
#Part61
Pagi pun tiba.
Kini Angga dan Mika tengah berada di sekolah, mereka sedang menikmati makanan kantin bersama ketiga temannya.
"Eeh, Mik. Itu sudut bibir Lo kenapa lo lebam?" Tanya Laura yang baru menyadari.
"Waahh si Angga KDRT nih, Lo cosplay jadi Rizky biliar yah?" Tuding Farel yang tidak-tidak.
"Bilar anjir! Biliar mata Lo!" Sahut Gilang membetulkan ucapan Farel.
"Nah iya itu maksudnya." Jawab Farel.
"Mulu Lo kayaknya belum pernah di tabok pake meja kantin yah? Mau nyobain gak?" Ujar Angga santai, tetapi mampu membuat Farel menciut.
"Terus itu Lo kenapa Mika?" Lagi-lagi Laura menanyakan hal yang sama.
"Biasa lah abis jotos-jotosan sama preman." Jawab Mika santai, tetapi tidak di pungkiri dia merasa sedikit takut dan trauma nya kumat lagi.
"Astaga, Mika." Seru Laura sedikit panik.
"Gue kan udah bilang pulang bareng gue! Lo malah ngeyel!" Laura seperti sekarang menceramahi anak yang suka bandel.
"Udah lah Ra, gak papa ko." Sahut Mika sambil tersenyum.
"Lo pasti ketakutan waktu itu." Lirih Laura pelan tetapi masih bisa di dengar oleh mereka.
"Hiks ... Hiks ..." Laura terisak di tempat duduknya sehingga membuat Mika panik dan memegang tangan Laura.
"Lo kenapa? Ko nangis?" Tanya Mika heran.
"Gue gak mau, kejadian 5 tahun yang lalu terulang lagi." Ucap Laura di tengah isukan nya.
"Ya ampun, Ra. Gak bakalan ko Lo tenang aja gue juga gak papa." Mika berusaha menenangkan Laura, dirinya yang kena musibah kenapa Laura yang menangis? Aneh sekali sahabatnya ini.
__ADS_1
"Maksud nya kejadian 5 tahun yang lalu?" Tanya Angga penasaran mewakili Farel dan Gilang yang dari tadi melongo.
"Jadi gini--"
"Sssuuuttt! Biar gue yang cerita." Laura dengan cepat memotong ucapan Mika.
Mika pun menganggukan kepalanya tanda iya setuju, dia juga sebenarnya rada malas untuk menceritakannya.
Flashback on
5 tahun yang lalu di saat Mika berusia 13 tahun tepatnya saat iya kelas 1 SMP.
"Mika mau pulang bareng aku gak?" Tanya Laura yang sudah di jemput oleh sopirnya.
"Gak, aku juga sebentar lagi di jemput ko." Tolak Mika sambil tersenyum ramah.
"Oh ya udah aku duluan yah?! Kamu hati-hati nunggu nya awas nanti ada hatuuuu~" ujar Laura menakut-nakuti.
Mika hanya tertawa kecil mendengar candaan dari Laura.
"Lama-lama kamu yang aku makan mau?"
"Hahahaha" Laura tertawa dan langsung berpamitan untuk pulang kepada Mika.
Kini Mika tengah duduk di kursi panjang yang berada di trotoar, hari sudah mulai gelap tetapi kakak Dita tidak kunjung datang, ia termenung sendirian berharap kakaknya segera datang, ia juga mulai merasa takut hari Sudah mulai gelap, jujur dia takut kegelapan.
"Halo neng, sendirian aja." Di saat Mika tengah asyik nya menunggu tiba-tiba ada 2 cowok berpakaian seperti anggota geng motor yang entah mereka itu siapa dan dari mana asalnya.
Mika langsung bangkit dan hendak pergi tetapi tangganya di tarik oleh salah satu dari mereka.
"Lepasin!" Teriak Mika, tetapi mereka hanya tertawa.
"Jangan buru-buru temenin kakak dulu di sini." Ujarnya.
"Gak mau! Lepasin!"
__ADS_1
"Tolong!" Teriak Mika.
"Gak ada yang bisa nolong kamu! Tetap diam dan menurut saja!" Perintahnya.
Sepertinya mereka tengah mabuk, terlihat dari matanya yang merah.
"Kalian ini siapa tolong lepasin Mika!" Mohon Mika sambil menangis.
"Malam ini kamu milik kita." Ujar anak geng motor 1.
"Tolong!" Teriak Mika lagi, namun tidak ada seorangpun yang berada di sana, oh tuhan bagaimana ini? Apakah ini hari terakhirnya?
"Diam jangan teriak!" Sentak anak geng motor 1 yang mencengkram tangan Mika.
"Kalo Lo teriak, kita bakal Buhun Lo!" Lanjutnya, Mika semakin takut dan menangis.
Detik kemudian Mika menendang ************ anak geng motor 2, seketika Cengkraman tangannya pun melonggar, Mika tidak menyia-nyiakan kesempatan itu, ia kabur berlari dengan kencang.
Langit yang tadinya mendung kini menumpahkan seisinya dan membasahi bumi dan tubuh gadis itu, di tengah derasnya hujan Mika terus berlari sambil meminta pertolongan.
Tiba-tiba ia terjatuh dan kakinya tergilir sehingga tidak bisa bangkit dan berlari lagi, sedangkan di belakangnya sudah ada 2 pemuda yang mengejar Mika dari tadi, Mereka tersenyum penuh arti dan mendekati Mika yang terjatuh.
"Gak, gak! Jangan ... Menjauh kalin!" Teriak Mika, mereka berdua terus mendekati Mika, semakin mengikis jarang.
"Sudah di bilang menurut saja jangan kabur," tutur anak geng motor 1, dia berjongkok di depan Mika dan mengangkat dagunya sehingga membuat Mika menatap wajahnya.
"Ayok kita bawa dia!" Seketika Mika berontak ketika ia hendak di bawa.
Srekkk ...
Seragam Mika sobek, saat di tarik oleh anak geng motor 2 sehingga menampakkan bahunya yang putih mulus.
***
Next or stop?
__ADS_1
JANGAN JADI PEMBACA GELAP!!