
#Part69
'Makanya jangan coba-coba ngelawan gue, Mika di lawan!' Batinnya sambil menatap salak yang ia genggam.
Cklek ...
Terdengar suara pintu terbuka, Mika terlihat ancang-ancang memperbaiki posisi duduknya.
Sekilas Angga menoleh kearah nya, tetapi ia kembali stay cool dan berjalan menuju sofa.
Mika fokus memainkan ponselnya, tetapi ujung matanya tetap fokus kearah Angga.
'Lah, ko handuk gue malah ke gini sih?' batinya yang melihat handuk yang tadi ia simpan di punggung sofa kini telah berpindah.
Angga tidak merasa curiga sama sekali, lalu dengan santainya ia menduduki handuk tersebut.
Yes mangsa memakan umpannya, Sekarang tinggal tarik joran nya, Mika tersenyum penuh arti.
Angga melirik Mika yang tengah senyum-senyum sendari seperti orang gila saja! Pikir nya.
'Kambuh lagi tu anak' Batin Angga.
'Eeh, apaan nih ko kayak ada yang mengganjal.' Lanjutnya yang pastinya dalam hati.
Angga langsung bangkit dan menyeka handuk tersebut, dan ...
"AAAAAAAA!" Teriak Angga sehingga membuat Mika menoleh kearahnya.
"S-salak!" Angga langsung berlari kerah Mika, dengan badan yang bergetar hebat, lalu ia memeluk Mika.
"Ihhk, apaan sih!" Protes Mika, ia berusaha untuk menahan tawanya.
"I-itu ko ada salak! Siapa yang naro di situ hah?!" Ujar Angga, kini dia bersembunyi di belakang tubuh Mika.
Mika dengan jahil langsung memasukkan salak yang ia genggam kedalam baju Angga, dan sontak saja Angga berteriak histeris.
"Aaaaaaahhhkkkk." Angga kelabakan ia meloncat-loncat seperti kangguru, sambil menjerit ketakutan, Mika tak kuasa menahan tawanya sehingga tawanya kini pecah dan menggelegar di seluruh kamar.
"HAHAHAH"
Mika tertawa terbahak-bahak sampai perutnya sakit, dan bercucuran air mata.
Angga refleks langsung melemparkan kedua salak itu kesembarang arah, yang penting tidak terlihat, pikirnya.
__ADS_1
"MIKAAA!" Teriak Angga, sontak saja si empu yang tertawa langsung menghentikan tawanya.
'Mampus, bagaimana ini? Apakah gue harus kabur?' batinya.
'Oh, jelas. tentu saja gue haru ngacir, sebelum bom atom meledak.' Lanjutnya dalam hati.
Dengan cengengesan, perlahan-lahan ia mendekati pintu, tatapan Angga terus tertuju kepada Mika.
Sehingga membuat Mika ngeri sendari melihat nya, dia sepertinya ingin menelannya hidup-hidup.
"Kaburrrr!" Mika langsung membuka pintu dan berlari kencang.
"Mikaaaa!" Angga langsung menyusul Mika dan berlari kencang, tidak ingin ketinggalan jejak.
"Mama, papa. Tolong Mika!" Abi dan Fika yang tengah berada di ruang keluarga dan menonton televisi, saat itu juga menoleh ke belakang terlihat Mika yang sedang berlari kearahnya.
"Eeh, kenapa sayang?" Tanya Fika.
"Mikaa!" Suara bariton milik Angga menggema di rumah itu.
"Aaaaa, mama mika takut." Mika bersembunyi di belakang Fika.
"Mika, sini Lo!" Angga berjalan kearah Mika yang bersembunyi dibalik tubuh ibunya.
"Eeh, ada apa ini Angga?" Tanya Abi.
Mereka menoleh kearah Mika, dan menggelengkan kepalanya, ada-ada saja tingkah menatunya itu.
Pantas saja tadi Mika beratnya apa yang di takuti Angga, ternyata untuk ini toh.
"Sini Lo!" Angga hendak menarik tangan muka tetapi Mika langsung berlari.
"MIKAAA!"
Dan terjadilah kejar-kejaran di antara mereka, Abi dan Fika hanya tertawa kecil melihat tingkah menatu dan putranya itu.
"Gue mintak maaf!" Sambil berdiri Mika terus meminta maaf.
"Iya gue maafin, tapi dengan satu syarat!" Mereka pun menghentikan larinya.
"Apa?" Tanya Mika dari kejauhan.
"Makanya, sini dulu!" Perintah Angga.
__ADS_1
"Gak! Nanti Lo nangkep gue lagi!"
"Gak akan Mika gue udah cape kerjar-kejaran!"
"Tapi Lo harus janji jangan nangkep gu, kalo gue ke situ!" Angga pun mengangguk.
Mika mendekati Angga.
Kini Mika tengah berada di hadapan Angga, Angga langsung menyeringai.
"Tapi gue gak janji." Ujar Angga, mata Mika melotot dan hendak kabur tapi ...
Happ ...
Angga langsung menangkap Mika, dan menariknya untuk memasuki kamar, tetapi terlalu sulit karena Mika memberontak dengan terpaksa Angga menggendong nya ala karung beras.
"Aaaaaa, mama papa tolongin Mikaaa." Teriaknya, Abi dan Fika hanya tersenyum melihat nya.
Sesampainya di kamar Angga langsung mengunci pintu dan melemparkan Mika keatas kasur.
"Aaaww ... Sakit tau!"
Tanpa menggubris ucapan Mika, Angga langsung naik ke atas kasur dan menindih tubuh mungil istinya.
"L-lo mau ngapain?" Tanya Mika terbata-bata.
"Lo harus di beri hukuman, Mika!" Jawab Angga.
'Hah apa ini? Hukuman apa yang dia maksud?' batin Mika.
Apakah hukuman yang Angga maksud seperti hukuman yang di novel-novel? Ketika istinya bikin salah terus suaminya menghukumnya melalui indehoy? Ahk tidak mungkin, Mika belum siap.
"Ahkkkk! gue gak mau, lepas!"
***
Next?
Halo semuanya 😊
Maaf juga kalo ceritanya gj yah bestie 😇
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian di sini 🥰
__ADS_1
Terimakasih 🤗
JANGAN JADI PEMBACA GELAP!!!