
#Part30
Acara makan-makan pun sudah selesai kini mereka berpamitan untuk pulang di karenakan hari sudah mulai gelap.
"Tante, semuanya. Laura pamit pulang yah, makasih atas makanannya Laura sangat kenyang hari ini dan makanannya juga enak-enak heheh" seru Laura berpamitan.
"Iya Farel juga mau pamit yah Tan, takut di cariin orang rumah." sahut Farel
"Iya gilang juga pamit yah Tan, jangan kangen sama Gilang yang tampan rupawan ini." Tutur Gilang membanggakan diri.
"Dih, narsis bet Lo kak." celetuk Mika.
"Biarin," Jawab Gilang.
"Ko kalian buru-buru banget sih." jawab Fika sedikit kecewa.
Farel dan Gilang sangat jarang ke rumahnya, dulu mereka sering datang setiap weekend tetapi sekarang jarang, tidak hanya Angga yang menganggap mereka sebagai bagian dari keluarganya, Fika dan Abi juga sudah menganggap mereka sebagai anak kandungnya sendiri.
"Nanti kita main lagi ko ke sini, kalo bisa setiap weekend kita ke sini, bener gak Lang?" tanya Farel.
"Yoi, rel." Sahut Gilang mengacungkan jari jempol nya.
"Aku gak di ajak nih?" Seru Laura pura-pura ngambek.
__ADS_1
"Gak, Lo gak di ajak karena Lo bukan circle kami." jawab Gilang dengan Sura yang di buat-buat.
"Tante..." Adu Laura kepada Fika.
"Eeh, jangan gitu. Laura juga kan teman kalian harus di ajak dong," Fika menasehati.
"Heheh bercanda ko Tante." Ujar Gilang menyengir.
"Kalo mereka gak ngajak kamu bilang sama Tante, biar nanti Tante gantung mereka di pohon cabe." tutur Fika kepada Laura.
"Yaduh Tan, kita pamit pulang yah, Mik. Hati-hati Lo nanti ada yang nerkam." Seru Gilang dan mendapat tatapan tajam dari Angga.
"Uadah, Sono kalian pulang jangan balik lagi!" Tegas Angga yang mulai jengah dengan mereka.
"Eeh, sembarangan Lo kalo ngomong rel, dia itu dulunya pas lahir gak pernah di Azanin, jadi sekarang dia gitu deh ke reog." Ceplos Gilang dan Angga semakin ternganga mendengar tuturan dari Gilang, merek paling bisa meledek Angga.
"Farell!!, Gilanggg!!. teman durhaka kalian emang!!" Murka Angga, dan mereka langsung ngibrit keluar sebelum kena amukan masal Angga.
Fika, Mika dan Laura hanya bisa geleng-geleng kepala saja.
"Yaudah Laura pamit yah," Laura menyalimi tangan Fika dan bergegas pergi menyusul Farel dan Gilang.
"Mam, Mika ke kamar dulu yah mau istirahat," izin Mika.
__ADS_1
"Iya sayang." Jawab Fika santai.
Mika pun melenggang pergi ke lantai atas dan memasuki kamar.
"Aduh gerah, mending gue mandi dulu deh." Gumam Mika lalu ia bergegas untuk mandi.
"Mam, Angga juga mau ke kamar yah." Angga berpamitan dan di angguki oleh Fika.
Ia memasuki kamarnya dan mendudukkan dirinya di sofa.
Cklek...
Mendengar suara pintu di buka ia pun menolehkan pandangannya.
"Aaaaaaahhhhkkkkk." Terika mika kaget dan ia kembali memasuki kamar mandi lalu menutup pintunya rapat-rapat.
Angga membeku dan tenganga di tempatnya dia syok, bukan karena terikan Mika, tetapi dia syok melihat Mika memakai handuk sebatas dada sampai pangkal paha, sehingga dia dapat melihat jelas kulit dan paha mulusnya.
"Lo sejak kapan ada di sana?" Teriak Mika dari dalam kamar mandi, dan membuyarkan lamunan Angga.
***
JANGAN MENJADI PEMBACA GELAP!!!
__ADS_1