
#Part3
"Ihkkk, nyebelin banget sih mereka, main ngusir aja, emang ini sekolah punya bapak mereka apa." Kesal Mika.
"Yah kan emang ni sekolah punya bapak nya kak Angga Mika." ujar Laura dengan sabar.
"Iya gue tau itu, tapi gak seharusnya kak Angga ke gitu, mentang mentang ini sekolah punya bapak nya, dia bisa seenaknya ke gitu, kita ini sama sama pelajaran, jangan semena mena." Emosi nya begitu meluap ketika melihat tingkah sombong nya Angga tadi di kantin.
"Orang kaya mah bebes Mika." ujar Laura
"Yah tapi gak seharusnya gitu, emang semua orang kaya gitu yah Ra?." Tanya Mika
"Yah gak semuanya gitu Mika, kan watak manusia itu berada beda gimana sih Lo."
"Yah iya sih, percuma kaya tapi sombong ke gitu." ujar Mika kesal
"Hadeh" Laura hanya bisa bernafas pasrah saja mendengar celotehan Mika yang kesal dari tadi.
Di saat mereka berjalan santai di koridor sekolah tiba tiba ada sebuah bola basket melayang ke kepala Mika dan ....
Buughhh
"Mikaaaa..." Teriak Laura yang kaget melihat Mika terkapar di lantai.
Sontak saja Laura membantu Mika untuk berdiri, untung saja lemparan bolanya tidak terlalu kencang, jadi Mika masih bisa berdiri, yah walaupun agak pusing.
"WOIII BISA MAIN BASKET GAK SIH LO, KALO GAK BISA GAK USAH MAIN, KENA PALA GUE NIH SAKIT!." Sontak aja Mika berteriak dan berjalan ke lapangan.
"Siapa yang ngelepar bola basket ke kepala gue ngaku!." Ucap Mika yang meninggikan suaranya.
"Ehk, Mika maaf yah, Lo gak papa kan?." Tanya Calvin ketua Tim basket.
Sedikit info tentang Calvin.
Calvin Smith, dia adalah anak terakhir dari keluarga Smith, dia memiliki wajah yang tampan, bola mata hitam pekat, kulitnya putih bersih, hidupnya nya yang mancung, bibir nya yang pink Natural dan badannya yang tinggi sekitar 178 cm, dan memiliki badan yang atletis, kaya? Jangan di tanya, pasti sudah tau jawabannya.
Dan Calvin juga memiliki perasaan kepada Mika, dia kenal dengan Mika pas Mereka duduk di bangku kelas 7 SMP, sempat Calvin nembak Mika tapi hasilnya di tolak alasannya ingin fokus dengan pendidikan, perasaan nya tidak berubah sejak dulu sampai sekarang ini.
__ADS_1
"Oh, jadi lo yang lempar bola ini ke gue hah!."kesel nya.
"Iya maaf Mik, gue gak sengaja tadi, sakit yah?." Tanya Calvin lagi.
"Gak ko gak sakit, rasanya itu nikmat banget, nanya lagi lo, yah sakit lah anjir, Lo kalo gk bisa main basket jangan main, ngebahayain orang tau gak sih!."
"Iya maaf Mika, gue gak sengaja beneran super deh" Calvin mengacungkan dua jari membentuk huruf V.
"Ini tidak gratis Calvin" ucap Mika dengan senyuman jahil di muka nya.
Calvin yang sudah peka akan hal itu langsung menghela nafas panjang nya.
"Iya, nanti sepulang sekolah gue tunggu lo di gerbang depan."
"Nah gitu dong, baru adil namanya." Segera Mika melempar bola basket tersebut ke arah Calvin.
"Gue juga di ajak kan Calvin?." Tanya Laura
"Maaf yah Ra, lo gak di ajak." Jawab Calvin
"Ada orang kaya, kayak lo suka makan gratisan?." Tanya Calvin sambil mengangkat satu alisnya.
"Ada lah gue ini buktinya." Ucapnya sambil menaik turunkan alisnya.
***
Bel pulang sekolah pun berbunyi menandakan jam sekolah hari ini sudah usai.
Di depan gerbang sana ada Calvin yang setia menunggu Mika keluar dari kelasnya, karena mereka tidak satu kelas dan tidak satu jurusan.
Calvin kelas 11 jurusan IPS, sedang Mika jurusan IPA.
"Calvinnn.." panggil seseorang yang tak lain dan tak bukan adalah Mika.
Sontak saja Calvin melambaikan tangan nya ke arah Mika.
"Udah lama nunggunya?." tanya Mika yang di susul gelengan kepala Calvin.
__ADS_1
"Gak ko baru aja sekitar 10 menit."
"Oh gitu yah, tadi gue ada urusan dikit heheh jadi telat 10 menit." Ujar Mika yang cengengesan.
"Yudha gak papa, yuk naik, gue bawa lo makan enak hari ini." Ajak Calvin.
Mika pun naik motor sport milik Calvin, dan segera melaju ke tempat makan.
Sesampainya mereka di tempat makan tersebut, sontak saja Mika tercengang, tidak tercengang bagaimana, ini di luar ekspektasi nya.
Dia pikir Calvin bakal bawa dia ke pedagang kaki lima, ternyata dugaan nya salah, dia di bawa ke lestoran bintang lima.
"Vin, Lo gak salah ngajak gue ke sini?." Tanya nya
"Emang nya Lo mau gue bawa ke mana?, Ke hotel?." Tanya Calvin.
Sontak saja Mika memukul helem yang di kenakan Calvin, dan di susul dengan kekehan Calvin.
"Yudha turun, Lo mau sampe kapan di atas motor gue hah?."
"Sampe ular punya sayap dan kaki." Jawab Mika ngasal.
Lalu dia bergegas turun dari motor Calvin dan mereka pun masuk ke dalam lestoran tersebut, dan duduk di bangku yang kosong
"Vin, apa ini gak berlebihan yah, Lo bawa gue ke sini, padahal kan gue ngiranya Lo bakal bawa gue ke pedagang kaki lima, ehk ternyata ke lestoran mahal, gak sayang duit lo vin?." Dengan polos nya Mika bertanya seperti itu pada Calvin.
Sedangkan Calvin hanya tertawa kecil mendengar nya.
"Gak papa Mika, gue kan mau tanggung jawab gara gara gue kepala lo kena bola basket kan tadi siang, jadi ini sebagai permintaan maaf gue buat Lo."
"Aduh gue jadi gak enak tadi siang gue bilang ini gak gratis." Jujur sekarng Mika sudah tidak enak hati dengan Calvin, dia sedikit menyesal telah berkata seperti itu tadi siang, dia juga tidak tahu bahwa Calvin bakal bawa dia ke tempat mewah seperti ini, ini sangat di luar ekspektasi nya.
"Gak papa Mika, ini tuh lestoran langganan keluarga gue, makanan nya enak enak jadi gue bawa lo ke sini buat nyobain makanan di tempat ini." Ucap Calvin yang sedikit menenangkan Mika agar dia tidak berpikir ini berlebih, yah walaupun emang berlebihan sih.
'Gue harap lo bisa buka hati buat gue Mik' batin nya.
***
__ADS_1