dinikahi pangeran tampan dimasa SMA

dinikahi pangeran tampan dimasa SMA
Mika VS Marsya


__ADS_3

#Part36


Bugh...


Satu tendangan mendatar di perut seorang perempuan, bukan Mika tetapi Marsya yah benar, Marsya.


Mika menendang perut Marsya sehingga si empu tersungkur jatuh ke lantai, lalu dia menyiku perut Sindi dan Siska sehingga genggaman keduanya terlepas.


Mika mendekati Marsya yang terjatuh di lantai lalu ia berjongkok dan menarik kerah baju Marsya sambil tersenyum devil kearahnya.


"Lo jangan ngaku-ngaku bahwa Lo itu pacar kak Angga dan seolah-olah dia itu milik Lo!" Bisik Mika di telinga Marsya dan melepaskan genggamannya, di kerah baju Marsya dan menepuk pipi Marsya pelan lalu pergi meninggalkan nya.


"Kalo Lo sampe deketin Angga lagi bukan Lo yang gue ancurin tapi keluarga Lo juga!" Teriak Marsya marah dan menghentikan langkah Mika lalu dia berbalik dan mendekati Marsya lagi.


Plakk..


Satu tamparan keras mendarat di pipi mulus Marsya.


"Lo berani nampar gue?" tanya Marsya dengan sorot mata marah dan mengepalkan tangan.


"Oh jelas, gue berani. jangan kan nampar gue ngelepar Lo dari rooftop ini juga, gue berani!" Ujar Mika dengan sorot mata tajam.


Mika mencengkram tangan Marsya dengan kuat.


"Denger ini baik-baik Marsya, berani Lo ngusik dan nyakitin keluarga gue, gue pastikan Lo gak bakal hidup dengan tenang!" Ancam Mika dengan menggebu-gebu.


Terlihat kedua teman Marsya bangkit dan hendak menolong Marsya.


"Berani kalian mendekat, gue patahin kedua kaki kalian!" tutur Mika mengancam dengan tatapan tajamnya sehingga kedua teman Marsya mundur selangkah.


"Ck, ternyata begini sikap asli Lo yah Mika," sahut Marsya sambil tersenyum sisnis kearah Mika.


"Yah, ini lah jati diri gue yang sebenarnya. Gue bisa berubah jadi jahat ketika orang yang gue sayang itu di sakitin!" Mika bukan tipikal orang yang di tindas akan diam, tetapi dia akan memberontak dan membalas perbuatannya seperti sekarang ini.


Dia bisa berubah menjadi ibu peri yang penyayang dan lembut, tetapi jika ada orang yang berani mengusik nya dia akan berubah menjadi penyiar yang jahat dan kejam.

__ADS_1


Mika mendorong tubuh Marsya lalu berlalu pergi meninggalkan mereka di rooftop.


***


"Tadi gue liat si kak Mika di bawa sama kak Marsya ke rooftop,"


"Iya gue juga liat mana dia seret lagi dia."


"Iya bener kasian yah,"


"Jangan-jangan dia jadi korban bullying mereka lagi."


Begitulah omongan-omongan para siswi yang melihat Mika yang di seret dan di bawa ke rooftop.


Angga yang tengah berjalan di koridor sekolah ingin pergi ke kanti itu pun terhenti saat mendengar omongan-omongan itu.


"Kalian liat Mika di bawa ke mana?" tanya Angga Kepada mereka dengan ekspresi datar.


"K-kak Angga, i-itu kak Mika di bawa ke rooftop." Jawab murid kelas 10 yang tadi berbicara tentang Mika.


Angga tidak mengatakan sepatah kata pun dan berlalu pergi begitu saja dari depan mereka yang tengah membeku.


"Ahkk gila, di ajak bicara aja gue udah seneng banget, tramor gue." Ujar gadis yang barusan berbicara kepada Angga.


"Kak Angga dari deket gantengnya melebihi batas tau gak, kelewatan sumpah." ucap teman gadis itu dengan kagum.


Dengan langkah cepat Angga menuju rooftop dan tiba-tiba..


Bruk..


Angga di tabrak seseorang hingga dia terjatuh ke lantai.


"Aaahhkk, kalo jalan liat-liat dong!" Omel Angga sambil melihat orang yang menabraknya.


"Ck, iya iya maaf!"

__ADS_1


"Mika," ucap Angga yang menyadari bahwa yang menabraknya adalah Mika.


"Bukan gue bukan Mika, tapi bibika!" Pekiknya masih dengan posisi terduduk di lantai akibat menabrak tubuh Angga.


Angga mengulurkan tangannya dan membantu Mika untuk berdiri.


"Katanya tadi Lo di baw--" ucapan Angga tertahan ketika melihat sudut bibir Mika mengeluarkan darah.


"Ini bibir Lo Kenapa?" tanya Angga panik dan memegang dagu Mika yang sedikit memar akibat cengkraman Marsya tadi.


"Sshht.. Aaww.. " ringis Mika ketika dagunya di pegang.


"Eeh, sorry sorry,"


"Ini bibir Lo kenapa berdarah, dan kenapa dagu Lo juga memar?" tanya Angga dan menarik Mika untuk duduk di kursi panjang yang berada di sana.


"Gue di tabok sama pacar gadungan Lo." Seru Mika sambil mengelap darah dari sudut bibirnya.


"Hah siapa? Marsya?" tanya Angga memastikan.


"Yah siapa lagi kalo bukan Marsya si nenek gayung itu hah!?"


"Ck, kenapa lo gak kabur?" Angga sedikit geram kepada istrinya saat ini, bisa-bisa nya dia di tindas diam saja.


"Kabur pala Lo gundul! Mana bisa gue di seret sama dua kucrit nya!"


"Mik, Lo di panggil ke ruang BK." ucap Sandi sang ketua kelas Mika.


"Iya gue bakal ke sana." Jawab Mika santai.


"Gue ke ruang BK dulu," pamit Mika kepada Angga.


"Gue temenin,"


"Gak usah gue gak papa ko, lagi pula cuma ke ruang BK bukan ke ruang kremasi." jawab Mika sambil terkekeh lalu pergi meninggalkan Angga sendirian.

__ADS_1


***


JANGAN JADI PEMBACA GELAP!!


__ADS_2