
#Part53
"Fuuhh ... Untung aja kita cepet lari kalo gak bisa-bisa di interogasi mati-matian sama pak Toni." ucap Gilang kini mereka sudah berada di kelasnya kembali.
"Tapi tadi gue gak liat ada pak Toni." Sahut Angga yang sempat menoleh kebelakang sebelum ia berlari, tetapi melihat kedua temannya berlari ia juga jadi ikutan berlari.
"Wah parah, kita di kibulin sama bini-- Aaww ... Sakit bego!" Pekik Farel yang mendapat injakan di kakinya dari Angga.
"Masih mending kaki Lo yang sakit jangan sampai gue jahit bibir Lo, yang kayak kenal pot itu." Ancam Angga dengan tatapan yang mematikan.
Farel langsung meneguk salivanya susah payah, tatapan Angga seperti ingin membunuhnya dalam sekejap.
"Kalian dari mana aja sih, dari tadi gue cariin gak ketemu-ketemu." Ujar Adit teman sekelasnya merek, ia nampak ngos-ngosan seperti kecapean.
"Maaf yah Dit, tandatangan kita gak gratis." Jawab Gilang sambil menaikkan alisnya.
"Dih, siapa juga yang mau tandatangan Lo yang gak seberapa itu." Tutur Adit menohok.
"Gue ke sini itu buat ngasih tau kalian, kalo nanti sore kita harus latihan basket soalnya besok sore ada pertandingan sama SMA Wirabrata." Jelas Adit kepada mereka.
"Lah, ko Lo ngajak kita? Kan masih ada tim basket yang lain." Jawab Angga.
Tim basket di SMA Merah putih terdiri dari 3 tim, yaitu tim basket kelas 10, yang di pimpin oleh Johan dan tim basket kelas 11, yang di pimpin oleh Calvin, lalu terakhir tim basket kelas 12, yang di pimpin Angga itu sendiri.
"Tadi Pak Ahmad bilang yang harus tanding itu tim Lo, kan Lo tau sendiri mereka belum cukup pengalaman, ini lawan kita bukan tim basket biasa Ga, mereka kemampuannya tidak bisa di remehkan." Jelas Adit panjang lebar.
Adit merupakan kaki tangannya pak Ahmad sang guru olahraga.
Angga menghela nafas panjangnya.
"Yaudah mau gimana lagi." Ujar Angga dan pergi begitu saja meninggalkan mereka bertiga.
"Pokoknya nanti gue tunggu di lapangan sepulang sekolah!" Terika Adit.
__ADS_1
"Berisik Lo Dit!" Tutur Farel sambil melangkah menuju kursinya, beruntung pelajaran Bu Yeni hari ini jam kos, yah walaupun ada tugas yang di kirim.
Di sisi lain Angga tengah berjalan menuju kelas 11 IPA 1.
"Permisi." Ucap Angga dari ambang pintu kelas 11, kelas yang tadinya sedikit riuh seketika senyap dalam hitungan detik.
Semua mata yang berada di dalam kelas itu langsung tertuju pada Angga yang berada di ambang pintu.
"Iya, Angga. ada keperluan apa?" Tanya Bu Reni yang tengah mengajar di kelas itu.
"Kak Angga pasti mau ketemu saya Bu." Ujar siswi yang bernama Aleta.
"Gak, kak Angga mau ketemu sama gue, bukan sama Lo." Sahut temanya.
"Dih jangan kepedean Lo pada, jelas-jelas kak Angga itu mau jemput gue ke KUA."
Yang tadinya sunyi kelas itu pun kembali ricuh.
"Kamu ada keperluan apa ke sini Angga?" Tanya Bu Reni lagi.
"Saya mau ada perlu dengan Mika, boleh saya meminjamkannya sebenar." Ucap Angga, para siswa siswi yang berada dalam kelas itu pun langsung menatap Mika dengan kompak.
Mika hanya tersenyum kikuk, ada yang menatap benci ada juga yang menatap heran dan lain sebagainya.
"Boleh, Mika silahkan." Tutur Bu Reni, Mika pun bergegas pergi dan menemui Angga.
Angga langsung menarik tangan Mika dengan lembut, sehingga membuat para siswi berteriak histeris ingin rasanya berada di posisi Mika saat ini.
"Sudah diam, ayo kita lanjutkan pelajarannya." Pekik Bu Reni.
***
"Ihkk lepasin kita mau ke mana sih! Jangan-jangan Lo mau macem-macem lagi!" Tuding Mika masih dengan posisi di tarik oleh Angga.
__ADS_1
Seketika Angga berhenti mendadak dan membuat Mika menabrak punggung tegak lelaki itu.
"Aaaww ... Kalo mau berhenti bilang dong! Sakit nih jidat gue!" Perotes Mika dengan bibir yang di manyunkan kesal.
Angga yang melihat itu tersenyum miring dan mencomot bibir Mika dengan tangannya.
"Biasa aja bibirnya jangan di monyong-monyongin." Seru Angga gemas.
"Oh jangan-jangan itu kode yah, Lo mau gue c1um?" Tanya Angga sambil menaikkan satu alisnya.
Seketika mata Mika membulat dan memukuli lengan Angga sedikit keras.
"Ihkk, dasar mesum!" Pekik Mika.
"Udah deh ahk, Lo mau ngapain sih ada perlu apa sama gue?" Tanya Mika yang dari tadi penasaran.
"Nanti sore gue mau latihan basket, jadi Lo pulang sendiri gak papa kan? Atau nanti gue suruh mang Diman buat jemput Lo gimana?" Seru Angga.
"Udah gitu doang? gak ada yang lebih penting gitu?" Tanya Mika dengan muka datanya.
Angga menganguk tanda mengiyakan pertanyaan Mika. Mika langsung berbalik badan dan hendak pergi tetapi pergelangan tangannya di tahan oleh Angga.
"Apaan sih lepasin!"
"Lo belum Jawab pertanyaan gue."
"Iya-iya gue gapapa ko pulang sendiri, lagi pula udah bisa kali, dan jangan nyuruh mang Diman buat jemput gue soalnya nanti mang Diman mau jemput papa kan di kantor."
"Ok, kalo Lo ada apa-apa di jalan langsung hubungin gue." Perintah Angga dan di angguki oleh Mika, mereka pun kembali ke kelasnya masing-masing.
***
JANGAN JADI PEMBACA GELAP!!
__ADS_1