dinikahi pangeran tampan dimasa SMA

dinikahi pangeran tampan dimasa SMA
Pertengkaran yang tidak berfaedah


__ADS_3

#Part7


"Mau ngapain kalin!" tanya Pak Toni Marah yang tengah menatap mereka.


Angga dan Mika pun saling melirik satu sama lain.


"Turun kalian, ngapain kalian di atas mau cosplay jadi monyet kalian hah!?" Perintah Pak Toni sambil mengarahkan pemukul tersebut ke arah mereka.


Angga pun turun dan segera membantu Mika untuk turun juga, Merek pun sudah berada di bawah, lebih tepatnya di hadapan Pak Toni.


"Kalian ini lagi ngapain di atas sana hah?, Mau bolos atau telat?" tanya Pak Toni sambil melirik Angga dan Mika secara bergantian.


"Kami telat pak." jawab mereka serempak dengan kepala yang tertunduk.


"Kalo kalian telat gak seharusnya kalian manjat dinding kayak maling aja." Tutur guru tersebut.


"Kamu Mika!, Bapak kecewa sama kamu, kamu ini murid berprestasi kenapa kamu melakukan ini, kenapa kamu tidak jujur kalo kamu telat, jangan ikut-ikutan manjat dinding!"


"Kamu juga Angga, kamu ini ketua osis, seharusnya kamu menjadi contoh yang baik bagi adik kelas dan teman-teman kamu, bukannya begini, jangan mentang-mentang sekolah ini punya bapak kamu, kamu seenak nya." lanjutnya.


"Maaf Pak kami salah." ucap merek serempak, masih dengan posisi menundukkan kepalanya.


"Kalian bapak hukum, hormat kepada bendera merah putih di lapangan sampai waktu jam istirahat, karena kalian tidak jujur bahwa kalian telat bapak tambah hukuman kalian, sesudah dari lapangan kalian boleh istirahat 5 menit, terus kalian bersihkan semua WC sekolah!" Perintah nya dengan tegas.


Seketika mereka pun mengangkat kepalanya dan menatap guru tersebut.


"Apa mau protes, mau di tambah lagi hukumannya hah!?" ucap Pak Toni sambil sedikit melotot ke arah mereka.


"Gak Pak, maaf." Hanya kata 'maaf' saja yang bisa di ucapkan oleh mereka.


Mau protes?, Mana bisa kalo mereka protes bisa-bisa di tamabah lagi hukumannya berabe kan ntar jadinya.


Pak Toni itu guru yang di takutin di sekolah tersebut, tidak ada murid yang mau membantah perintahnya, dia termasuk guru yang tegas.


Mereka pun melangkah kan kakinya ke lapangan yang di ikuti guru BK tersebut, sesampainya mereka di depan tiang bendera, mereka pun mengangkat tangan nya untuk hormat dan sedikit mendongakkan kepalanya ke atas.


"Jangan berhenti menghormat sebelum jam istirahat!" Ucap Pak Toni lalu dia meninggalkan dua sejoli yang berada di lapangan itu.


Hening sesaat


"Gara-gara lo sih, kita jadi di hukum kan!" Ucap Mika yang memulai percakapan dan memecahkan keheningan.


"Ko gara-gara gue sih, ini tu gara gara lo yah, ngajak gue naik angkot terus telat!" Ucap Angga tidak kalah sinis


"Dih, kalo lo gak ngajak gue naik dinding itu gak mungkin kita kena omel dan di hukum, udah bener tadi tuh kita manggil Mang Ujang." ucapnya sambil terus menghormat.

__ADS_1


"Yah, lo juga ngapain mau ikut gue hah?, Lagi pula kalo manggil Mang Ujang bakal tetep di hukum kali, sama aja dong." ucap Angga sambil melirik Mika sekilas.


"Yah, setidaknya hukumannya gak berat kak gak ke gini." Ucap Mika sambil menghela nafas pasrah


"Tadi juga gue gak ikut lo, lo yang narik tangan gue." lanjutnya


"Iya emang tapi kan pas mau manjat tadi gue gak maksa lo, gimana sih, lo yang mau sendiri." Ujar Angga yang tidak mau di salahkan.


'Iya ya seharusnya tadi gue biarin aja dia manjat Sendiri, ehkkk dasar Mika bodoh emang.' Batinnya menggerutu.


"Yah pokoknya ini salah lo, beruang kutub!"


Seketika Angga pun menoleh ke arah Mika sambil melotot lalu menyipitkan matanya.


"Salah lo toples rengginang!" Ucapnya tak mau kalah.


"Salah lo!"


"Salah lo!"


"Salah lo!"


Begitulah pertengkaran kecil yang tidak berfaedah itu, seharusnya mereka introspeksi diri mereka masing-masing, merek sama sama salah di sini.


"Ehk, itu kan si Angga ngapain tu anak di lapangan." Ucap Gilang yang tidak sengaja melihat Angga yang tengah di hukum itu.


Dari kejauhan Farel dan Gilang yang abis dari toilet melihat Angga dan Mika yang tengah di hukum.


"Di hukum tuh dia, ehk bntar deh, itu kayak si Mika kelas 11 IPA 1 iya gak sih?" ucap Farel yang menyadari bahwa ada Mika juga di sana.


Sedikit info untuk Farel dan Gilang.


Farel Mahardika, putra sulung dari keluarga Mahardika, memiliki paras yang tampan tinggi dia sekitar 178, dia adalah sahabat nya Angga dari umur 5 tahun, orang tua mereka pun sudah sejak lama berteman jadi tidak heran anak-anak mereka sahabatan.


