dinikahi pangeran tampan dimasa SMA

dinikahi pangeran tampan dimasa SMA
Penjelasan dari Mika


__ADS_3

#part42


"Nih, aaa ... " Seru Mika menyodorkan Snack kepada Angga.


Tanapa menolehkan pandangannya Angga membuka mulutnya bersiap untuk di masuki makan.


"Yang gede mangapnya, aelah Lo." Kesel Mika kepada Angga, Angga berdecak kesal lalu membuka mulutnya sedikit lebar.


"Lagi dong," pinta Angga Kepada Mika.


Mika mendelik, kearah Angga yang tengah pokus menyetir di sampingnya.


"Gak! Gak ada udah abis!" Tolak Mika sambil menyuapkan Snack kedalam mulutnya dan memalingkan wajahnya ke arah depan.


Yang tadinya Angga fokus menyetir dan pandangan lurus ke depan saat itu juga menoleh ke arah Mika, seakan-akan memintanya dengan paksa.


Mika meneguk slivernya dan langsung menyodorkan makanan tersebut.


"Ck, biasa aja dong natapnya jangan kayak orang lagi kesurupan!" Protes Mika sambil menyodorkan makanan yang ia pegang.


"Noh ambil aja," perintah Mika lalu meletakkan Snack tersebut di dashboard mobil.


***


Kini mereka sudah memasuki pekarangan rumah Angga, Mika keluar terlebih dahulu dan menutup pintu sedikit kasar, sehingga membuat Angga tersentak.


"Woi, tunggu Lo!" Teriak Angga Kepada Mika.


"Apaan?" tanya Mika, Angga mendekati gadis itu dan berdiri di depannya.


Cltakk..


Angga menyentil jidat Mika.


"Aaaww ... Apaan sih Lo main nyentil jidat orang, kalo gue geger otak gimana!?" Sahut Mika kesal.


"Lagian Lo kebiasaan, nutup pintu mobil kenceng banget, kalo mobil gue sampe rusak gimana coba?" tanya Angga, Mika hanya menyilangkan tangannya di depan dada.

__ADS_1


"Emang Lo bisa ganti rugi hah!? Lo ngejual organ tubuh Lo aja masih kurang buat beli mobil gue!" Lanjutnya menohok.


"Ck, siapa juga yang mau jual organ tubuh gue buat beli mobil, lagi pula Lo itu kaya bisa beli mobil yang kek begitu 10 biji! Lebay amat Lo!" Cerocos Mika Kepada Angga.


"Ehk kucing garong, Lo pikir beli mobil kek beli seblak hah!? gampang, kagak!"


"Aah, bodo amat gue gak peduli!" Mika langsung berlenggang pergi meninggalkan Angga sendirian.


"Assalamualaikum Mika pulang," teriak Mika yang sudah berada di ruang tengah.


"Waalaikumsalam." Sahut mama Fika.


Fika mendekat kearah Mika yang berdiri di dekat sofa ruang tengah, dan betapa terkejutnya dia melihat bibir Mika yang lebam.


"Ya Allah Mika, ini bibir kamu kenapa?" tanya Fika kaget lalau menarik Mika untuk duduk.


"Udah, gak papa mam, ini luka kecil ko." Jawab Mika sesanti mungkin.


"Luka kecil apa ini kamu lebam sayang, kamu ini abis ngapain? Abis berantem kamu hah?" Seru Fika bertanya.


"Itu ... Aku jatuh mam, aku tadi mau ke kantin terus tersandung kaki kursi dan bibir ku kepentok ujung meja, iya ... Gitu mam." Albinya padahal kan dia abis jotos-jotisan sama Marsya sampai masuk BK lagi.


"Angga sini kamu!" Perintah Fika lalu dengan segera Angga mendekati mereka berdua.


"Kamu bisa jelaskan kenapa bibir Mika sampai seperti ini?" ujar Fika mengintimidasi.


Angga menatap Mika dan berisyarat, tetapi gadis itu hanya mengerutkan keningnya.


"Oh itu, tadi Mika jatuh dari pohon beringin yang di depan sekolahnya Angga." Dusta Angga yang jauh dari pengakuan nya Mika.


Mika menepuk jidatnya dan tertunduk.


"Lah, tadi kata Mika, dia kesandung terus sudut bibirnya kena ujung meja, yang bener ini yang mana?" sahut Fika keheranan dan menatap mereka berdua secara bergantian.


Angga dan Mika saling lirik dan menganggukkan kepalaku.


"Jatuh dari pohon." Ucap Mika

__ADS_1


"Kesandung." Ucap Angga.


Mereka mengucapkannya secara bersamaan sehingga membuat Fika mengerutkan keningnya.


"Udah deh, kalian jangan bohong sama mama, kalo kalian gak jujur terus mama tau informasi dari temen kalian tentang Mika, jangan harap kalian bisa bicara sama mama lagi!" Acam Fika lalu ia berdiri dan hendak pergi tetapi tangganya di tahan oleh Mika.


"Mam jangan gitu dong, iya Mika jujur sama mama, tapi mama jangan marah." Pinta Mika sendu.


Fika tersenyum dalam hatinya, tidak sia-sia dia mengancam seperti ini, lalu ia berbalik badan menatap Mika.


"Mama duduk dulu yah, nanti Mika jujur." Ujar Mika lagi.


"Tapi kamu jangan bohong, kalo kamu bohong mama bakal marah sama kamu." Sahut Fika lalu di angguki oleh Mika.


Fika pun duduk dan menatap Mika dengan ekspresi cemberut.


Angga yang melihat tingkah mamanya itu menyipitkan matanya, lalu ia menghela nafas beratnya, seperti sudah tau apa yang di lakukan mamanya saat ini.


"Mama jangan cemberut gitu dong senyum dulu." ucap Mika lalu Fika tersenyum manis kerah menatunya itu.


Mika mulai menceritakan semua kejadian yang ia alami tadi, sampai bibir dan dagunya seperti ini, Fika yang menyimak ucapan Mika meremas ujung sofa untuk menyalurkan rasa kesalnya.


"Kenapa kamu tadi gak dorong mereka aja dari rooftop?" Seru Fika.


"Mereka sudah keterlaluan!" Sahut Angga, ia yang baru tau kejadian detail nya seperti ini ikutan tersulut emosi, dan mengepalkan tangannya.


"Udah yah, Mika gak mau masalah ini di perpanjang, lagi pula Mika juga gak papa ko." Tutur Mika.


"Kalo papa sampai tau, bagaimana? dia pasti bakal marah," Fika menatap mereka lekat, terdengar Mika menghela nafasnya.


"Makanya, Mika mohon sama mama jangan sampai papa tau," jawab Mika sambil memegang tangan Fika.


"Tau apa?" tanya Abi yang tiba-tiba muncul di belakang mereka, sehingga membuat mereka terkejut.


***


Next?

__ADS_1


JANGAN JADI PEMBACA GELAP!!


__ADS_2