
#Part70
"Diem! Kalo Lo gak mau diem, gue lempar Lo dari balkon!" Ancam Angga, Mika langsung merapatkan bibirnya, ia takut, takut di lempar dari balkon beneran.
Di saat tidak ada pergerakan lagi dari Mika, Angga pun mulai mendekatkan wajahnya ke arah Mika.
Sontak Mika menutup kedua matanya.
Ya ampun apa ini? Apakah yang di pikirkan Mika itu benar? Ya Tuhan bagaimana ini?
Berasa tidak ada pergerakan selanjutnya dari Angga, Mika membuka matanya, dan di sambut dengan Angga yang sedang menyeringai kearahnya.
"Apa? Ko tutup mata?" Tanya Angga, sambil terkekeh.
"Ck! Dasar otak mesum!" Sambung nya sambil menyentil kening Mika, lalu Angga pun beranjak dari atas tubuhnya.
'Ck, dasar menyebalkan!' gerutu Mika dalam hati.
Pagi
Mika dan Angga terlihat sedang berebut seseuatu di meja makan, sehingga membuat Fika dan Abi memijat pelipisnya.
"Itu punya gue!" Ucap Angga Kepada Mika.
"Dih, siapa cepat dia dapat!" Balasnya, lalu menjulurkan lidahnya kerah Angga, meledek.
"Angga, sudah nak itu kan ikannya masih banyak." Mendengar suara lembut dari ibunya, Angga langsung mendudukkan dirinya lagi.
"Tapi, ma. dia ngambil ikan yang paling besar, Angga mau itu!" Adunya kepada Fika.
"Udah-udah, nanti papa beliin ikan piranha sama megalodon, biar puasa kalian makanya." Sahut Abi ikutan jengah.
"Emang ikan piranha kalo di goreng enak yah?" Tanya Mika dengan polos.
"Semua aja Lo bilang enak!" Ujar Angga.
__ADS_1
"Apaan sih! Lo gak di ajak!"
"Enak ko, kayaknya." Tutur Abi, sambil tersenyum.
"Wah, Mika mau nyobain dong pap, dulu Mika pernah goreng ikan ****** tapi rasanya aneh." Mereka langsung melotot dan ternganga mendengar ucapan Mika.
Mereka menatap Mika, tidak habis pikir dengan gadis yang saat ini telah menjadi keluarga barunya.
'Buset ikan ****** aja sampe di goreng, jangan sampe ikan arwana gue ikut di masak sama dia.' lirih Angga, menatap Mika ngeri.
"Kamu ngapain ngegoreng ikan ******, Mika?" Tanya Fika penasaran.
"Waktu itu akuarium milik kak Dita kotor, terus Mika bersihin ehk ikannya pada kelabakan, daripada keburu mati yaudah Mika goreng aja, kan jadi gak mubazir." Jelasnya dengan polosnya.
Fika langsung memukul jidatnya lalu terkekeh, benar-benar tidak bisa di percaya, kelukuan Mika ternyata di luar angkasa.
"Yaudah papa berangkat dulu yah." Abi pun bangkit dan berpamitan kepada keluarganya.
"Jangan sampai istri kamu ngegoreng ikan arwana punya kamu Ga." Bisik Abi di telinga Angga.
30 menit lamanya mereka telah sampai di tempat mereka menimba ilmu.
"Hai, Ga." Sapa Marsya yang baru saja keluar dari mobilnya.
Angga tidak menjawab sapaan dari Marsya, ia lebih memilih diam membisu.
"Kamu sendi--"
"Sayang." Ucap Mika tiba-tiba dari sebelah kiri, yang baru saja keluar dari dalam mobil.
Marsya yang tadinya senyum dengan wajah ceria, dalam hitungan detik wajahnya langsung berubah menjadi datar.
Mika yang menyadari perubahan raut wajah Marsya itupun tersenyum miring.
Ia langsung mendekati Angga, dan merangkul lengan kekar lelaki itu.
__ADS_1
"Eeh, halo ada Lo ternyata." Kata Mika, masih dengan posisi merangkul lengan Angga.
"Kita duluan ya." Seru Mika lalu menarik tangan Angga, Angga hanya diam dan menurut saja.
Hingga kini mereka tengah berjalan di koridor sekolah, banyak siswa siswi melihat kearah mereka.
"Mereka cocok yah."
"Dih, gatel banget sih tu cewek!"
"Ahk, gue ko jadi baper liat mereka."
"Mereka gak cocok! Kak Angga tuh cocoknya sama kak Marsya."
"Andai aja gue yang jadi pacarnya kak Angga."
Begitulah ocehan-ocehan para siswa, ada yang memandang kagum ada juga yang iri.
Tanpa Mika sadari ia mengeratkan rangkulannya kepada lengan kekar Angga, seolah-olah tidak ada yang boleh mengambil Angga darinya.
Angga yang menyadari pergerakan Mika, ia langsung tersenyum kecil.
***
Next?
Halo semuanya š
Dan maaf yah kalo part nya kurang panjang atau kurang seru, mklum kepalaku masih puyeng wkwkš
Pokoknya semoga kalian suka dan puas sama part ini, kalo gak puas yah puas-puasin aja š
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian di sini š
Terimakasih sudah membaca šš¤
__ADS_1
JANGAN JADI PEMBACA GELAP!!