
#Part15
Di satu sisi Mika yang tengah turun dari taksi dan melangkahkan menuju rumah sang sahabat.
Tok tok tok
"Ehk, non Mika cari siapa?, non Laura yah?" tanya ART di sana
"Iya, BI. Mika cari Laura, dia ada kan di dalam?" sahut Mika bertanya balik.
"Oh, ada non. mari masuk." Ajak ART tersebut.
"Silahkan duduk dulu non, biar bibi yang panggilkan non Laura," kini ART itu hendak memanggil Laura yang berada di lantai dua.
Tok tok tok
"Iya masuk," ucap Laura di dalam kamar.
"Non, di bawah ada non Mika, katanya mau ketemu sama non."
"Tumben banget Mika ke sini, mau ngapain dia ke sini Bi?" tanya Laura penasaran.
"Kalo soal itu, bibi kurang tau non," Laura hanya mengangguk dan ber oh-ria saja.
Ia pun turun dari ranjangnya dan pergi menuju ruang tamu, untuk menemui sahabatnya..
"Mika." ujar Laura, sesampainya di sana.
"Lo, ngapain ke sini?" Lanjutnya.
"Emang gue gak boleh ke sini, yah?" Ucap Mika melas.
"Ehk, gak maksudnya bukan gitu, ko Lo tumben ke sini, ada perlu apa?" Tutur Laura menjelaskan.
"Gue mau nginep di sini, boleh yah!?"
"Boleh sih, tapi lo harus cerita dulu sama gue," Laura yang kini telah menyadari bahwa Sahabatnya ini sedang tidak baik-baik saja, ia ingin mendengar keluh kesahnya.
"Ck, kelihatan banget yah?" tanya Mika pada Laura, tapi Laura hanya menghela nafasnya saja.
__ADS_1
"Mungkin sebagian orang melihat Lo ke gini mereka pasti mengira bahwa Lo baik-baik aja, tapi ko di mata gue jangan harap seperti itu Ferguson!"
Mika hanya bisa tersenyum ke arah Laura, dia benar-benar bersyukur Tuhan telah memberikannya sahabat yang baik dan tulus seperti Laura, susah maupun senang, kaya atu miskin, dia tidak pernah meninggalkan Mika, begitu juga dengan Mika kepada Laura.
"Terimakasih yah." ucap Mika tiba-tiba.
"Makasih buat apa?" Heran Laura, prasaan dia tidak melakukan apapun.
"Untuk semuanya, terimakasih Lo telah menjadi sahabat gue yang palinggggg...., The best." jawab Mika
"Iya, Mika. sama-sama malahan Lo sahabat yang paling the best yang gue temuin, yah walaupun Lo agak ngenes sih," Mereka pun tertawa dengan candaan nya Laura, yang mengatakan Mika itu ngenes.
"Yaudah ayok ke kamar gue, Lo ceritanya bisa di sana ok." Mika dan Laura pun menuju ke kamar.
"Sekarang Lo cerita sama gue, apa yang terjadi," tanya Laura ketika sudah sampai di kamarnya.
Mika menarik nafasnya dalam-dalam lalau menghembuskan perlahan.
Di kediaman Farel.
"Jadi gini, gue di jodohin sama si Mika." Farel yang tengah meminum Coca-Cola, refleks menyemburkan Coca-Cola tersebut ke muka Gilang.
Di kediaman Laura
"Apaa, Lo di jodohin sama kak Angga!?" ucap Laura sedikit meninggikan suaranya karena dia kaget.
"Suuuttt..., Jangan kenceng-kenceng gimana sih Lo, Lo udah janji yah sama gue, gak bakal ngomong sama siapapun tentang masalah ini!" sahut Mika menginginkan.
"Iya-iya, tadi gue syok aja jir, terus kenapa lo bisa di jodohin sama kak Angga Mik?" tanya Laura masih dengan ekspresi kagetnya.
"Ok, jadi gini,"
Di kediaman Farel
"Hah, yang bener Lo Ga!?" tanya Farel dengan ekspresi kaget.
Angga pun menjawabnya cuma dengan anggukan kepala saja
Sedangkan Gilang, dia hanya bisa mengusap muka nya yang kena semburan Farel.
__ADS_1
"Lo, kaget boleh tapi jangan nyembur muka gue juga, Lo pikir muka gue apaan di sembur-sembur!" Pekik Gilang yang sedang membersihkan mukanya menggunakan tissue.
"Muka Lo pantes untuk di sembur, soalnya ngeselin," jawab Farel santai.
"Apaaa, Ga. Lo di jodohin sama Mika!?" tutur Gilang sok kaget sampai bangkit dari duduknya.
"Telat Lo kagetnya, ege." ucap Farel
"Terus Lo, ko bisa sih di jodohin sama Mika?" Lanjutnya
"Jadi gini, dulu itu nenek gue buat perjanjian lah initinya, dia itu mau balas budi ke keluarganya Mika, karena dulu keluarga Mika telah membantu keluarga gue bangkit dari kesusahan, dengan cara menjodohkan gue sama Mika, kan aneh. Di mana-mana balas budi itu membalas kebaikan ehk ini di balas dengan perjodohan aneh kan." Jelas Angga panjang lebar.
Di kediaman Laura.
"Oh gitu ceritanya, tapi lo beruntung juga sih Mik, di jodohin sama pangeran sekolah yang ganteng seperti kak Angga," ucap Laura sambil senyum-senyum.
"Beruntung apaan, yang ada gue bisa tertekan serumah dan sekamar sama dia ntar, yah gue akuin dia ganteng, tapi akhlak nya yang minus."
"Kalo gitu, yaudah tukeran posisi aja yuk, Mik." Ajak Laura.
"Mana bisa gitu, Ra. ya Allah,"
Di kediaman Farel.
"Di luar angkasa coy." Sahut Farel ngasal.
"Di luar nalar anjir!" Jawab Gilang.
"Ehk, tapi nih yah, perjodohan ini gak buruk-buruk amat,Ga." Tutur Farel.
"Maksud lo?" Jawab Angga sambil menaikkan satu alisnya.
"Iya, setidaknya Lo di jodohin sama Mika gak sama orang lain, secara dia itu cantik, pinter, kurang apa lagi coba, kalo gue jadi Lo nih yah udah gue terima tu perjodohan tanpa neko-neko." Jelas Farel panjang lebar.
"Iya, bener tu, Ga." Sahut Gilang menambahkan.
***
Next?
__ADS_1
JANGAN MENJADI PEMBACA GELAP!!