dinikahi pangeran tampan dimasa SMA

dinikahi pangeran tampan dimasa SMA
Gara-gara kucing


__ADS_3

#Part6


***


Degg.. degg.. degg


Detak jantung Mika tiba tiba berdetak dengan kencang, kaget gugup campur aduk rasanya, saking dekatnya Mika merasakan hembusan nafas Angga menyapu wajahnya.


Bahkan aroma tubuhnya pun tercium oleh Mika, wangi sangat wangi, mungkin Mika saat ini menyukai wangi pria yang berada di depannya ini.


'Ko gue jadi deg deg degan gini sih' batin nya Mika yang gugup.


Pikiran pikiran random pun mulai berkecamuk di dalam otaknya.


Jujur sekarng dia gugup kaget campur aduk rasanya


'Mika kalo di lihat dari dekat cantik juga yah' batinnya Angga.


Mereka pun sibuk dengan pikirannya masing-masing dan tiba tiba..


"Aduh maaf yah, semuanya tadi ada kucing lewat jadi rem mendadak." ucap sang sopir meminta maaf.


Angga dan Mika pun tersentak dari lamunannya, segera Angga memposisikan dirinya kembali begitu juga Mika.


"Huuuuuh, gimana sih bang hati hati dong!."


"Iya sakit nih!."


"Untung aja gak kecelakaan!."


Begitulah Omelan para penumpang, tapi Mika dan Angga hanya untuk memilih diam.


'Aduh rasanya jantung gue mau copot kalo gini caranya' batin Mika yang memegangi dadanya yang berdetak kencang sambil menutup mata nya sejenak, lalu mengatur nafasnya supaya detak jantungnya kembali normal dan tenang.


'Pasti muka gue sekarang merah, aduh malu banget, gara-gara kucing nih' lirihnya dalam hati yang masih terus mengatur nafasnya.


Sesaat kemudian Mika pun merasa sedikit tentang dan memalingkan wajahnya ke samping, dan fokus melihat jalanan, sambil sesekali dia menutup matanya sejenak.


Angga yang melihat nya hanya bisa tersenyum.


'Lucu juga ni bocah' batin Angga tidak di sadari senyuman tipis terbit dari bibirnya.


Hening tidak ada obrolan lagi.


20 menit kemudian sampailah mereka di sekolah, lalu mereka pun turun dari angkot dan menuju gerbang.

__ADS_1


"Aduh panas banget sih di dalam angkot gak ada AC nya." ucap Angga yang mengibas ngibaskan tangan nya.


"Lebay Lo." celetuk Mika sambil berjalan mendekati gerbang yang di susul oleh Angga.


"Yah ko udah di kunci sih." Ucap Mika melas sambil memegang gembok gerbang tersebut.


"Ya iya lah di kunci udah jam 07.00 noh." jawab Angga sambil memperlihatkan jam tangan nya yang mewah itu.


"Terus kita masuk nya gimana doang?." Lanjut nya "ohhh iya panggil Mang Ujang aja, Mang Uj-hphmm"


Tiba tiba Mulut Mika di bekap oleh Angga lalu di bawa menjauh dari sana.


"Lo gila yah, kalo manggil Mang Ujang nanti ketauan dong kita telat gimana sih lo." ucap Angga.


"Ffuh, tangan lo noh bau terasi, sepet lagi." celetuk Mika.


Sontak Angga pun mencium tangan nya.


"Ngadi ngadi Lo, bau apaan tanggan gue wangi parfum mahal." dia sedikit menekan kan kata 'mahal' di akhir kalimat nya.


"Iya tapi jangan bekap bekap juga dong." Jawa Mika.


"Yah kalo gue gak bekap lo, ntar Mang Ujang Dateng gimana sih. seharusnya Lo juga bangga dan beruntung di bekap ma gue, di luar sana banyak cewek cewek yang mau gue bekap pake tanggan gue asa lo tau itu." ujar nya sombong.


Mika hanya memutar bola matanya.


"Terus ini kita gimana caranya masuk ke kelas, pikirin dong cara nya gimana sih, ngomong Mulu Lo dari tadi." lanjutnya dengan kesal.


