
#part39
"Ehkmm..." Deheman Mika sambil melepas tangan Angga dari dagunya.
"Kenapa? Sakit?" tanya Angga yang baru tersadar dari lamunannya.
'Oh jelas sakit, sakit banget saking sakitnya jantung gue sampe dag dig dug nih, gara-gara lo!' batinya.
"Mika? Hei Mika!" ucap Angga sambil menjentikkan jari tangan di depan wajah Mika.
"Hah, iya Kenapa?" tanya Mika tersadar.
"Gue tanya, luka Lo masih sakit atau gak?" tutur Angga lembut.
"A-ahk, gak ko udah sembuh." Jawabannya ngawur, padahal lukanya masih terlihat dengan jelas dan pasti perih banget.
"Ko muka Lo merah begitu, Lo demam yah?" Angga mengecek suhu tubuh Mika menggunakan punggung dan telapak tangannya yang di tempelkan ke kening nya.
"A-apaan sih, lepasin!" ujarnya terbata-bata, ahk sial beruang kutub! Apakah ini balas dendam yang ia maksud? Kalo seperti ini terus bisa-bisa Mika jatuh pingsan.
Angga mengernyit, kenapa Mika terlihat sangat aneh seperti gugup begitu, ia terdiam sesaat lalu dia tersenyum licik, ia mendekatkan wajahnya ke wajah Mika sehingga berjarak beberapa senti saja.
"Lo salting yah?" tanya Angga sambil menatap wajah Mika dari kedekatan.
Mata Mika seketika membulat dan refleks mendorong tubuh Angga menjauh, lalu ia mundur selangka, Mika seperti orang yang ketahuan mencuri terlihat dari mukanya yang panik tidak karuan.
"HAHAHAHHAH" ketawa Angga pecah saat melihat wajah Mika yang panik, lucu dan gemas menurutnya.
__ADS_1
"Apa sih Lo, gak jelas banget deh!" Makinya kepada Angga, aduh kenapa sekarang dia jadi gugup seperti ini, dasar beruang kutub!
"Muka Lo ke orang ketahuan maling tau gak," ujar Angga sambil terkekeh.
Mika memanyunkan bibirnya kesal, ia benar-benar jengkel kepada Angga saat ini, bisa-bisanya ia di pojokan dengan cara seperti itu.
"Apa sih Lo, minggir!" Perintah Mika lalu ia pergi begitu saja dengan kaki yang di hentak-hentakan.
Perasaannya sekarang campur aduk kesel, salting, gugup ahk campur aduk pokonya.
Angga hanya terkekeh sambil menggelengkan kepalanya melihat sikap Mika yang seperti itu, lalu dengan segera ia menyusulnya.
Mika tidak ada habisnya, sepanjang menyusuri koridor sekolah, ia terus mendumel dan mengumpat Angga dengan suara pelan, ia seperti berbisik-bisik kepada dirinya sendiri.
"Mika!" teriak seorang yang tak lain dan tak bukan adalah Laura.
"Mika tunggu!" Teriak Laura.
"Mika ya ampun." Laura kaget ketika dia melihat sahabatnya terluka.
"Ternyata benar, lo gelut sama si Marsya and the bear itu?" tanya Laura memastikan.
"Hmm." Jawabnya hanya berdehem.
"Yaudah ayok kita ke UKS, gue obatin dulu luka Lo, takunya infeksi," tawar Laura, lalu mereka bergegas menuju UKS.
"Lo tunggu di sini gue ambil kotak p3k dulu," seru Laura dan di angguki oleh Mika.
__ADS_1
"Mika," panggil seseorang laki-laki dari ambang pintu.
"Ngapain Lo ke sini, pergi sana!" Usir Mika, tanpa mendengar ucapan Nya, Angga tetap masuk ke dalam ruang UKS.
"Ehk, kak Angga. Kebetulan Lo ada di sini kak, nih obatin Mika gue mau masuk kelas dulu udah telat nih," seru Laura lalu ia meletakkan kota p3k di meja dekat kursi yang Mika duduki.
"Gue ikut," sahut Mika.
"Gak! Luka Lo harus di obatin dulu Mika!" Larang Laura.
"Tenang gue bakal bilangin ko, ke Bu tita kalo Lo lagi sakit." Lanjutnya.
"Gue gak papa ko, udah sembuh," jawab Mika.
Tanpa menjawab pertanyaan dari Mika Laura langsung berlari keluar meninggalkan mereka, dengan pintu UKS yang terbuka.
"Sial, dasar temen laknat Lo!" Pekik Mika kesal, lalu ia bangkit dari duduknya hendak untuk pergi.
"Mau ke mana?" tanya Angga yang duduk di kursi sebelah kiri Mika.
"Kepo Lo!" Jawab Mika sinis.
Angga tidak menggubris ucapan Mika, ia menarik pergelangan tangan Mika hingga si empu terduduk di pangkuannya.
***
Next?
__ADS_1
JANGAN JADI PEMBACA GELAP!!