dinikahi pangeran tampan dimasa SMA

dinikahi pangeran tampan dimasa SMA
Nyanyi balonku pake qolqolah?


__ADS_3

#Part65


Tteeettt


Bel masuk pun sudah berbunyi, kini para siswa siswi bergegas menuju kelasnya masing-masing.


"Eeh, udah bel aja. Abang-abang kakak-kakak kita duluan yah." Kata Laura lalu menarik tangan Mika dari sana.


Mika dan Laura langsung bergegas ke kelas nya setengah berlari.


"Mika hati-hati!" Angga yang melihat Mika dan Laura berlari sedikit khawatir, takut mika jatoh.


"Ehkmm, ada yang perhatian nicc." Seru Gilang berdehem.


"Wajar lah, Lang. Sama ayang kan harus ke gitu," sahut Farel sambil menaikkan alisnya menggoda.


"Bacot Lo pada!" Angga bangkit dari duduknya lalu melenggang pergi meninggalkan mereka.


"Eeh, tungguin dedek dong Abang sayang." Farel ikut berlari mengejar Angga dengan langkah yang ia buat-buat seperti perempuan, bukan perempuan sih tapi kayak simpanse yang mengejar induknya.


"Jauh-jauh Lo, jijik gue deket-deket sama Lo!" Herdik Angga dan mendorong tubuh Farel.


Farel langsung menyeringai, terlintas pikiran jahil dalam benaknya.


"Ihkkk ... Abang ko jahat sih sama dedek!" Farel gelendotan di lengan kekar Angga.


"Dedek, dedek apaan anjir. dedek bongsor!" Celetuk Gilang memutar bola matanya melas.


Kini mereka tengah sampai di depan kelas nya, mereka hendak masuk tetapi niatnya mereka urungkan.


Terlihat Pak Budi yang sudah berada di dalam kelas nya.

__ADS_1


"Ck! Gimana nih?" Tanya Angga heran.


"Rel, Lo masuk duluan gih, nanti kita nyusul di belakang Lo." Usul Gilang yang langsung di tolak oleh Farel.


"Ga, Lo dul--" belum sempat menyelesaikan ucapannya, Angga sudah memotong ucapan Gilang, emang temannya itu sangat-sangat menyebalkan.


"Gak!" Jawab Angga tegas.


Mendengar ada yang rusuh-rusuh di luar, Pak Budi pun melangkahkan kakinya keluar.


"Kalian!" Mendengar sura bariton dari seseorang mereka pun refleks menoleh, dan di sambut oleh pak Budi yang tengah bekacak pinggang.


"Eeh, bapak. Gimana kabarnya pak? Ko makin ganteng sih." Seru Farel merayu Pak Budi.


"Emang saya ganteng! Mau apa kamu hah?! Kamu pikir rayuan seperti itu bisa lolos dari saya, tidak semudah itu." Jawab Pak Budi tegas.


"Kan apa yang gue bilang gak bakal mempan!" Bisik Gilang di tengilnya Farel.


Mereka pun segera masuk dan hendak duduk di kursinya masing-masing, tetapi langkahnya tertahan ketika mendengar penuturan pak Budi.


"Mau ke mana kalian? Siapa yang suruh kalian duduk hah?!" Sentak pak Budi, mereka pun memundurkan langkahnya lagi.


"Bapak ini gimana sih, katanya di suruh masuk, tapi gak di bolehin duduk," Ujar Farel sedikit jengah.


"Kamu mau protes hah?!" Balas pak Budi masih dengan sedikit berteriak.


Pak Budi melihat mereka dengan tatapan yang, dan mengitari mereka sambil menelisik.


"Angga kamu duduk." Ujar pak Budi.


"Eeh, mau ke mana kalin!" Farel dan Gilang mengikuti Angga yang hendak duduk di kursinya.

__ADS_1


"Mau jualan pisang goreng pak, yah duduk lah bapak." Sahut Gilang sabar.


"Saya tadi nyuruh Angga bukan kalian!"


"Bapak tidak adil, Angga di biarin duduk sedangkan kita? Di hukum bapak bener-benar tega, bapak jahat!" Tutur Farel nelangsa, dan dengan suara di buat-buat.


"Sudah diam!"


"Angga itu pintar jadi saya maafkan." Seru pak Budi, sebenarnya pak Budi ingin mengerjai mereka saja, dia tidak benar-benar serius ingin menghukumnya.


"Sebagai hukumannya, kalian harus nyanyi balonku pake qolqolah cepet!" Perintah pak Budi.


"Kemaren pake huruf O Sekarang qolqolah, besok apa lagi? Pake bahasa Jepang hah?!" Bisik Gilang di telinga Farel.


Mereka pun melaksanakan hukumnya, dengan bernyanyi balonku pake qolqolah.


Satu kelas langsung tertawa mendengar nyanyian mereka, begitu juga pak Budi yang menahan tawanya sendari tadi.


***


Next?


Semoga kalian suka sama part yang satu ini😊


Maaf kalo part nya kurang bagus, atau ada kekurangan aku juga masih belajar soalnya 😊


Ayok tinggalkan jejak kalian di sini πŸ₯°


Terimakasih 😊


JANGAN JADI PEMBACA GELAP!!

__ADS_1


__ADS_2