dinikahi pangeran tampan dimasa SMA

dinikahi pangeran tampan dimasa SMA
Mungkin ga ya, papah masih hidup?


__ADS_3

#Part4


Tidak lama makan yang di pesan pun datang dan mereka makan dengan khidmat.


"Ehk, Vin. Lo tau kak Angga gak?." tanya Mika di sela sela makan mereka


"Kak Angga maksud lo?." Jawab Calvin memastikan


"Ya iya lah siapa lagi?, Angga tukang dagang cilok di depan rumah gue?." ujar nya bercanda


"Iya, gue tau ko kak, emang kenapa lo ko tiba tiba bahas kak Angga?." tanya Calvin yang penasaran.


"Yah gak papa sih, gue cuma nanya aja, penasaran, ko dia sombong banget yah."


Calvin hanya tersenyum saja mendengar ucapan Mika, yang sedikit kesal itu


Mereka pun telah selesai makan dan Calvin pun bergegas untuk mengantarkan Mika pulang ke rumah nya.


"Makasih yah, Vin. Gue jadi makan enak hari ini." Ucap Mika berterimakasih Sambil tersenyum.


"Iya sama sama, santai aja kali. Ya udah gue pamit langsung pulang aja kalo gitu, udah malem juga takut di cariin orang rumah." Pamit Calvin


"Loh gak mau masuk dulu, biar gue buatin minum."


"Gak, Mik. Maksih, Gue pulang aja." tolak Calvin, bukan nya dia tidak mau mampir tapi ini sudah malam dan juga nanti dia takut di marahin.


"Ya udah hati hati yah Vin, makasih untuk hari ini." ujar Mika mengingatkan.


"Iya, lo juga jangan bergadang besok sekolah inget." Calvin juga tidak lupa mengingatkan Mika

__ADS_1


Calvin pun bergegas melajukan motornya meninggal halaman rumah Mika.


"Assalamualaikum, Mika pulang." Mika pun masuk ke dalam rumah dan tidak lupa mengucapkan selamat.


"Waalaikumsalam." Mendengar jawaban salam yang bukan dari ibunya dia pun sedikit kebingungan dan menuju ke sumber suara itu.


"Kak Ditaa..." Mika pun langsung berlari kecil ke arah kakak nya itu yang tengah tersenyum padanya dan memeluk sosok kakaknya tersebut


"Kakak kapan ke sini?, Ko gak ada bilang sama Mika sih kak." tanya nya dan melepaskan pelukannya dari sang kakak.


"Iya, Mik. Kakak ngedadak ke sini nya, gak tau nih tiba tiba kangen aja sama kamu dan mamah." ucap kak Dita


"Kangen.." Mika pun kembali memeluk kakaknya yang sudah lama ia rindukan.


Kak Dita memang tidak serumah dengan Mika, dia sudah berkeluarga dan tinggal lumayan jauh dari tempat Mika tinggal, kadang mereka cuma 1 bulan sekali saja bertemu dan kak Dita juga cuma datang ke rumah ini kalo ada acara keluarga saja.


Mika juga tidak terlahir dari keluarga yang serba kecukupan tapi dia terlahir dari keluarga yang serba kekurangan.


"Ehh Mika udah pulang nak." Sontak Mika pun memalingkan wajahnya ke arah suara wanita tersebut.


"Iya, ma." Mika pun melepaskan pelukannya dari kak Dita.


"Ko kamu jam segini baru pulang abis dari mana?." tanya sang ibu kepada Mika


"Aku abis kerja kelompok ma." Dustanya, tidak mungkin dia jujur kalo dia abis dinner dengan cowok.


"Ya sudah sana mandi ganti baju lalu makan mama sudah masak, kita makan sama sama yah." ucap wanita paruh baya itu.


"Siap mama bos." jawab Mika dan menghormati ke pada sang ibu.

__ADS_1


Mika pun memasuki kamarnya ingin membersihkan badannya dan makan bersama, setelah badannya sudah bersih dia pun keluar dari kamar nya dan melangkah kan kakinya ke meja makan.


"Mika sini, ayok kita makan." Ajak kak Dita.


Mika pun duduk di sampingnya kak Dita dan langsung mengambil nasi dan lauk pauk nya, lalu dia pun makan dengan khidmat.


Padahal dia tadi baru saja makan, tapi dasar si Mika ini memelihara naga dalam perut jadi dia masih sedikit lapar.


"Kak Dita, ko kakak ke sini sendirian ke mana keponakan keponakan ku dan kakak ipar kak?." tanya Mika di sela sela makan mereka.


"Mereka besok ke sini ko nyusul kamu tenang aja." jawab kak Dita santai


"Gak bisanya kalian ke sini, ada apa gerangan nih." ucap Mika yang sedikit curiga.


"Gak ada apa sih kamu, dek." Jawab kak Dita sambil mengambil air minum.


"Hmm, kalo ada papah di sini pasti makin seru." tiba tiba muka Mika berubah menjadi murung, dan kak Dita pun saling lirik dengan Sinta mama nya.


"Dek, papah udah tenang di sana kita cukup mendoakan saja dari sini, semoga papah di tempatkan di sisinya yang terbaik." ujar kak Dita dengan lembut.


Iya benar Mika telah kehilangan ayah kandung nya sejak dia bayi, katanya ayah nya meninggalkan karena kecelakaan pesawat ketika dia ingin pergi ke luar negeri menemui nenek nya, tapi ntah lah sampai sekarang keluarganya juga tidak tahu keberadaan ayah kandung Mika. Katanya pas kecelakaan pesawat itu jasad ayahnya tidak kunjung di temukan.


"Kak, mungkin gak yah papah masih hidup?, Mika kangen, kak. pengen ketemu sama papah, Mika pengen di peluk papah di belai rambut Mika, tapi keberadaan nya saja tidak ada yang tahu, ntah dia masih hidup atu tidak kita tidak tahu." lirih mika dengan mata yang berkaca-kaca.


Hening


"Sudahlah, nak. Ikhlaskan saja kepergiannya, jika memang papah mu masih hidup takdir akan mempertemukan kalian." ucap ibunya Mika sambil tersenyum.


"Ayok habiskan makanya jangan sedih gitu dong, cantiknya ilang tau." goda sang kakak dan di susul senyuman dari Mika

__ADS_1


'Mama harap kamu gak akan pernah beretemu dengan ayah kandung kamu Mika, cukup mama saja dulu yang menderita kamu jangan nak' ucapnya Sinta dalam hati


***


__ADS_2