
#Part16
Di kediaman Laura.
"Terus rencana Lo kedepannya gimana, Mik?"
"Gak tau Ra, gue bingung," lirih Mika sendu.
"Hmm, ntar gue bantuin deh, sebisa gue ok, Lo jangan sedih yah!?" Sahut Laura menengadahkan Mika.
"Tapi, kalo nanti ibu Lo tetep kekeh jodohin Lo gimana?" tanya Laura khawatir.
Di kediaman Farel.
"Ck, kalian emang gak ngertiin perasaan gue!" ucap Angga sedikit kesal.
"Heheh, bercanda Ga, tapi nih yah gue tau watak orang tua Lo, kalo dia mau Lo nikah sama Mika dia bakal melakukan hal apapun untuk itu." Jelas Farel
Memang watak orang tua nya Angga itu berpendirian teguh, kalo mereka berkata Angga akan nikah dengan Mika, berarti itu akan terjadi bagaimanapun caranya, apalagi Abi ayahnya Angga, keputusan dia tidak bisa di ganggu gugat, ntah itu dalam keluarga ataupun berbisnis.
"Pokoknya gue gak mau di jodohin!" Ucap Angga dan Mika serempak di tempat yang berada.
"Hadeh, susah kalo udah begini." Sahut Farel, Gilang, dan Laura serempak di tempat yang berada juga.
Di kediaman Laura.
Tring tring
Suara telpon mengalihkan perhatian Mika dan Laura.
"Ibu Lo nih yang nelpon," seru Laura kepada Mika.
"Angkat aja, pasti dia nanyain gue, bilang aja gue ada di rumah Lo mau nginep." Tutur Mika.
__ADS_1
"Halo, Tante."
"Iya Mika ada di sini ko katanya mau nginep di rumah Laura," lanjutnya.
"Iya Tante siap, sama-sama." Panggilan telpon pun berakhir.
"Kata ibu Lo jangan lama-lama marah nya." Goda Laura.
"Lo gak kasian sama Mak Lo di rumah sendirian, Mik?" Lanjutnya bertanya.
"Mama gak sendirian ada kak Dita ko,"
"Oh kak Dita nginep yah?"
"Iya, sekarang gue tau apa tujuan kak Dita nginep di rumah mama,"
"Hadeh, yaudah kalo gitu mending kita makan yuk." Ajak Laura.
***
Pagi pun tiba kini Surya telah memancarkan sinarnya untuk menghangatkan bumi dan isinya.
"Mik, mau ke mana?" Tanya Laura yang melihat Mika sudah siap-siap ingin pergi
"Mau pulang hehe," cengir Mika
"Yaudah gue anterin,"
Kini mereka memasuki mobil dan melaju ke rumah Mika.
"Mik, gue mampir ke supermarket dulu yah, Lo mau ikut gak?" tanya Laura sambil menyetir.
"Iya, boleh gue juga mau numpang pipis nih." Sahut Mika.
__ADS_1
Mereka pun kini masuk ke dalam supermarket.
"Ra, gue keluar duluan yah, gue tunggu di kursi depan,"
"Ok." Sahut Laura.
Mika pun melangkah kan kakinya menuju kursi yang ada di depan supermarket.
"Permisi kak, saya ikutan duduk yah." ucap Mika sopan.
"Iya ***-" ucapa laki-laki tersebut tertahan ketika melihat siapa yang di depannya.
"Lo!" Ucap mereka berdua secara bersamaan.
"Ngapain Lo ada di sini?" Tanya Angga.
"Yah terserah gue lah, ini kan tempat umum!" Nyolot Mika.
"Biasa dong jangan nyolot!" ucap Angga tak kalah nyolot.
"Lah Lo juga nyolot anjir!"
"Yah terserah gue lah!"
"Ihkk, dasar Lo yah beruang kutub!" Mika melangkah mendekati Angga bertujuan ingin menjitaknya.
Tapi tiba-tiba dia terpeleset dan menabrak tubuh Angga hingga mereka terjatuh dengan posisi Angga di atas dan Mika di bawah, kini pandangan mereka saling bertemu, detak jantung yang tidak beraturan, hembusan nafas yang memburu, akibat rasa gugup dan kaget, namun tiba-tiba..
***
Next?
JANGAN MENJADI PEMBACA GELAP!
__ADS_1