
#Part5
***
"Calvin dari mana kamu?."
Seorang laki-laki paruh baya mendatangi Calvin yang baru aja ingin naik tangga ke kamar nya.
"Ehk, papa. Calvin abis kerja kelompok pah jadi pulang nya telat." dustanya.
"Abis kerja kelompok atau abis..." tanya Wiliam papa nya Calvin yang menyipitkan matanya yang sedikit mencurigai anaknya itu.
"Apaan sih pap, orang aku abis kerja kelompok juga." bantah Calvin yang tidak mau di curigai oleh papa nya.
Masa iya dia bilang abis jalan sama cewek, sedangkan dia akan di jodohkan dengan putri sahabat nya Wiliam nantinya.
"Iya, papa percaya, Sana mandi terus kita makan bersama kamu pasti belum makan kan?." tanya papah Wiliam
"Belum pap." jawab Calvin dengan lantang, Karen kalo dia menolak takutnya sang papah curiga.
Calvin pun bergegas ke kamar nya dan melakukan ritual mandinya.
selesai melaksanakan kegiatan bersih bersih nya ia pun turun ke lantai bawah dan bergabung dengan keluarganya di meja makan.
Mereka pun makan dengan khidmat, tidak ada suara dia antara mereka, cuma ada dentingan sendok dan garpu saja.
***
"Pagi mamah ku sayang.." ucap Mika yang baru saja tiba di meja makan.
"Pagi sayang, ayok makan dulu nak." ajak sang mama
"Kakak mana ma?." tanya Mika sambil mendudukkan dirinya di kursi.
"Oh dia lagi keluar sebentar, kamu makan dulu aja, takutnya kamu terlambat kalo nungguin makan bareng sama kakak kamu." ucap Sinta yang sedang mengambil air minum.
"Oh gitu yah, mama udah makan?." tanya Mika
"Belum, mama sama kakak kamu aja nanti makannya." jawab Sinta.
Mika pun makan sendirian, dan menikmati masakan mamanya, sungguh masakan mamanya begitu enak tidak ada duanya, rasanya dia ingin mengatakan pada dunia bahwa masakan mamanya lah yang paling enak.
"Ya udah ma, Mika pergi ke sekolah dulu yah." Mika pun pamit untuk pergi ke sekolah, dan mencium tangan mama nya.
"Setelah kamu pulang sekolah, kamu langsung pulang yah, soalnya mama mau ngajak kamu ke rumah teman mama." ucap Sinta yang tersenyum ke arah Mika.
__ADS_1
"Iya, ma. Siap Mika langsung pulang ko." jawab nya "Ya udah kalo gitu Mika pergi dulu yah ma." Sambungnya.
Mika pun segera pergi ke sekolah sambil bersenandung kecil dan berjalan dengan ceria, di saat dia tengah berjalan santai manik matanya menangkap sosok laki-laki yang tidak asing baginya yang sedang mengotak-ngatik mesin mobilnya.
Mika pun menatap laki-laki itu dengan lekat, tanpa berpaling sedikit pun dari sosok yang ia pandangi sekarng.
"Itu bukannya kak Angga ya, ngapain dia di sana, samperin ah." Iya sosok laki laki yang di lihat Mika adalah Angga.
Mika pun melangkah kan kakinya untuk mendekatkan ke arah Angga yang saat ini berdiri.
Sedikit info untuk Angga.
Anggara Alvarik Dirgantara atau bisa di sebut Angga dia adalah anak pertama dari keluarga Dirgantara dia seorang laki laki yang mempunyai kulit putih mulus, bibir pink Natural, hidung mancung, badan yang atletis tinggi dia sekitar 180 cm, yah dia memang tinggi, bola mata yang coklat, menambah ketampanan nya, siapa saja perempuan yang menatap nya akan terpanah oleh ketampanannya.
Keluarga Dirgantara adalah keluarga yang terpandang, dan di segani, jika ada orang yang mengusik keluarga tersebut makan siap siap saja, mereka tidak akan main main.
"Kak Angga kan?." tanya Mika yang baru sampai ke tempat Angga dan mobil nya saat ini.
"Lo siapa?." jawab Angga sinis sambil mengangkat satu alisnya.
"Buset langsung lupa gitu yah sama gue, padahal Lo kemaren yang ngusir gue dari kantin." ucap Mika dengan menyilangkan kedua tangannya di depan dada.
"Lo pantes untuk di usir, karna lo itu merusak pemandangan." jawab Angga jutek tidak menoleh sedikitpun dia sedang sibuk memperbaiki mesin mobilnya yang bermasalah.
