gue melindunginya dia dari cowok gak bener kayak lo." Ujar Angga dengan tegas.
"Ck! Baru jadi pacarnya aja belagu Lo,"
"Dan apa tadi kata Lo? Ngelindungin Mika?" Tanya Calvin sambil tertawa meremehkan.
"Kalo memang benar Lo itu pacar yang bertanggung jawab, sekarang gue tanya sama Lo, dimana saat tadi Mika dalam bahaya di kejar-kejar preman hah? Gak ada! Siapa yang nyelamatin dia? Gue! Bahkan Lo malah enak-enakan makan dengan perempuan lain sedangkan pacar Lo saat itu membutuhkan perlindungan dari Lo." Angga yang mendengar perkataan Calvin, saat itu juga langsung menatap Mika yang tengah terdiam.
"Lo ngejagain Mika aja gak becus, mending Mika jadi pacar gue aja." Tutur Calvin dengan lantang, dan tersenyum miring.
Pukulan keras mendarat di wajah tampan Calvin, Angga langsung tersulut emosi mendengar penuturan dari Calvin barusan.
"Jangan mimpi Lo bisa dapetin Mika, dia milik gue! Gak ada yang bisa ngerebut milik gue! Kecuali Tuhan itu sendiri, asal Lo tau itu!" Tegas Angga dengan tangan terkepal kuat menahan emosi sampai kuku-kukunya memutih.
"Buat apa Lo mempertahankan Mika yang jelas-jelas Lo aja gak peduli sama dia, Lo itu cuma bisa nyakitin Mika! Sadar diri Lo!" Calvin tidak kalah emosi dari Angga, sambil memegangi sudut bibirnya yang berdarah Calvin kembali bangkit.
Bughh ...
__ADS_1
Satu pukulan keras mendarat di pipi kanan milik Angga.
"Pukulan itu bayaran buat Lo yang suka mengabaikan Mika!" Seru Calvin.
"Kurang ngajar Lo, sialan!" Angga berbalik memukul Calvin dan terjadilah perkelahian di antara Angga dan Calvin.
"Udah stop!" Mika berlari dan langsing berdiri di tengah-tengah Calvin dan Angga yang hendak melayangkan pukulannya, beruntung pukulan mereka berhenti tepat di sisi kanan dan kiri wajah Mika.
Kini mereka tengah menjadi pusat perhatian orang-orang yang berada di lestoran itu, dan beberapa scurity berdatangan memisahkan mereka.
Angga dengan perasaan kesalahannya langsung menarik tangan Mika menuju mobilnya.
"Kita pulang!" Tegas Angga sambil menarik tangan Mika dan meninggalkan Calvin yang tengah melihat kearahnya dengan tatapan menyala.
"Masuk!" Mika pun dengan malas masuki mobil dengan perasaan jengkel, hari ini benar-benar hari kesialan nya.
"Udah di kejar preman ehk malah di culik dedemit!" Omel Mika, seketika Angga langsung ngerem mendadak dan membuat Mika tersungkur ke depan.
"Aaaww ... Kalo mau berhenti tuh bilang-bilang dulu dong, aelah sakit nih!" Oceh Mika mengusap-usap dahinya.
"Lo gak papa kan?" Tanya Angga khawatir.
"Gak papa mata Lo pitak! Sakit nih!" Ujar Mika sedikit nyolot.
__ADS_1
***
JANGAN JADI PEMBACA GELAP!!