
#Part20
"Pap, cubit mama sekarng!" Perintah Fika yang tidak percaya bahwa ini itu nyata bukan rekayasa.
Abi pun menjalankan perintah Fika untuk mencubit lengan Istrinya itu, Abi juga tidak percaya dengan semua yang di lihatnya Sekarang, atau jangan-jangan Angga dan Mika hanya ngeprank mereka saja, kalo benar adanya wah itu sangat keterlaluan!.
"Aaawww, sakit pap!" rintih Fika yang di cubit Abi.
"Ternyata ini bukan mimpi, ma." ucap Abi dan di balas dengan anggukan kepala Fika.
"Ck, udah deh, ini kan yang kalian mau!?, Aku nikah sama Mika, puas mama sama papa sekarang!?" Tutur Angga sedikit meninggikan volume suaranya.
Fika dan Abi saling melirik, mereka juga ada rasa kasihan kepada mereka, tapi mau bagaimana lagi mungkin ini takdir mereka.
"Kami, memang menginginkan kalian untuk menikah, tapi kami tidak memaksa kalian," dusta Fika.
padahal kalo Angga tadi pulang ke rumah, Fika ingin membujuk dia, supaya Angga suka rela menikahi Mika, tapi ternyata dia sudah keduluan oleh takdir.
"Sekarang jelasin kenapa kalian bisa menikah?, bukannya kemarin kalian bersikeras menolak perjodohan ini, sampai kalian kabur dari rumah, dan kenapa sekarang kalian pulang sudah memakai baju pengantin?" Fika Mengajukan pertanyaan yang beruntun.
"Udah ahk, Angga cape mau istirahat!" Tanpa menjawab pertanyaan satupun dari Fika, Angga melenggang pergi begitu saja menuju kamarnya.
"Angga!, Jelasin dulu!"
Tidak ada sahutan dari Angga, yang Fika dengar hanyalah pintu yang dibanting cukup keras, sehingga mereka tersentak kaget.
"Udah lah, ma. biarin aja dia!" ucap Abi sambil menatap lantai dua kamarnya Angga.
Mereka kini memalingkan pandangannya ke arah Mika yang dari tadi hanya diam saja.
"Sayang, kamu mau kan jelasin kenapa kalian bisa menikah?" Seru Fika dengan lembut dan membeli rambut Mika penuh kasih sayang.
Mika hanya menganggukkan kepalanya dan di bawa duduk ke sofa ruang tengah yang tadi di tempati Abi dan Fika.
"Sekarang kamu jelasin kenapa kalian bisa menikah?" tutur Abi tidak kalah lembut.
__ADS_1
Mika pun menceritakan semuanya dari A sampi Z tidak ada yang terlewat, dari Mika jatuh menimpa Angga hingga di paksa menikah dengan alasan agar tempat itu kembali bersih, dan Gilang yang ingin menyogok warga tapi sia-sia saja semua dia ceritakan.
Abi dan Fika hanya melongo mendengar cerita dari Mika, mereka tidak habis pikir ternyata anak mereka menikah karena di paksa warga, tapi ada bagusnya juga sih mereka tidak repot-repot untuk turun tangan.
"Jadi gitu om, tante." ucap Mika di akhir ceritanya.
"Kamu udah ngasih tau mama kamu belum?, Tentang kalian menikah?" Tanya Fika dan di jawab dengan gelengan kepala.
"Oh yaudah kalo gitu, biar kami aja yang ngasih tau, kamu ke kamar Angga yah untuk istirahat," tutur Fika dan sontak saja membuat Mika membulatkan matanya.
Sekamar?, dengan si beruang kutub?, Oh tidak ini malapetaka buatnya dia tidak mau sekamar dengan si beruang kutub itu, pasti dia nanti bakal di suruh-suruh ke babu, atau jangan-jangan nanti Angga bakal... Mika memikirkan malam pertama dengan dia, dan berigidik ngeri.
