dinikahi pangeran tampan dimasa SMA

dinikahi pangeran tampan dimasa SMA
Dipergoki warga


__ADS_3

#Part17


Ckrekkk


Suara jepretan kamera itu sanggup membuat Angga dan Mika menoleh ke arah suara itu.


"Hayo kalian terciduk!" ucap bapak-bapak yang sedang memegang ponselnya, yang tadi di gunung untuk mengambil foto Angga dan Mika.


Mika sepontan mendorong tubuh Angga sekuat tenaga dan bangkit untuk berdiri.


"Ini tidak seperti yang bapak pikiran pak, saya tadi terpeleset terus menabrak tubuh dia pak," tutur Mika panik dan menjelaskan.


"Iya bener pak apa kata dia, tadi dia terpeleset terus nabrak saya," Angga juga ikut membela.


"Halah kalian bohong, bapak-bapak sini cepetan." Terdengar laki-laki paruh baya tersebut memanggil teman-temannya.


"Aduhh mampuss nih," lirih mereka pelan secara bersamaan.


"Ada apa pak?" tanya laki-laki yang berbaju coklat.


"Ada yang mau berbuat maksiat di sini." seru lelaki yang mempotret mereka, yang memakai kaos hitam.


"Gak!, Itu semua bohong pak, itu hanya kesalahpahaman." ucap Mika menohok.


"Udah deh jangn ngeles kalian, saya punya buktinya," dia memperlihatkan foto Angga dan Mika yang sedang terjatuh tadi.


"Wahh ini tidak bisa dibiarkan bapak-bapak ibu-ibu," ucap ibu-ibu yang memakai daster motif bunga-bunga.

__ADS_1


Di situ tidak hanya ada bapak-bapak melainkan ibu-ibu juga ada di sana.


"Kita harus segera menikahkan mereka, agar tidak ada yang berbuat seperti ini lagi!" Kata lelaki yang memakai jaket.


"Hah, Apa!" Ucap Angga dan Mika kaget dan melirik satu sama lain.


"Bapak-bapak, ibu-ibu dengerin saya, jika memang saya berniat mesum sama dia, saya gak bakal melakukannya di depan umum, mending saya sewa hotel." Tutur Angga membela diri.


Terdengar mereka sedang berunding.


"Gak bisa, kalian harus tetap dinikahkan!" ucap lelaki yang memakai kaos warna biru.


"Bawa mereka sekarang!" Sahut salah satu dari mereka.


"Kaburrrr..." ucap mereka serempak dan berlari ke sembarang arah tapi itu sia-sia saja mereka di kepung dari berbagai arah sama warga setempat.


"Ada apa ini pak?" tanya Gilang dan di susul oleh Farel dan Laura, yang baru saja datang dari dalam supermarket.


"Mereka ingin melakukan hal yang mesum di tempat ini," ucap salah satu dari mereka.


"Hah!" Jawab Laura Gilang dan Farel.


"Rel, Lang tolong gue dong." Pekik Angga memelas.


"Lauraa.., tolongin gue," seru Mika mintak tolong.


"Pak mereka sahabat saya, Meraka gak mungkin melakukan hal yang tidak senonoh di tempat ini." tutur Farel kepada mereka.

__ADS_1


"Iya bener pak, mereka anak baik-baik jadi tidak mungkin melakukan itu," Laura ikut menambahkan.


"Halah, kalian sama saja!, Kami akan membawa mereka ke KUA untuk di nikahkan!"


"Saya akan bayar kalian berapapun, tapi lepaskan mereka!" Sahut Gilang kepada mereka.


"Gak!, Kami tetap akan menikahkan mereka, biar tempat ini itu kembali bersih." Ucap ibu-ibu yang memakai daster berwarna pink.


Mereka pun hanya bisa melongo, peraturan dari mana itu?, Bisa-bisa tu ibu-ibu berpikiran seperti itu, mereka tidak habis pikir.


Mereka pun membawa Angga dan Mika ke KUA yang tidak jauh dari sana, sesampainya di sana mereka di pakaikan baju pengantin, sedengkan para sahabatnya hanya bisa melihat mereka, menolong dan membantu mereka kabur juga akan sia-sia.


"Ra..., Gue gak mau nikah," lirih Mika sambil menangis.


"Uadah yah Mika, gak papa, nanti kan Lo bisa cerai sama kak Angga," Mika pun terdiam sesaat untuk mencerna ucapan Laura barusan.


Mika hanya ingin menikah satu kali seumur hidupnya, dia tidak mau mempermainkan pernikahan, pernikahan itu momen yang sakral.


Dia ingin menikah dengan orang yang ia cintai bukan bersama musuh bebuyutannya, apalagi dia dinikahin dengan tujuan untuk diceraikan, dia tidak mau.


Tuhan mengapa kau memberinya takdir yang begitu berat dan susah untuk di terima, dia serasa di permainkan oleh takdir, bayang-bayang pernikahan yang bahagia dan sakral di kepalanya seketika hancur dalam Sesaat.


Ntah apa yang akan terjadi di kehidupan yang selanjutnya ketika ia menikah dengan seorang yang tidak ia cintai begitu juga sebaliknya.


"Udah yah, Mik. jangan nangis gue jadi ikutan nangis nih." Kini Laura hanya bisa memeluk Mika untuk menenangkan nya.


Next??

__ADS_1


JANGAN MENJADI PEMBACA GELAP!!


__ADS_2