
#Part11
"Aaaaaaahhhkkkk" teriak Mika kaget dan menghamburkan diri memeluk Angga.
Sontak saja Angga juga kaget dengan perlakuan Mika yang tiba-tiba memeluknya itu.
"Apasih, lepas gak!" Angga yang risih dan ingin melepaskan pelukan Mika pun tertahan, dikarenakan dia merasakan badan Mika yang bergetar ketakutan.
"Lo, ini kenapa sih?" tanya Angga.
"Itu...,itu di dalam." Mika menunjuk kearah sudut toilet "itu ada tikus gede banget gue takut." Ucapnya masih dengan posisi memeluk Angga.
Ya memang Mika takut dengan tikus dulu Mika sempat kakinya di gigit tikus hingga bengkekak.
Angga pun menolehkan pandangannya ke arah yang di tunjuk oleh Mika.
Dan saat itu juga dia melihat tulus berwarna hitam di pojok toilet yang berdekatan dengan keran air, dia juga sedikit tersentak dan berigidik ngeri lalu menutup toilet itu.
Bagaimana tidak tersentak, tikus itu ukurannya tidak kecil tapi besar dua kali lipat tikus dewasa.
"Yaudah, kita pindah aja jangan bersihkan toilet yang ini." Angga menarik tangan Mika lembut dan menjauhi toilet itu.
Mereka pun berjalan menuju toilet yang berdekatan dengan perpustakaan.
"Sama tikus aja takut Lo." ujar Angga dengan posisi yang masih menuntun Mika dan tengah berjalan menyusuri koridor sekolah menuju perpustakaan.
"Gue trauma anjir." Sahut Mika melas.
"Lo harus tau Ada tikus yang lebih gede dan berbahaya daripada yang tadi."
"Emang ada?, tikus jenis apa?" tanya Mika polos.
"Ada, tikus berdasi."
"Ehk, buset." Jawab Mika yang sedikit terkekeh.
__ADS_1
Di sisi lain ada sepasang mata yang melihat mereka berjalan bergandengan tangan menuju perpustakaan, ia adalah Marsya dia mengepalkan tangannya dengan sorot mata marah.
Mereka pun sampai di toilet yang berdekatan dengan perpustakaan, mereka pun membersihkannya dengan telaten.
Tiba-tiba ada suara langkah kaki menuju kearah mereka sontak saja mereka saling lirik.
"Kalian istirahat saja, dan jangan di lanjutkan, bapak batalkan hukuman kalian yang satu ini." ya dia adalah Pak Toni.
"Ehk yang bener pak?" tanya Mika berbinar.
"Iya, tapi kalian harus ingat, jangan melakukan kesalahan yang sama awas aja kalian!" peringat Pak Toni dengan tegas.
"Iya pak siap terimakasih." Sahut Mika lalu menarik tangan Angga keluar toilet dan me jauhi tempat itu.
"Apa sih, gak usah tarik-tarik." Pekik Angga dan Mika pun melepaskan genggaman tangannya.
"Soryy" Jawa Mika
"Cih" decak Angga lalu meninggalkan Mika begitu saja yang tengah mematung di koridor sekolah.
Bel pulang pun berbunyi pertanda pembelajaran hari ini sudah usai para siswa siswi pun berhamburan menuju parkiran.
"Mik, mau bareng sama gue gak?" tanya Laura yang sedang berada dalam mobil.
"Gak usah Ra, gue pulang nya bisa naik angkot ko." tolak Mika, bukannya dia tidak mau ikut, tapi dia tidak enak hati dengan Laura, lagi pula mereka tidak satu arah.
"Oh yaudah gue duluan yah Mik, sampai ketemu besok." Jawab Laura yang langsung menutup kaca mobilnya.
***
"Asalamualaikum Mika pulang." Ucap Mika yang baru sampai di depan rumah, lalu ia pun membuka pintu.
"Waalaikumsalam sayang." Jawab sang ibu sambil tersenyum ke arah Mika.
"Mama mau ke mana ko rapih banget?" tanya Mika yang berjalan mendekati mama nya.
__ADS_1
"Kamu lupa?, hari ini kan kita mau ke tempat sahabat mama." Jawab Sinta ibu Mika dengan lembut.
"Sekarang kamu mandi, mama tunggu di luar sama kak Dita yah, dan kamu harus pakai baju yang mama siapakan tadi, ada di kamar kamu ko." ujar mama sambil membelai lembut rambut sang anak.
Mika pun bergegas menuju kamarnya dan mandi lalu berganti pakaian nya.
"Ma, ayok aku sudah siap." Kak Dita dan mama pun menoleh mendengar suara itu.
"MasyAllah, cantik banget putri mama." ujar Sinta yang melihat Mika dari ujung kaki hingga ujung rambut.
Mika Sekarang tengah menggunakan dress pendek di atas lutut berwarna hitam dan polesan make up tipis sederhana tetapi nampak elegan.
"Emang kita mau ke mana sih ma, ko aku di suruh dandan ke gini." tanya Mika dengan penasaran.
Namain sang ibu hanya tersenyum saja kearahnya.
"Yasudah ayok kita berangkat nanti terlambat lagi." Ucap kak Dita yang paham akan kondisi sekarang.
Mereka pun menaiki taksi dan berangkat ke rumah sahabat Sinta.
"Kak ko keponakan sama kakak ipar gak ke sini?, Katanya mau nyusul ko gak ada?" tanya Mika yang dari tadi diam kini dia membuka suaranya.
"Oh mereka gak jadi ke sini dek, mas Roy ada kerjaan di luar kota katanya, sedangkan keponakan kamu ada di rumah sama neneknya, katanya mereka gak mau ke sini besok harus sekolah." Kak Dita pun menjelaskannya panjang lebar.
"Oh, gitu yah kak." Kak Dita pun hanya mengangguk saja.
Mereka pun telah sampai ke tempat yang di tunju.
Mika pun turun dari taksi dan melihat sebuah rumah besar dan juga mewah berwarna putih dan gold perpaduan warna yang begitu indah sehingga menambah kesan kemewahannya, dia tidak henti-hentinya mengucapkan kagum dalam hatinya.
mereka pun masuk ke halaman rumah tersebut pandangan Mika menulusuri rumah megah itu.
'Rumah siapa ini?' dia bertanya pada dirinya sendiri di dalam hati.
***
__ADS_1
Next?