
#Part66
Drama nyanyi-nyanyi pun sudah selesai, mereka sekarang tengah memperhatikan pak Budi yang sedang menerangkan mata pelajaran.
"Oke anak-anak, di karenakan waktu nya sudah habis, bapak pamit undur diri." Pak Budi langsung bergegas pergi dari kelas 12.
"Guys." Suara tersebut mampu mengalihkan perhatian Angga, Farel dan Gilang. Mereka langsung menoleh kearah suara tersebut.
"pertandingan basket di undur menjadi besok, jadi sore ini kita bisa latihan lagi, berhubungan waktunya mepet gue takut kita kewalahan nanti." Seru Adit, yang sudah berada di dekat meja Angga.
"Ok." Balas Angga singkat.
"Gue sih, tanpa latihan juga bisa ngalahin mereka." Sahut Farel dengan sombongnya.
"Eeh, rel kereta! Lo main kelereng aja suka kalah apalagi ngelawan mereka!" Seru Gilang merendahkan.
"Hilih, bilang aja iri!" Tutur Farel.
"Sudah-sudah, pokonya nanti gue tunggu!" Tutur Adit lalu ia kembali duduk di bangku nya.
Bel pulang berbunyi.
"Mika, Lo pulang sama siapa?" Tanya Laura, sepertinya Laura sedikit posesif kepada sahabatnya itu, dia tidak mau sahabatnya itu dalam bahaya lagi.
"Sama kak Angga." Jawab Mika santai.
"Oh, gitu syukur seh kalo gitu, gue kan jadi lega." Balas Laura.
"Ya udah kita ke parkiran bareng yuk!" Ayak Laura dan ia pun langsung menggenggam tangan Mika dan menyeretnya dengan lembut kearah parkiran.
"Mika!" Teriak seorang.
Gadis itupun langsung menghentikan langkahnya, dan menoleh ke belakang.
__ADS_1
"Kak Angga." Gumam Mika.
"Lo mau ke mana? Hari ini gue ada latihan basket, Lo gak boleh pulang dulu! Tunggu gue selesai." Ucap Angga, Mika menoleh kearah Laura yang terdiam.
"Mika bisa pulang bareng sama gue ko, Lo tenang aja kak." Sahut Laura sambil tersenyum.
"Lo pulang nya sama siapa? Nyetir sendiri atau di jemput supir Lo?" Seru Angga bertanya kepada Laura.
"Yah, nyetir sendiri sih." Jawab Laura.
"Sebaiknya kalian jangan pulang dulu, gue khawatir di jalan takunya ada apa-apa, Laura memding Lo temenin Mika aja nanti pulang nya di anterin si Gilang."
"Oh, dengan senang hati!" Sahut Gilang yang mendengar perkataan Angga yang tak jauh darinya.
"Ogah! Mending gue pulang sendiri!" Tolak Laura menohok.
Gilang tampak murung, sedangkan Farel dia malah tertawa.
"Dasar Lo yah gak setia kawan!" Gilang sesekali menjitak Kepada Farel.
"Woyy, ayok kumpul sini!" Teriak Adit.
Angga langsung menarik tangan Mika, dan menyuruhnya untuk duduk di kursi panjang pinggir lapangan.
"Duduk di sini jangan kemana-mana!" Perintah Angga dan di angguki oleh Mika.
Angga dengan jahil mengacak rambut Mika dengan gemas.
"Ihhk! Jadi berantakan kan, kayak hidup gue!" Omelnya dan langsung merapikan rambutnya kembali.
Sedangkan Laura ia telah pulang, sempat tadi di bujuk oleh Gilang agar Laura pulang bareng dengannya, tetapi sangat di sayangkan Laura menolek menatah-mentah ajakan Gilang.
"Baru kali ini gue di tolak sama cewek." Ujar Gilang melas.
__ADS_1
"Sabar Lang, artinya itu Laura buat gue." Seketika Gilang menoleh ke arah Farel, ia langsung memincangkan matanya.
"Berani Lo ngerebut dia, langkahin dulu mayat mang Ujang!" Peringatnya.
Mereka kini sedang latihan, Mika dengan sabar menunggu dan melihat mereka latihan.
Gadis itu tak henti-hentinya menatap kearah Angga, dan sesekali senyumnya mengembang.
'Tampan.' lirihnya dalam hati tanpa sadar.
"Mik, ayok kita pulang aku udah selesai." Ajak Angga namun Mika hanya bengong, menatap Angga dengan tatapan kagum.
Huufh ...
Angga langsung meniup wajah Mika yang bengong, dan Sontak saja ia tersadar.
"Ihk! Kebiasaan deh, suka niup-niup muka gue!" Protes nya, tidak terima.
"Masih untung gue tiup, gak gue sembur." Balas Angga.
***
Next?
Kalo gak puas yah puas-puasin aja wkwk, bercanda 😁
Semoga menghibur dengan novelku yang tidak seberapa ini hehe 😄
Tinggalkan jejak kalian di sini:)
Terimakasih 😊
JANGAN JADI PEMBACA GELAP!!
__ADS_1