"Ada gue punya caranya." jawab Angga sambil tersenyum licik.


"Maksud lo?." Mika pun mengerutkan keningnya tanda dia tidak paham dengan ucapan lelaki yang berada di hadapnya saat ini.


"Ikut gue." Angga pun menarik tangan Mika dengan lembut dan membawanya ke suatu tempat.


"Nah di sini tempatnya." ucap Angga dengan antusias.


"Mana gak ada tuh jalan masuknya, Lo nipu gue yah." Mika pun celangak celinguk mencari jalan masuk ke dalam sekolahanya, kemudian menatap Angga dengan tatapan menyelidik.


"Ada, Itu di atas." tunjuk Angga ke atas dinding yang lumayan cukup tinggi.


Mika pun menatap tempat yang di tunjuk oleh Angga dan dia pun lumayan kaget melihat dinding yang tinggi dan besar untuk ukurannya.


"Maksud lo? Gue harus manjat ke dinding ini gitu?." tanya Mika yang sedikit syok dan menatap dinding yang cukup tinggi di hadapannya.


"Iya betul sekali, ayok panjat gue bantuin, ntar kalo Lo udah nyampe atas Lo tarik gue ok."

__ADS_1


"Gak gak gue gak mau, itu tinggi anjir gue mana bisa, lagian sih lo ngada ngada gue di suruh manjat dinding, manjat pohon toge aja gue kagak pernah apa lagi ini dinding yang tinggi." Omel Mika sambil menyilangkan kedua tangannya di depan dada.


"Ini jalan satu satunya, lo mau di hukum hah nanti, kalo mau sih yudah gue manjat aja sendiri." Angga pun bergegas ingin memanjat dinding tersebut sendirian, tapi tangan nya di tarik oleh Mika.


"Ehk, gue ikut, cepet bantu gue." Mika pun terpaksa harus memanjat dinding itu untuk masuk ke dalam.


"Katanya gak mau gimana sih."


"Terpaksa." Jawabnya " udah deh ahk cepetan bantu gue keburu ada yang lihat, dan awas Lo yah jangan ngintip." Ancam Mika dengan mata yang sedikit melotot.


"Ck, iya iya gak ko, cepet aelah." Angga pun membantu Mika untuk naik ke atas.


"Ayok sedikit lagi kak bentar lagi nyampe." ucap Mika sambil meraba raba ujung dinding tersebut.


"Yeey nyampe juga gue di atas huuh." ujar Mika yang sudah sampai di atas dan menghela nafasnya.


"Lo berat tau gak sih Mik." Keluh Angga yang langsung mendapatkan tatap sinis dari Mika.


"Apa lo bilang gue berat?, lo aja yang lemah" cibir nya.


"Ayok cepet bantu gue naik!." Angga pun mengulurkan tangannya yang berharap di tarik naik ke atas oleh Mika.


"Gak, gue gak mau bantu lo." ujar Mika yang sudah berada di atas dan menatap Angga, lalu dia memalingkan wajahnya ke semping, pertanda dia sedikit ngambek dan kesal.


"Apa lo bilang barusan?, Udah deh ahk jangan bercanda, Sekarang cepetan bantu gue naik." Angga pun mengulurkan tangannya lagi untuk di tarik ke atas.


"Iya iya sabar aelah." Mika pun pasrah dan membantu Angga naik ke atas.


Ketika Mika menarik Angga dia pun berkata "Lo berat banget sumpah kak, dosa Lo banyak kayaknya jadi berat."


"Yey sampe juga gue." ucap Angga yang sudah berada di atas.


Plakk


Mereka pun melakukan tos dengan bangga.


"Sekarang kita turun." ucap Angga "Gue dulu yang turun baru Lo Ok." Lanjut nya.


"Ok"


Ketika Angga hendak turun tiba tiba..


"Mau ngapain kalian."


Seketika Angga dan Mika pun menoleh ke sumber suara itu dan mereka pun terkejut melihat Pak Toni, sang guru BK sambil membawa pemukul yang terbuat dari rotan di tangan nya.

__ADS_1


***


Lanjut gak nih?


__ADS_2