dinikahi pangeran tampan dimasa SMA

dinikahi pangeran tampan dimasa SMA
Siapa dia?


__ADS_3

#part34


Bel istirahat berbunyi terlihat Mika yang tengah duduk manis bersama Laura di kursi kantin, dia sedang menikmati mie ayam nya.


"Lo kenapa Mik? Ko muka Lo di tekuk gitu kaya orang gak kebagian sembako," ucap Laura yang menyadari ekspresi wajah Mika yang terlihat kesal dan bad mood.


"Ck, gue sebel banget sama kak Angga," jawab Mika sambil menyuapkan mie ayam itu kedalam mulutnya dengan kasar.


"Emang kenapa lagi sih, gue heran sama kalian, harusnya pengantin baru itu berbahagia bukan berantem." ujar Laura dengan santai.


"Bahagia gundul mu!"


"Yang ada gue tertekan tiap hari!" Lanjutnya.


"Emang tadi kak Angga ngelakuin apa? Sehingga membuat nyonya Mika kesal." Tanya Laura sambil terkekeh pelan.


Mika pun menceritakan semuanya tentang dia ingin mengerjai Angga dengan meminta dia uang yang banyak, tetapi rencananya gagal total ketika Angga memberikan nya black card.


"Hahahaha," ketawa Laura sangat renyah.


"Ko Lo ketawa sih Ra, nyebelin banget deh!" Mika mengerucutkan bibirnya tanda ia sedang sebal.


"Mika, Mika.., Lo itu salah ngerjain kak Angga pake cara begitu." seru Laura di sela-sela tawanya lalu ia tertawa kembali.

__ADS_1


"Yah terus gue harus bagaimana!?" tanya Mika kesal.


"Haha, aduh cake gue ketawa Mulu." Sahut Laura sambil memegang perutnya yang sakit akibat tertawa.


"Lo pikir dengan menjadi matre Lo bakal bisa lepas dari kak Angga? Oh tentu tidak Mika yang cantik, dia itu kaya mau Lo mintak dia 1-3 M pun dia bakal kasih buat Lo, jadi itu sia-sia saja Mika." Jelas Laura.


"Lo mintak duit 3 M sama dia juga gak bakal ngurangin hartanya dodol!" Lanjutnya.


Mika hanya mengerucutkan bibirnya sebal, ahk dia benar-benar kesal hari ini niat ngerjain malah dia yang balik di kerjain, ini namanya senjata makan bos ehk maaf salah senjata makan tuan maksud nya.


"Mika, Lo di panggil sama guru ke perpustakaan." ucap seseorang perempuan yang bernama Agni teman sekelasnya Mika.


"Mau ngapain gue di panggil?" tanya Mika penasaran.


Agni merupakan siswi yang tidak menyukai Mika, dia merasa tersaingi oleh Mika, di karenakan Mika anaknya cerdas dan yah lumayan banyak kaum laki-laki yang menginginkan nya menjadi kekasih nya.


"Yaduh Mik, gue anter," usul Laura.


"Ehk, Mika harus sendiri, jangan sama orang lain!" Ucap Agni dan saat itu juga langkah Laura terhenti dan membalikkan badannya ke arah dia dengan tatapan yang mengintimidasi.


Agni sedikit ngeri dengan tatapan itu lalu ia memutus kontrak mata dari Laura dan memalingkan wajahnya.


"Lo gak lagi ngerjain Mika kan?" tanya Laura masih dengan tatapan yang mengintimidasi.

__ADS_1


"G-gak, buat apa gue ngerjain dia," jawabnya terbata-bata.


"Udah Ra, gak papa gue sendiri aja, Lo tunggu di sini." Perintah Mika lalu di angguki oleh Laura tanda ia setuju.


Mika berjalan keluar kantin dan menyusuri koridor sekolah lalu ia masuk ke perpustakaan.


"Permisi." Ucap Mika yang sudah berada di dalam perpustakaan, hening dan gelap itulah yang Mika rasakan saat ini.


Tiba-tiba lampu menyala membuat Mika sedikit tersentak, dan ia melihat ada sosok wanita duduk di meja perpustakaan.


'Siapa dia?' batinnya.


"Halo Mika," ucap perempuan itu.


'Kenapa dia tahu namaku? Dan siapa dia? Aku seperti pernah melihatnya tapi di mana?' gumamnya dalam hati.


"Lo bingung kan kenapa gue manggil Lo ke sini?" tanyanya kepada Mika.


"Sebelum ke initinya gue harus memperkenalkan diri terlebih dahulu bukan?" tanyanya lagi, Mika hanya diam dan menatap perempuan itu.


***


JANGN JADI PEMBACA GELAP!!

__ADS_1


__ADS_2