dinikahi pangeran tampan dimasa SMA

dinikahi pangeran tampan dimasa SMA
Kejahilan Laura


__ADS_3

#Par51


"Lo abis ngapain sih?" tanya Gilang berbisik di tengilnya Laura.


"Abis nyari pintu Doraemon!" Jawabannya ngasal.


"Ck, gue serius!" tutur Gilang sedikit kesal.


"Lo liat aja nanti," sahut Laura sambil menyeringai.


"Gue Udah selesai makanya, gue ke kelas dulu yah." Ucap Mika tiba-tiba, gadis itu langsung kehilangan mood untuk makan setelah kedatangan Marsya.


"Gue juga udah." Sambung Laura dan bangkit dari duduknya.


"Gue ke kelas duluan." Angga pun ikutan berdiri dan hendak pergi dari sana.


Belum ada 10 menit Marsya duduk di sana mereka sudah pada bubar.


"Gue juga udah selesai ko makanya." Sahut Gilang ia sudah tidak peduli lagi dengan bakso yang dirinya tunggu sendari tadi, keburu tidak mood.


"Gue juga udah kenyang, pengen cepet-cepet ke kelas, di sini sumpek ada laler Amazon." Sindir Farel yang membuat Gilang terkekeh pelan.


"Loh, ko kalian pergi sih? Gue baru aja dateng." Protes Marsya yang melihat mereka berdiri semua dan hendak pergi.


"Lo makan aja di sini dengan tenang, katanya tadi laper dan mau duduk di sini." Seru Laura dengan sinis.


Mereka pun bergegas pergi dari sana meninggalkan Marsya yang duduk sendirian.


"Eeh, tungguin gue!" Teriak Marsya dan bangit dari duduknya.


Brakkk ...

__ADS_1


Marsya terjatuh saat ia melangkah dan kursi yang ia duduki menimpa ke kakinya, sontak mereka yang mendengar suara terjatuh pun menoleh kearah Marsya yang berada di belakangnya.


"HAHAHAHA." Farel, Gilang dan Laura tertawa renyah melihat Marsya yang tersungkur.


Tidak hanya mereka siswa siswi yang berada di sana pun ikutan tertawa melihatnya.


Mika ikutan terkekeh melihatnya, mampus karma tidak pernah salah alamat, Mika puas sekali melihatnya.


'Makanya jadi cewek tuh jangan suka lirik-lirik suami orang! Kena karmanya kan Lo!' batin Mika bersorak seria.


Kalo kata Gilang mah karma di bayar kontan!


"Diam kalian!" Sentak Marsya berteriak, Seketika tawa siswa siswi pun berhenti tertawa tetapi tidak dengan ketiga manusia absrud itu.


Mereka semakin tertawa terbahak-bahak dengan kencang, yang membuat Marsya semakin kesal dan murka.


"Diam kalian!" teriak Marsya seketika tawa mereka mereda, tetapi bukan takut malah semakin mengejek Marsya.


"Aaaww ... Abang takut dek." Bukannya takut, Farel malah semakin menjadi meledek Marsya.


"Udah-udah jangan di ledek kasian, liat noh mukanya kayak nahan berak gitu." Tutur Laura mengundang gelak tawa.


Angga tersenyum miring, melihat tingkah teman-teman nya itu.


'Ck, sialan! Siapa yang benai-beraninya ngiket tali sepatu gue.' batin Marsya yang melihat tali sepatunya di ikat ke kaki kursi.


Mereka meninggalkan Marsya yang tengah menahan malu di kantin, Laura Farel dan Gilang tidak henti-hentinya tertawa.


"Emangnya enak gue kerjain!" Ucap Laura keceplosan.


"Hah? Jadi Lo tadi yang ngiket tali sepatunya si nenek gayung itu? Ehk maksudnya si Marsya." tanya Mika, mereka langsung menghentikan langkahnya, dan menatap Laura dengan tatapan meminta penjelasan.

__ADS_1


"Iya tadi gue yang ngerjain dia, abisnya gue kesel sama tu anak kayak jelangkung!" Maki Laura kesal.


"Tiba-tiba dateng tak di undang." Lanjutnya dengan kesal.


"Kapan Lo ngerjain dia?" tanya Farel penasaran, perihalnya dia tadi tidak melihat Laura mengerjai Marsya.


"Tadi pas gue pura-pura jatohin sendok." Jawab Laura santai.


"Wah Lo hebat, Ra." Gilang mengacungkan dua jempolnya kepada Laura bangga sekali dia kepada temannya ini.


"Siapa dulu dong, Laura gitu loh." Seru Laura membanggakan diri dan mengibas-ngibaskan rambutnya.


"Wih kutunya pada terbang tuh." Ucap Mika dan mendapat geplakan dari Laura.


"Mana ada gue kutuan!"


Bel masuk berbunyi Mika dan Laura langsung berlari memasuki kelasnya, meninggalkan mereka bertiga di lorong sekolah.


Farel dan Gilang saling melempar pandangan dan tersenyum penuh arti.


"Ga, kita bolos yuk. Gue males nih belajar sama Bu Yeni." Ajak Farel kepada Angga.


"Iya bener gue juga meles belajar matematika nih, mana gurunya killer lagi." Bukannya menentang ajakan Farel, Gilang malah menyetujuinya.


Angga menyipitkan matanya kerah mereka.


"Lo mau bolos ko ngajak-ngajak, kita itu sebagai seorang siswa di larang bolos sekolah, itu perbuatan yang gak baik asala kalian tau apalagi gue ketua OSIS disini kalian jangan macem-macem yah, tapi ayok lah gue ikut." Ujar Angga panjang lebar tetapi tetap ikut juga.


Gilang dan Farel menipiskan bibirnya, mereka pikir Angga akan menoloknya, secara dia itu murid teladan dan ketua OSIS.


Yah Farel dan Gilang juga termasuk murid teladan, telat datang pulang duluan maksudnya.

__ADS_1


**


JANGAN JADI PEMBACA GELAP!!


__ADS_2