dinikahi pangeran tampan dimasa SMA

dinikahi pangeran tampan dimasa SMA
Rencana balas dendam


__ADS_3

#Part69


"Eeh, yaudah Mika ke atas dulu yah mam mau istirahat," izin nya.


"Iya, sayang." Balas Fika sambil membelai rambut panjang mikik Mika.


Mika kini tengah berada di dalam kamar, namun dia tidak melihat ada Angga di sana mungkin dia sedang mandi, pikirnya.


10 menit kemudian Angga terlihat keluar dari kamar mandi, dengan keadaan rambutnya yang basah, dan memakai handuk sebatas pinggang.


Manik mata Angga menangkap Mika yang sedang senyum-senyum sendiri sambil memegang ponsel nya, mungkin dia sedang chattingan bersama Calvin, pikirnya.


Entah kenapa Angga seperti tidak suka, saat dia mendengar Calvin dekat-dekat dengan Mika.


Tanpa berkata sepatah kata pun ia bergegas menuju walk in closet.


"Senyum-senyum aja sendiri terus, gue keluar dari kamar mandi pun dia gak noleh sedikit pun."


"Ck! Ko gue bisa yah punya istri modelan kayak reog gitu."


"Pasti dia lagi sibuk tuh chatting sama si Calvin sialan!"


Angga terus saja mengumpat dan ngedumel tentang mereka, rasanya ia benar-benar jengkel dan kesal sekali.


Tidak berselang lama Angga keluar dari Walk in closet, dengan pakaian memakai celana pendek dan di padukan dengan kaos oblong.


Kemudian ia duduk di sofa yang tadi Mika duduki, ia pun memainkan ponselnya.


Tetapi fokusnya teralihkan oleh hp Mika, yang dari tadi terus-menerus berbunyi bahwa ada pesan masuk.


Angga meliriknya, sekilas lalu fokus lagi pada handphone miliknya, tetapi rasa penasaran nya begitu besar, sehingga ia menolehkan kembali kepalanya dan menatap handphone milik istrinya itu.


(Me:Angga kepo ihk ke Dora -_- )


'Ck! Apaan sih, udah lah biarin aja. Kenapa juga gue harus kepo dan penasaran.' Batinnya.


"Tapi, ngintip dikit boleh kali yah?" Gumamnya, lalu ia melirik lagi ponsel Mika, yang sudah tidak ada pesan masuk dan ponselnya juga sudah mati tidak menyala.

__ADS_1


"Ahk, jangan itu kan privasi orang."


"Eeh, tapi kan dia istri gue yah?! Jadi sah-sah aja dong gue liat, kan dalam rumah tangga gak ada yang namanya privasi antara suami dan istri, bener gak? Bener lah masa gak!" Ia bertanya pada dirinya sendiri lalu ia juga yang jawab.


"Mika, gue liat dikit yah?"


"Boleh ko kak liat aja."


Angga meminta izin dengan suara pelan lalu ia juga yang menjawabnya.


Angga melirik kearah pintu kamar mandi, masih tidak ada pergerakan, aman. batinya.


Ia pun menyalakan handphone milik Mika, dan membuka kuncinya.


Terbuka ...


Wah ternyata tidak di kunci layar, YESS soraknya dalam hati.


Kemudian ia membuka aplikasi hijau yang berlugo telpon, lalu membaca beranda cheat nya, ia langsung menghembuskan nafas lega, ternyata Mika sedang chattingan bersama ibunya, syukurlah ternyata bukan Calvin.


Tidak lama pintu kamar mandi pun terbuka, Angga dengan cepat langsung meletakkan handphone milik Mika, dan berpura-pura tidak terjadi apa-apa.


***


Angga kembali ke kamarnya, di karenakan ia sudah selesai dengan makanannya.


Begitu juga dengan Mika ia pamit untuk istirahat dan menyusul Angga, ketika ia ingin menaiki anak tangga, ia teringat sesuatu dan menghentikan langkahnya.


Mika berbelok kearah dapur dan mengobrak-abrik kulkas, mencari sesuatu yang ia cari-cari sejak siang tadi.


"Non, sedang cari apa?" Tanya Bik Ratih.


"Eeh, bibik. Ini Mika nyari salak, Mika pengen cucu mulut gitu." Dustanya.


"Di rumah ini tidak ada salak non, karena den Angga takut sama buah salak." Balas Bik Ratih.


"Yah padahal Mika lagi pengen salak, bik."

__ADS_1


"Eeh, bentar deh non sepertinya bibik punya salak, bekas kemarin bibik buat manisan salak." Bik Ratih pun ke kamarnya dan mengambil 2 buah salak di tangannya.


Wahh, pucuk dicinta jahil pun terlaksana, Mika langsung tersenyum penuh arti.


"Ini non, tapi cuma dua gak papa kan?" Bik Ratih menyodorkan dua buah salak tersebut.


"Gak papa bik, terimakasih yah."


"Sama-sama non." Mika kini berlari menaiki tangga.


Dan sampailah ia di dalam kamar, ia mengedarkan pandangannya, sepertinya Angga sedeng berada di dalam kamar mandi.


Kesempatan bagus nih, saatnya melancarkan aksi.


Mika langsung meletakkan salak tersebut di sofa berdekatan dengan ponsel Angga di simpan, lalu ia tutup dengan handuk yang berada di atas sofa.


"Ck! Ni anak ko nyimpen handuk di sini sih." Gerutu Mika.


"Tapi gak papa, terimakasih handuk." Ia bicara sendiri seperti orang gila saja.


Dan satu salak nya lagi ia pegang.


'Hemm Sekarang tinggal lihat reaksinya.' Batinnya sambil menyeringai.


***


Next?


Hayo kira-kira Mika berhasil gak yah?


Wah, author juga gak tau wkwk😁


Dan semoga puas sama part yang satu ini:)


Jangan lupa tinggalkan jejak kalian di sini 😊


Terimakasih 😊

__ADS_1


JANGAN JADI PEMBACA GELAP!!


__ADS_2