dinikahi pangeran tampan dimasa SMA

dinikahi pangeran tampan dimasa SMA
kerandoman dimeja makan


__ADS_3

#Part46


Fika yang meresa dirinya di tatap itupun menjawab dengan anggukan kepala dan tersenyum kearahnya.


Mika menghela nafasnya siap untuk berbicara.


"Maafkan Mika pap, Mika gak mau papap khawatir sama Mika dan masalahnya jadi panjang." Lirih Mika, Abi hanya ngangguk-angguo tanda mengerti.


"Ya sudah lain kali kalo ada yang nge-bully lagi, bully lagi aja balik." Mika terbelalak mendengar seruan Abi.


"Kamu ini, bukanya nyuruh anak yang baik-baik malah di suruh balik nge-bully," Sahut Fika.


"Yah masa kita kalo di pukul diem aja, gimana sih kamu," jawab Abi santai.


"Yah pokoknya kalo nanti ada yang mau nge-bully lagi, kamu kabur aja Mika," perintah Fika.


"Papa mau nanya, mereka nge-bully kamu karena apa? Pasti ada alasannya kan?" tanya Abi penasaran.


"Eehh ... Karena ... Anu ..." Jawab Mika gugup, masa dia harus bilang yang sebenarnya oh tidak nanti si Beruang kutub besar kepala!


"Ck, mereka ngerebutin Angga pap," yang tadinya Angga menyimak kini membuka mulutnya, geram melihat Mika yang menjawab terlalu lama.


Abi melongo lalu ia mengedipkan matanya dan tertawa terbahak-bahak.


"Kenapa papa tertawa?" tanya Angga heran.

__ADS_1


"Emang nya kamu artis hah di sebutin?" Tanya Abi di sela tawanya.


"Kamu jangan mimpi Angga, sehingga di rebutin sama mereka," lanjutnya lalu tertawa lagi.


Angga hanya mengerucutkan bibirnya kesal.


"Ya udah kalo papa gak percaya, gak masalah."


"Tapi yang di katakan kak Angga bener pap, mereka nge-bully karena Mika selalu deket sama kak Angga." Sahut Mika yang membuat Abi menghentikan tawanya dan mengubah ekspresi menjadi datar.


"Kamu gak bohong?" tanya Abi, Mika dengan cepat menggelengkan kepalanya.


"Papa sih gak percaya, aku ini primadona sekolah asal papa tau!" Tutur Angga membanggakan diri, Abi hanya mencambik kan bibir nya ke bawah.


"Hilih, jadi terkenal di sekolahan aja bangga kamu!"


"Udah lah pap akui aja Angga ini memang tampan," seru Angga membanggakan diri sendiri sambil menaikkan alisnya.


"Ck, kamu memang ganteng se-Indonesia tapi papa--" ucapan Abi tertahan ketika Angga memotongnya.


"Papa ganteng nya cuma se-RT." Celetuk Angga, yang membuat buat Fika tertawa, sedangkan Mika hanya terkekeh.


"Kenapa kamu ketawa?" Abi melirik Fika yang cekikikan.


"Yang di katakan Angga salah, papa itu yang paling ganteng." Mendengar ucapannya istrinya Abi tersenyum lebar tetapi senyumnya tidak lama.

__ADS_1


"Paling ganteng di keluarga ini." Seketika senyum Abi pudar dan mengundang gelak tawa dari Angga.


"Ck, sayang ... " Rengek Abi yang membuat Mika dan Angga berigidik.


"Pap, jangan ke gitu lagi pap, takutnya ni meja makan melayang ke papa," peringat Angga.


"Dih, bilang aja kamu syirik sama papa."


"Ngapain Angga syirik lagian Angga juga pu--" Hampir saja Angga keceplosan bilang 'punya Mika'


"Pu? Pu apa?" tanya Mika penasaran.


"Udah ahk gak jadi Angga ke kamar dulu!" Angga pergi begitu saja meninggalkan meja makan.


"Ya sudah Mika juga ke kamar dulu yah pap, soalnya mau istirahat," pamit Mika dan di angguki oleh kedua mertuanya.


Abi dan Fika saling lirik lalu melempar senyum.


"Aku harap mereka akan seperti kita, saling menyayangi dan mencintai." Ucap Abi sambil menggenggam tangan Fika dengan lembut.


"Iya, Mas. aku juga berharap seperti itu," lirih Fika.


***


Next?

__ADS_1


Maaf yah kalo ceritanya membosankan 🙏


JANGAN MENJADI PEMBACA GELAP!!


__ADS_2