dinikahi pangeran tampan dimasa SMA

dinikahi pangeran tampan dimasa SMA
Pagi yang INDAH


__ADS_3

#Part47


"Hampir saya gue keceplosan tadi," gumam Angga yang sudah berada di dalam kamarnya.


"Awas, geser!" Perintah Mika kepada Angga yang tengah duduk di sisi kanan kasur.


Angga menatap Mika lalu memiringkan kepalanya, sontak perbuatan Angga itu membuat Mika mengernyit.


"Ko Lo hobi banget sih nyuruh-nyuruh gue!"


"Masalahnya itu tempat gue!" Pekik Mika sewot.


Angga yang tengah fokus membaca buku, itupun langsung menutup bukunya dan bangkit sambil menatap Mika.


"Sejak kapan Lo punya tempat di kamar gue?" Celetuknya menohok.


"Lo jadi suami ngeselin banget sih!"


"Andai aja ada toko tuker tambah suami," lanjutnya.


Angga tidak menggubris perkataan Mika ia langsung duduk di sisi kiri kasur dan lanjut membaca bukunya lagi.


Mika dengan kasar mengibaskan selimut lalu ia berbaring dan menarik selimutnya sampai sebatas dada dengan posisi membelakangi Angga.


Angga yang melihat tingkah Mika hanya bisa menggelengkan kepalanya saja.


Jam sudah menunjukkan pukul 22.00 tetapi Angga masih tetap terjaga, ia melirik Mika yang berada di sampingnya.


Angga mendekatkan diri ke arah Mika dan melihat gadis itu sudah pulas dan sesekali mendengkur halus.

__ADS_1


Ketika Angga ingin menyelipkan anak rambut yang menghalangi wajah Mika, tiba-tiba gadis itu berbalik sehingga membuat Angga kaget dan mengelus dadanya.


"Ck, ngagetin aja Lo. Mana pules lagi tidurnya," gumam Angga sambil menatap Mika.


Angga hendak bangkit untuk menyimpan bukunya tetapi pergerakan nya tertahan ketika Mika menarik tangan Angga sampai ia terbaring dengan posisi badan miring kearah Mika.


Mika menaikkan satu kakinya sehingga menimpa kaki Angga tidak lupa tangannya memeluk tubuh tegap Angga, Mika seperti memeluk guling.


Dag Dig dug


Kini jantung Angga berdisco, posisinya sangat intim dan begitu dekat sampai-sampai nafas Mika menyapu leher jenjang Angga, dan membuat junior yang tadinya tidur kini sudah bangun.


'Ck, sial! bagaimana ini,' lirihnya dalam hati.


'Ternyata kau tidak menguji kesabaran ku saja tetapi menguji junior ku juga Mikaaa ... ' terikanya dalam hati.


Angga mulai melepaskan pelukan Mika tetapi sia-sia saja, Mika semakin memeluknya dengan erat sehingga membuat Angga kesusahan melepaskan pelukannya.


'Ya Allah tolong kuatkan lah iman hamba mu ini,'


'Dan untuk mu junior ku tetaplah bertahan di bawah sana jangan sampai kau keluar dari sangkarmu!' lanjutnya lagi memelas.


Ia tidak punya pilihan lain selain memejamkan matanya dan menyusul Mika ke alam mimpi, sambil menahan juniornya agar kembali tertidur dengan sekuat tenaga.


Pagi hari


Mika terbangun dari tidurnya dan yang pertama ia lihat adalah wajah tampan suaminya.


Ia menatap wajah itu lekat dan mengusap pipi Angga dengan lembut saat itu juga senyumnya mengembang.

__ADS_1


'Pagi yang indah' gumamnya sambil tersenyum tipis, ia tidak memalingkan wajahnya sedikit pun.


beberapa saat kemudian ia langsung tersadar dari lamunannya.


Lalu Mika melihat posisinya begitu dekat dengan Angga dan memeluknya, sontak saja ia terbelalak dan menarik kaki dan tangannya.


'Apa gue semaleman meluk dia?' tanya Mika di dalam batinnya.


Tanpa ba-bi-bu Mika langsung bangkit dari posisi tidurnya, ia hendak berdiri tetapi tertahan tiba-tiba Angga menarik tangan hingga Mika kembali terbaring, Angga langsung memeluk tubuh Mika.


"Kau mau kabur setelah semalam kau menyiksaku, begitu!?" tanya Angga sambil berbisik di telinga Mika dengan suara khas bangun tidur sehingga membuat Mika berigidik ngeri.


"M-maksud Lo apa?" tanya Mika masih dengan posisi Angga memeluknya.


"Kau pura-pura tidak tahu? Apa memang tidak tahu hmm!?" Jawab Angga sambil tersenyum miring.


Lagi dan lagi detak jantung Mika tidak beraturan, saat ini ia ingin sekali berteriak sekencang-kencangnya.


"Gue gak tahu dan lepaskan gue, apa-apa sih Lo main peluk-peluk, Lo mau mesum yah sama gue!" Cerocos Mika sambil memberontak.


"Ck, Lo bisa diem gak. Kalo Lo gak diem gue cium!" Peringat Angga saat itu juga Mika langsung terdiam lalu menyipitkan matanya kearah Angga.


"Lo ngancem gue!?, Gue gak takut!" Mika semakin berontak ingin melepaskan diri.


Cup


Mika membeku di tempat ketika Angga tiba-tiba menyerang bibir nya, kecupannya singkat tetapi mampu membuat jantung Mika seakan meledak, mungkin sekarang wajahnya sudah seperti kepiting rebus.


Angga tersenyum miring dan bangkit dari tidurnya ia berjalan ke kamar mandi meninggalkan Mika yang tengah membeku itu.

__ADS_1


***


JANGAN MENJADI PEMBACA GELAP!!


__ADS_2