Gilang Adijaya, putra terakhir dari keluarga Adijaya, dia memiliki wajah yang tampan, dia juga keturunan Jasun Jawa Sunda tidak heran bukan bahwa dia bibit unggul?, tinggi badan dia sekitar 182 cm, sama seperti Farel dia juga sahabat nya Angga sejak dari mereka umur 5 tahun, orang tua mereka juga berteman baik dan menjadi partner bisnis.


Apakah mereka kaya? Jangn di tanya, sekolah ini adalah sekolah elit swasta, hanya orang kalangan atas dan pintar saja yang bisa bersekolah di sini jadi tidak heran banyak anak-anak penerus bisnis papih yang bersekolah di sini, sekolah ini juga termasuk sekolahan terfavorit di Jakarta.


"Ko, lo bisa tau Mika sih Rel?" Gilang pun menatap Farel yang meminta penjelasan.


"Gue tau dia dari Instagram, followers nya banyak tau, terus gue liat-liat lagi IG nya, ternyata dia sekolah di sini." jawab Farel santai dan melirik Gilang, sambil menyilangkan kedua tangannya di depan dada.


"Terus pas gue tanya sama anak kelas kita, mereka juga tau Mika dong, katanya dia siswa yang berprestasi dan pernah mengharumkan nama sekolah kita loh, jadi tidak heran kalo dia di kenal banyak orang di sekolahan ini." lanjutnya.


"Oh iya iya, pas olimpiade itu kan?, Gue baru tau yang mewakili sekolah kita itu Mika, sempat sih gue denger pas waktu itu sekolah kita menang olimpiade, tapi gue cuek aja, dan gak tau orang yang mewakilkan sekolah kita." ujar Gilang menggingat-ngingat.

__ADS_1


"Tapi kalo sekarang gue udah tau."lanjutnya dengan tersenyum dan melirik Farel sambil mengangkat kedua alisnya naik turun.


ternyata benar Mika sempat menjadi perwakilan sekolahnya untuk mengikuti olimpiade, dan ternyata dia memenangkan olimpiade tersebut sehingga nama sekolahnya semakin di kenal.


Dulu yang menjadi perwakilan sekolahanya adalah Angga, dan Angga pun juga berhasil meraih kemenangan dari olimpiadenya dulu, pas dia tengah duduk di bangku kelas 11 SMA.


"Kudet banget lo, Gilang-gilang." ucap Farel sambil menggelengkan kepalanya.


"Kita samperin yuk." usul Farel yang di angguki oleh Gilang.


"Ayok gas, sekalian kita ledekin tuh si kutil kecoa." ujar Gilang sambil menyeringai licik.


Mereka pun menuju lapangan untuk menemani Angga dan Mika.


"Halo Babang Angga, di hukum kenapa nih." Sapa Farel yang baru saja sampai di TKP dan seperti biasa dia meledak sahabat nya yang tengah di hukum itu.


"Aduh aduh guys orang tampan sekaligus pangeran sekolah di hukum nih." Gilang pun mengambil ponsel nya yang berada di dalam saku, lalu dengan iseng mempotret dan mereka Angga.


Sedangkan Mika hanya memperhatikan tingkah mereka saja sambil berkedip kedip polos.


"Ck, kalian bisa diem gak sialan!" Umpat Angga kesal, sambil menatap tajam sahabat-sahabat karib nya itu.


Usil emang mereka, walupun mereka suka jahil dan tingkahnya absrud bikin emosi meluap, tapi tidak ada sahabat yang sebaik mereka.


Angga juga sudah menganggap mereka sebagai bagian terpenting dalam hidupnya, mereka adalah rumah ke dua Angga, Angga sudah menganggap mereka seperti keluarganya sendiri.


"Gak bisa bro, ini momen langka harus di abadikan bener gak Rel?" ucap Gilang yang tengah sibuk merekam dengan jahil sambil terkekeh.


"Yoi Lang" Farel tak kala menjahili Angga, yang sendari tadi raut wajahnya begitu frustasi dan tertekan.


Gak prustasi gimana? Udah mah panas, haus, malah di ledekin lagi sama sahabatnya sendiri, sungguh Sekarang Angga rasanya ingin mencincang mereka.


"Ayok liat sini bro senyum dong jangan cemberut gitu gantengnya ilang tau." ucap Gilang sambil tertawa dan sibuk merekam dan mempotret Angga.


"Ck, kalian gue pecat jadi sahabat gue sialan!" Umpat Angga sinis sambil menatap tajam Farel dan Gilang.


***


Next?


Halo semuanya selamat membaca ๐Ÿ˜Š


buat kalian para sahabat readers semoga kita di tahun ini menjadi pribadi yang lebih baik lagi dari sebelumnya, semoga kita tetap berada di lindungan yang maha kuasa, dan semoga di tahun ini apa yang kita inginkan tercapai selagi itu positif, dan jangan lupa untuk bersyukur yah, apapun keadaannya kita sekarang harus selalu bersyukur dan positif terus intinya. Oh iya terimakasih untuk kalian yang selalu menyemangati ku, dan bagi kalian yang punya masalah semoga masalahnya cepat beres yah bestie jalani secara ikhlas dan sabar otyyy.


Pokoknya aku akan selalu mendoakan kalian di mana kalian berada, doa terbaik buat kalian๐Ÿ˜Š.

__ADS_1


__ADS_2