"Hmmm..., Mika tidur di kamar lain aja boleh Tante, Om." Pintanya dengan hati-hati soalnya mereka takut marah.
Mereka hanya terkekeh mendengar ucapan Mika "sayang, kamu kan udah nikah sama Angga, jadi harus satu kamar," sahut Fika lembut.
Iissshh merepotkan saja, seharusnya mereka tau kalo Mika belum menerima Angga sebagai suaminya, dia tidak terbatas tidur berdua dengan orang lain.
apalagi tidur berdua sama si Beruang kutub itu, memikirkannya saja sudah tidak mau, tapi apa boleh buat ini rumah Angga jadi mau tidak mau Mika harus menurutnya.
"Yaudah om, Tante, Mika ke kamar kak Angga dulu yah," Pamit Mika Kepada merek.
Apa lagi ini Tuhan, baru saja dia mau naik tangga sudah di panggil lagi, ihk menyebalkan!.
Dengan senyum terpaksa Mika akhirnya menoleh ke belakang dan menatap Fika dan Abi secara bergantian.
"Kenapa om, tante?" tanya Mika dengan senyum yang terpaksa.
Bukanya dia tidak sopan atau apa tapi hari ini dia lelah, rasanya ingin cepat-cepat berbaring saja di atas kasur.
"Lihat pap, menantu kamu panggil kita Om sama Tante," seru Fika kepada suaminya.
Mika yang tidak mengerti, dengan ucapan Fika barusan hanya bisa mengerutkan keningnya saja.
Memang dia harus memanggil mereka dengan sebutan apa?, Selain 'om' dan 'tante', atau Mika harus menyebut mereka Paman dan bibi?, Ahk bikin pusing saja.
__ADS_1
"Mika nak, mulai sekarang kamu panggil kami papa dan Mama yah!?" Tutur Abi dengan senyuman terbaiknya.
Oh, iya Mika lupa kan sekarang ia sudah jadi istri Angga, jadi dia harus memanggil merek dagang sebutan papa, mama, percuma dia pintar di sekolah urusan seperti ini saja dia tidak peka fuuuuh dasar Mika.
"Oh, iya Tan-, ehk maksud nya mama, papa." ucap Mika sedikit canggung.
"Yaudah Mika ke kamar dulu yah!?, Mam, pap." lanjutnya.
"Iya, sayang." Jawab Fika dan Abi hanya menganggukkan kepala.
Melihat Mika sudah di lantai atas Fika dan Abi pun saling melirik dan terkekeh.
"Gimana mam, rencana papa berhasil kan?" tanya Abi tiba-tiba yang membuat Fika sedikit bingung.
"Rencana apa?" Sahut Fika bertanya balik.
"Yah mereka menikah itu gara-gara papa jebak,"
"Hah?, yang bener pap, ko papa gak ngasih tau mama sih," benar ini semua ulahnya Abi yang tidak diketahui Fika.
Abi sengaja memerintahkan anak buahnya untuk mengikuti Angga dan Mika, lalu di saat mereka lengah akan di cilik dan di jebak , ehk ternyata di luar ekspektasi.
Mika terjatuh dan menimpa Angga hingga posisinya begitu intim, lalu mereka tidak menyia-nyiakan kesempatan, dan tentang warga itu mereka di sogok oleh Abi dengan uang yang jumlahnya lumayan banyak.
"Tapi pap, kalo Angga tau semuanya gimana?" tutur Fika khawatir.
"Udah, kalo urusan Angga biar papa yang ngatur," jawab Abi.
"Yaudah, kita juga ke kamar yuk, ma. Kayaknya Angga butuh Adek lagi," pekik Abi kepada istrinya.
"Inget umur pap!" Fika kini telah menatap suaminya dengan tatapan yang sulit diartikan.
"Yah, emang papa udah gak muda lagi mam, tapi papa sanggup ko buat adek baru untuk Angga," ujarnya sambil menaikkan alisnya menggoda.
***
__ADS_1
Next??
JANGAN MENJADI PEMBACA GELAP!!!