
#Part41
Bel pulang sekolah kini berbunyi para siswa siswi berlomba-lomba menuju parkiran.
"Mik, Lo pulang sama siapa?" tanya Laura kepada Mika yang tengah membereskan beberapa alat tulisnya.
"Yah sama siapa lagi, kalo bukan sama si Beruang kutub itu." Jawabannya santai.
"Oh yaudah, kalo gitu gue duluan yah," pamit Laura dan bergegas pergi meninggalkan Mika.
Mika bangkit dari duduknya dan berjalan untuk keluar kelas, beberapa saat ia terhenti lalau melihat kelasnya yang kosong tidak ada seorang pun.
Ia kembali melangkah kan kakinya dan menutup pintu kelasnya, dia berjalan menyusuri koridor sekolah, Mika tidak memperhatikan langkah nya dan...
Brukk..
"Arghh ... Jidat gue!" Pekiknya saat menabrak seseorang.
"Mika," ucap seseorang laki-laki.
Mika melirik ke arah laki-laki yang bertabrakan dengannya.
"Calvin." Ya, sosok laki-laki itu adalah Calvin, yang baru keluar dari ruangan komputer.
"Eeh, ayok berdiri." Calvin membantu Mika untuk berdiri.
"Lo lagi ngapain di sini?" Tanya Mika, pasalnya ruang komputer itu terletak bersebelahan dengan kelasnya.
"Oh, ini. Gue abis naro komputer yang tadi gue pinjem, soalnya laptop gue gak kebawa." jawabnya santai.
"Oh," Mika hanya mengangguk-angguk tanda ia mengerti.
"Ko Lo belum pulang?" tanya Calvin yang keheranan.
"Iya belum, soalnya tadi ada pelajaran tambahan jadi agak telat pulangnya,"
"Oh gitu, yaduh gue anterin aja yah!?" Tawar Calvin kepada Mika, dan sontak saja Mika menggelengkan kepalanya cepat.
"Sebelumnya makasih karena Lo udah nawarin gue pulang bareng, tapi gak. Gue bisa pulang sendiri ko," tolaknya dengan halus.
__ADS_1
"Hmm, yaduh deh kalo gitu." Lirihnya sedikit kecewa.
"Tapi kalo bareng ke parkiran boleh kali," ucapnya sambil tersenyum manis.
"Oh tentu aja boleh dong."
Mereka berjalan ke parkiran dengan beriringan.
Dari kejauhan Mika tidak melihat mobil Angga, ia keheranan apakah dia di tinggal? Ahk mungkin suaminya itu parkir di tempat lain, kan parkiran sekolah ini luas, tapi dia ingat betul mobil Angga di parkirnya di sini apa mungkin dia pindah tempat kali yah.
"Mik, yakin Lo gak mau gue anter?" Tawar Calvin yang keduakalinya.
"Gak, Vin. Makasih," Ucap sambil tersenyum.
"Yaudah, gue pulang duluan yah kalo gitu." Pamit Calvin lalu di angguki oleh Mika.
Motor sport milik Calvin telah berlalu pergi kini Mika tengah bingung di mana Angga beranda?
Ia mulai menelusuri parkiran sekolah yang lumayan luas, tapi nihil si empu tidak di temukan beserta mobilnya, Mika mengacak rambutnya frustasi.
Apakah dia di tinggalkan? ia melihat jam di headphone nya yang menunjukkan pukul 16:20, ck sial pasti si beruang kutub itu meninggalkan nya, dasar nyebelin!
Kalo tau gini Mika tadi menerima tawaran dari Calvin.
"Arghh ... Ngeselin!" Teriak Mika frustasi, lalu ia melihat ada botol yang kosong di depan nya, dan menendang botol itu untuk melampiaskan kekesalannya.
Bugh...
"Aaahhhkk ... Woy siapa yang nendang botol ini sampe ke kepala gue!?" teriak seseorang laki-laki yang tak jauh dari tempat Mika berdiri Sekarang.
"Mampus gue ... Kabuurrr." Mika berbalik badan dan berlari tanggung lantang keluar dari gerbang sekolah.
Sesampainya di depan sekolah dengan nafas yang tersengal-sengal ia melirik lagi ke belakang, ia tidak melihat orang itu mengerjakannya.
"Haaah ... uuhhhh ... selamat." Lirihnya dan tersenyum puas.
Dengan perasaan yang lega Mika membalikkan tubuhnya dan hendak keluar dari gerbang sekolah, namun jantungnya kembali berdetak kencang.
"Astaghfirullah ... " Pekiknya kaget.
__ADS_1
"Kenapa lo?" tanya Angga yang berada di depannya Mika.
"Lo, ngagetin aja. Kenapa lo muncul tiba-tiba kayak setan tau gak!" Kesalnya, belum sempat detak jantung kembali normal, ehk malah ada dedemit yang mengagetkan nya, untung dedemitnya ganteng.
"Ada, setan ganteng kayak gue?" tanya Angga sambil menaikkan satu alisnya.
"Ada Lo!" Jawab Mika santai.
"Oh berarti Lo mengakui kalo gue ganteng?" Tuturnya sambil tersenyum puas.
"Yah, gue akuin Lo itu ganteng, manis banyak yang suka." Ucap Mika memuji, dan membuat Angga tersenyum sombong.
"Tapi, akhlak Lo yang gak ganteng! Minus tau gak!" Celetuk Mika menohok yang tadinya Angga tersenyum sombong, dengan hitungan detik mukanya kembali datar dan menatap Mika dengan tatapan elangnya.
Apakah ini yang di sebut ku ajak kau melayang tinggi dan ku hampaskan ke bumi?
"Ck, terserah Lo!" Seru Angga dengan muka datar dan meninggalkan Mika.
"Mau ke mana?" Sahut Mika sedikit berteriak.
"Pulang!" tutur Angga yang sedikit berteriak juga.
Mika pun bergegas menyusul Angga dan membututinya dari belakang, hingga ia sampailah di mobil Angga.
"Pantesan gue cari-cari ternyata mobil lo nangkring di sini," omelnya sedikit kesal.
"Iya, tadi gue bosen nunggu Lo kelamaan jadi gue ke mini market dulu." Jawabannya sambil membuka pintu mobil.
"Ayok masuk! nunggu apa lagi Lo?" tanya Angga yang sudah berada di dalam mobil.
"Eeh, mau ke mana Lo?" tanyanya lagi ketika dia melihat Mika ingin duduk di belakang.
"Katanya si suruh masuk, gimana sih Lo!"
"Iya, tapi Lo jangan duduk di belakang! Lo pikir gue supir Lo gitu?" Tegas Angga, dan Mika hanya memutar bola matanya melas.
"Duduk di depan!" Perintahnya.
Mika masuk ke dalam mobil dan Angga pun melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang.
__ADS_1
***
JANGAN JADI PEMBACA GELAP!!