
#Part35
"Perkenalkan nama gue Marsya, pacarnya Angga Alvarik Dirgantara." Ia memperkirakan dirinya sangat lantang dia tidak segan-segan mengucapkan kalo Angga itu kekasihnya.
(Nama Angga aku ganti yah yang tadinya Anggara Alvarik Dirgantara sekarang jadi Angga Alvarik Dirgantara gak papa kan?)
Ah, iya Mika baru ingat dia adalah Marsya si tukang bully, Mika pernah mendengar kalo dia suka ngebully adik kelasnya, bahkan Mika juga dulu pernah memergoki dia tengah memukuli Adelia kelas 10.
Dan apa tadi katanya? Pacarnya Angga? Ffff... Rasanya Mika ingin tertawa keras dan ingin sekali berkata 'kenalin gue istrinya' tetapi kalo dia bilang seperti itu semuanya akan menjadi runyam.
"Gue Mika." Mika juga memperkenalkan diri dengan sesingkat mungkin.
"Mau apa Lo panggil gue ke sini?" Tanya Mika santai.
Marsya turun dari meja yang ia duduki dan berjalan mendekati Mika.
"Lo itu lumayan cantik, tapi kenapa lo kegatelan sama pacar orang?" tanya Marsya di depan Mika dengan menatapnya sinis.
"Maksud lo apa?" Mika pura-pura tidak tahu.
__ADS_1
"Lo jangan pura-pura bego deh! Gue liat sendiri Lo keluar dari mobilnya Angga!" Seru Marsya meninggikan suaranya.
"Oh tadi, iya emang gue naik mobilnya kak Angga, kenapa masalah buat Lo?" Ujar Mika sambil tersenyum sinis kearahnya.
"Oh tentu masalah buat gue! Angga pacar gue dia cuma milik gue! gak ada yang boleh memiliki Angga selain gue, ngerti Lo!" Tutur nya dengan tegas, lagi-lagi Mika tersenyum menyeringai.
"Gue peringati, Lo jauhi Angga kalo Lo tetep deketin Angga dan gue liat Lo keluar dari mobil Angga lagi abis Lo sama gue!" Ancam Marsya.
Bukan Mika namanya kalo dia takut dengan ancaman, bahkan sekarang dia tengah menahan tawanya agar tidak keluar.
"Kalo gue gak mau, bagaimana?" Sebenarnya Mika malas berdebat tetapi dia penasaran dengan perempuan yang berada di depannya ini.
"Siska, Sindi. Bawa dia ke rooftop!" Perintah Marsya Kepada dua temannya yang beda di belakang Mika.
Mika juga tidak menyadari bahwa kedua teman Marsya sudah berada di belakangnya.
Siksa dan Sindi pun dengan paksa membawa Mika ke rooftop sekolah, Mika sedikit memberontak, tetapi dia kembali diam dan penasaran apa yang akan Marsya lakukan kepadanya, apakah Marsya akan mendorongnya dari atas rooftop? Ntah lah dia juga tidak tahu.
"Lepasin gue!" Teriak Mika tetapi tidak di dengar oleh ketiganya.
__ADS_1
Mereka sudah berada di rooftop Marsya dengan cekatan langsung mengunci pintu rooftop sedengkan Siska dan Sindi mendorong tubuh Mika, sehingga gadis itu tersungkur, beruntung tangannya menopang tubuhnya kalo tidak pasti Sekarang dia akan mencium lantai.
Marsya menarik tangan Mika dan mencengkeram dagu gadis itu dengan kuat sehingga si empu meringis kesakitan.
"Lo dengar baik-baik sialan! Gue gak akan segan-segan ngelupain orang yang mau merebut milik gue!" tegas Marsya di sela-sela cengkraman nya.
"Kak Angga bukan milik Lo!" Tegas Mika susah payah dikarenakan dagunya di cengkraman kuat oleh Marsya.
Seketika Marsya naik pitam mendengar tuturan dari Mika, ia langsung melepaskan cengkraman nya dan menampar pipi Mika dengan kuat sehingga sudut bibir Mika robek dan mengalir lah darah segar dari sudut bibirnya.
Marsya tidak hanya menampar Mika ia langsung mendorong tubuh Mika hingga terhuyung kebelakang dan menabrak tembok rooftop.
"Sindi, Siska. Pegang dia!" Perintah Marsya.
Dengan segera mereka memegang kedua lengan Mika, sepertinya Marsya tidak puas menampar Mika, Sekarang dia tengah mengambil ancang-ancang untuk memukul wajah Mika dan..
Bugh..
JANGAN JADI PEMBACA GELAP!!
__ADS_1