dinikahi pangeran tampan dimasa SMA

dinikahi pangeran tampan dimasa SMA
Dihukum berjamaah


__ADS_3

#Part9


"Ehk, bapak. Makin ganteng aja nih si bapak hari ini." ujar Farel yang cengengesan.


Wajah Pak Toni yang tadinya marah dan kesal, seketika berubah jadi sumringah ketika mendengar yang di ucapkan Farel.


"Emang, iya kah?" tanya Pak Toni sumringah.


lalu sesaat kemudian mukanya berubah kembali menjadi serius dan menatap tajam Farel.


"Kamu jangan mengalihkan pembicaraan yah!" Tegas Pak Toni.


Lalu Pak Toni melihat tangan Angga dan Mika yang memegang botol air mineral, dia pun melirik Angga dan Mika secara bergantian.


"Angga, Mika. Saya gak nyuruh kalian untuk minum! Kenapa kalian minum." Pak Toni pun mengambil botol air mineral dari tangan mereka.


Tega sekali guru yang satu ini bukan?, Biasa-bisanya mereka di larang minum, padahal dia sendiri juga lihat kalo hari ini cuacanya begitu panas, dan menguras keringat.


Tapi Pak Toni juga berbuat seperti itu untuk kebaikan mereka juga, agar mereka lebih di siplin lagi.


"Siapa yang ngasih Angga minum?" tanya Pak Toni yang melirik Farel dan Gilang secara bergantian.


"Farel Pak" ucap Gilang


"Gilang Pak" ucap Farel

__ADS_1


Ucap mereka serempak sambil menunjuk dan menuduh satu sama lain, lalu mereka pun saling melirik, dan membincangkan matanya masing-masing.


"Kalian bapak hukum, ikut menghormati kepadan bendera, sampai waktu jam istirahat. Termasuk kamu juga Laura!" Pak Toni pun melirik Laura yang dari tadi memperhatikannya.


Pak Toni sudah mengetahui siapa yang ngasih minum ke Mika tanpa dia tanya juga sudah pasti jawabannya adalah Laura, gak mungkin dong jawaban nya Mang Ujang satpam sekolah?


Laura pun cuma menghela nafas pasrah lalu mengiyakan nya, toh ini juga salah dia memberikan minum ke Mika, tapi di sisi lalin dia juga tidak tega melihat sahabatnya kehausan, gak papa deh dia di hukum demi sahabat nya.


"Dan untuk kalian Angga dan Mika, jangan lupa sesudah hukuman ini, kalian harus membersihkan seluruh toilet sekolah ini!" ucap Pak Toni yang mengingatkan.


"Iya pak." Jawab Angga dan Mika serempak.


"Sekarang kalian cepat menghormat kepada bendera lagi!" Perintahnya dengan tegas.


Dan tidak lupa dengan pemukul yang di hentak-hentakan ke lengan yang satunya lagi, yang mengisyaratkan kalo tidak patuh bakal kena pukul.


Dan Pak Toni pun meninggalkan mereka ber 5 ke ruang guru.


"Kenapa kita jadi di hukum berjamaah gini sih." ucap Farel yang memulai percakapan lebih dulu


"Gara-gara lo nih Ga, kita jadi ikutan di hukum kan!" ucap Gilang yang terus menghormat kepada bendera merah putih.


"Iya bener kalo lo gak mintak minum pasi kita aman aman aja kan!" ucap Farel yang menambahkan sambil terus menghormat.


"Ingat berbagi itu indah." ucap Angga Santai tanpa melirik mereka.

__ADS_1


"Yah kalo berbagai duit dan kebahagiaan sih gue fine-fine aja yah, ini lo berbagi penderitaan sahabat macam apa lo." Gerutu Farel sambil cemberut.


"Justru itu, karena kalian sahabat gue, susah senang harus bersama." jawab Angga santai dan sedikit melirik Farel dan Gilang.


"Senengnya mau tapi susahnya gak mau." ucap Gilang menyela.


"Maaf yah Ra, gara-gara gue lo jadi di hukum." Mika pun yang dari tadi diam dia pun mulai berbicara dengan nada lesu.


"Gak papa Mika, santai aja." ucap Laura dan melirik Mika sambil tersenyum, Mika pun membalas senyuman Laura.


"Ga, lo gak ada niatan mintak maaf apa kayak Mika minatak maaf ke Laura gitu." ucap Gilang dengan muka masamnya.


"Gak!" ucapnya singkat.


"Busett, Lang dia kayak nya bukan sahabat kita deh, kayaknya dia demit penunggu sekolah ini." ujar Farel sontak saja mengundang gelak tawa dari mereka kecuali Angga, dia selalu menunjukkan ekspresi ratanya.


"Iya bener Rel, coba deh lo gosok pantatnya ntar demit nya keluar dari tubuhnya." ucap Gilang sambil terkekeh.


Farel pun hendak melakukan nya, sontak saja dia mendapatkan tatapan tajam dari Angga, siapapun yang melihatnya pasti nyalinya bakal ciut.


"Bercanda Ga, bercanda gak serius ko." ucap Farel sambil cengengesan dan menggaruk belakang kepalanya yang tidak gatal.


Soktak saja tindakan Farel barusan mengundang gelak tawa lagi dari mereka kecuali dengan Angga.


"Ck, anak-anak itu, di hukum ko malah seneng ketawa-ketawa sih."ujar Pak Toni yang memerhatikan mereka dari jauh, dia hanya bisa geleng-geleng kepala saja melihat tingkah mereka sambil terheran-heran.

__ADS_1


Next or stop?


Maaf yah kalo kurang seru dan alurnya ngebosenin🙂🙏🏻


__ADS_2