"Apa lo bilang gue merusak pemandangan?." seketika mata Mika melotot.
Seketika Mika menyipitkan matanya, Karen takut yang di katakan Angga itu benar bahwa mata nya akan loncat dari tempat nya.
"Mobil lo kenapa?" tanya Mika yang dari tadi penasaran.
"Bukan urusan Lo!."
"Dih, di tanyain malah ke gitu." jawab Mika "Harusnya lo itu bersyukur di datangin cewe cantik ke gue." lanjutnya.
"Yang ada gue apes di datangin lo mah." jawab Angga ngasal.
Mika tidak habis pikir emang ada laki-laki modelan ke gini yah?, dia emang ganteng sih tapi akhlak nya itu loh yang tipis, apa dia berbicara ke orang lain juga seperti ini?, atu bahkan sebaliknya, ntah lah Mika pusing memikirkan nya.
Tidak lama kemudian angkot pun datang dan segera Mika menghentikan angkot tersebut.
"Lo ikut gak sama gue naik angkot? Daripada lo telat nanti ke sekolah terus di hukum, gue sih gak mau." ajak Mika, kasian juga ni anak di pinggir jalan sama mobil nya yang mogok, bisa bisa dia telat pergi ke sekolah.
"Lo ngomong sama gue?." tanya Angga sambil menunjuk dirinya sendiri.
"Bukan!, Gue ngomong sama jin, lo jin nya." Kesal Mika yang hendak masuk ke dalam angkot.
__ADS_1
"Apa lo bilang gue jin?." tanya Angga yang sedikit kesal.
Seketika Mika pun menghentikan langkahnya untuk naik ke dalam angkot dan menoleh ke arah Angga.
"Buka jin sih, lo tepatnya beruang kutub." ujar Mika ngeledek.
"Dih daripada lo toples rengginang." celetuk Angga yang tak kalah meledak.
Seketika mata Mika melotot mendengar ucapannya, dia baru pertama kali di bilang 'toples rengginang' ini bener bener keterlaluan.
"Apa lo bilang?, toples rengginang?" tanya Mika dengan suara sedikit meninggi.
"Iya lo toples rengginang, sama sama kecil."
"Badan lo noh yang kegedean kayak beruang." ucapnya tak kalah meledak sambil menunjukkan ekspresi wajah kesal.
"Neng jadi naik gak nih?." tanya sopir angkot dari dalam angkotnya.
Seketika mereka berhenti bertengkar dan menoleh ke arah sopir angkot itu.
"Jadi, Bang." jawab Mika yang langsung masuk ke dalam angkot yang di susul Angga.
"Lo ko naik?." tanya Mika kaget yang melihat Angga itu naik angkot dan duduk di sampingnya.
"Yah daripada gue telat ke sekolah, jadi terpaksa gue naik angkot." jawabannya sambil melihat kanan dan kiri nya.
Angga duduk di samping Mika yang berada di belakang sopir angkot sebelah kanan tepatnya.
"Kenapa lo duduk di sini sih." tanya Mika risih yang merenggangkan jarak di antara mereka, yah walaupun tetep deket sih, karena posisi Mika mentok ke jok supir di depan.
"Ya udah sih gue tinggal pindah aja apa susahnya." jawab Angga yang hendak langsung berdiri mau pindah posisi duduknya.
ketika Angga mau pindah posisi ke samping kiri, tiba tiba Mika melihat 2 cowok yang penuh dengan tato dan pakaian nya seperti preman pasar.
Seketika Mika menahan tangan Angga yang hendak berpindah posisi itu, Angga pun menatap Mika yang menggelengkan kepala pelan sambil melirik ke sebelah Angga, sontak saja Angga melirik ke sebelah nya dan dia melihat ada 2 cowok seram dan sangar.
Angga kembali melirik Mika yang sedikit ketakutan, dia pun menarik nafasnya dan tidak jadi pindah posisi.
"Iya gue gak jadi pindah, Lo tenang aja." ucapnya pelan sambil berbisik di telinga Mika.
Mika pun mengangguk saja, bahwa dia mengerti.
Sesaat kemudian tiba tiba angkot itu ngerem mendadak yang mengakibatkan semua penumpang terdorong ke depan, Sedang kan Angga refleksi menahan dirinya menggunakan tangannya yang berpegangan ke jok depan, agar tubuhnya tidak menindih Mika yang berada di depan nya, tapi sayangnya wajah mereka berdekatan dan...
***
__ADS_1
Next?